Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Couple Aaron&Nick


__ADS_3

Bulan demi bulan berlalu penuh kebahagiaan bagi Aaron dan Hayley, di saat Nick berusia genap satu tahun, Hayley kembali di karuniai kehamilan yang luar biasa.


Kini, kehamilan itu sudah berjalan 13 minggu, dan Nick kini sudah berusia 14 bulan. Anak laki-laki berkulit putih dengan hidung mancung kecil warisan sang mama tampak sangat menggemaskan karena sudah mulai mengoceh dan mengucapkan kalimat-kalimat yang cedal, ia sudah pandai berjalan sejak usianya sebelas bulan, dan itu membuat Aaron dan Hayley sangat bahagia.


Kehamilan Hayley yang kedua ini tampak lebih mudah, wanita itu tidak terlalu sering mual ataupun muntah meskipun baru berada di trimester awal.


"Minumlah susu ini, Sweety." Aaron datang membawa susu dalam gelas, ia memperhatikan istrinya yang sedang berada di atas ranjang sambil membacakan putra mereka sebuah buku cerita.


"Terimakasih, Sayang," ujar Hayley, ia menutup buku cerita yang ia pegang lalu mengambil susu dalam gelas.


"Ayo, Jagoan. Biarkan mama istirahat, kita main ke taman," seru Aaron sambil menggendong Nick.


"Ye ye ye!" Nick berteriak riang sambil mengalungkan tangannya di leher Aaron.


Siang ini, Hayley menyiapkan beberapa hadiah untuk Breanda dan Marcel, karena Breanda sudah menyelesaikan pendidikan S1 nya dan sudah menjalani wisuda, maka sesuai rencana mereka, malam nanti adalah malam pertunangan keduanya.


Hayley membeli beberapa perhiasan kecil yang tampak kecil, namun harganya sungguh fantastis, ia merasa perlu untuk memberikan hadiah berkesan pada adik iparnya, karena Breanda lah yang selalu mendukung dirinya sejak pertama kali menikah dengan Aaron.


Namun sayang, hari kebahagiaan Breanda tidak bisa di hadiri oleh Alex ataupun Melanie, mereka hanya mengirim hadiah sebagai tanda kasih, dan mengucapkan ribuan permintaan maaf karena tidak bisa hadir di hari yang istimewa ini.


Setelah menghabiskan segelas susu buatan Aaron, Hayley segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan suaminya. Wanita itu juga mempunyai hadiah untuk suami dan anaknya.


"Sayang, kalian di mana?" teriak Hayley di ruang tengah.


"Kami di sini," teriak Aaron balik dari lantai atas, suaranya menggema karena rumah yang begitu luas.


Hayley segera naik ke lantai tiga membawa hadiah yang sudah ia letakkan dalam kardus berbungkus kertas kado.


"Wah, hadiah untuk siapa itu?" tanya Aaron. "Hay, Jagoan. Mama sepertinya punya hadiah untukmu," ucap Aaron sambil mencubit pipi Nick.


Nick yang melihat mamanya berjalan ke arahnya dengan riang langsung berlari menghampiri Hayley lebih dulu, lalu memeluk bagian kaki sang mama.


Melihat tingkah gemas anaknya, Hayley langsung meletakkan kotak hadiah dan menggendong Nick.


"Kamu sedang main apa, Nak?" tanya Hayley yang hanya di jawab senyum lebar oleh sang anak. "Ini hadiah untuk kalian, Sayang. Bukalah," pinta Hayley.


"Hadiah untukku juga?" ucap Aaron senang, ia langsung meraih kotak hadiah dan meletakkannya di pangkuan. "Kemarilah, Jagoan. Kita buka hadiah dari mama sama-sama."

__ADS_1


Nick pun di turunkan Hayley dari gendongan, lalu anak itu berlari menghampiri Aaron, mereka membuka hadiahnya bersama, dan Aaron tertawa senang tatkala melihat isinya.


"Apa ini, baju kembar?" tanya Aaron. "Wah, lucunya."


"Aku membelinya beberapa hari lalu. Cobain yuk," ucap Hayley, lalu melepas kaos yang di kenakan Nick. "Kamu juga coba bajunya sekalian, Sayang."


"Dimana? aku harus melepas bajuku disini?"


"Eh, jangan. Ke kamar lah!"


"Nggak ah, disini aja."


"Sayang, ganti di kamar!" perintah Hayley.


"Kenapa? kamu takut tergoda siang-siang ya?" goda Aaron, ia menggeser kolor celana pendeknya hingga membuat Hayley ingin mengintip sesuatu yang sedikit menonjol.


"Sayang! ke kamar!" ucap Hayley tegas. "Malu kalau ketahuan pelayan."


"Siap! aku juga nggak mau membagi penampakan tubuhku pada wanita lain, selain kamu, my love!" Aaron semakin menggoda dengan membelai pinggang Hayley mesra.


Aaron pun tertawa senang sambil berlalu menuruni anak tangga menuju kamar. Hanya membutuhkan waktu lima menit, Aaron sudah kembali ke lantai atas dengan memakai baju biru couple bersama sang anak.


"Uh, cocok sekali," ucap Hayley.


"Rasanya, agak ketat," keluh Aaron.


"Tapi itu cocok, Sayang. Lihat, kalian begitu kompak!"


Aaron tersenyum dan memeluk istrinya.


"Terimakasih, Sweety. Aku suka baju ini," ucap Aaron, meskipun dalam hatinya merasa cukup keberatan saat memakai baju ketat ini, namun demi menghargai dan menyenangkan sang istri ia rela berbohong.


"Kemarilah, Nick. Foto sama papa," panggil Hayley pada sang anak yang sibuk bermain di dekat pintu kaca.


Aaron dan Nick pun berfoto bersama dengan berbagai pose, Hayley hanya bertugas sebagai fotografer yang mengabadikan momen berharga ini.


"Ah, kalian lucu!" ucap Hayley senang. "Ini limited edition, Sayang."

__ADS_1


Mereka bertiga pun menghabiskan waktu di lantai 3 dengan bermain air dan menghabiskan cemilan yang di sediakan pelayan.





🖤🖤🖤


Malam harinya, tepat pukul 7, Aaron dan Hayley bersiap menuju rumah keluarga besar Aaron, pesta pertunangan di adakan di rumah Albern. Semua sanak saudara dan keluarga Marcel akan hadir di sana, tentu saja pesta pertunangan Breanda kali ini akan lebih megah di bandingkan pesta pernikahan Aaron dan Hayley dulu, karena ini merupakan persatuan keluarga besar dari kalangan konglomerat.


Hayley tampil cantik dengan gaun berwarna putih tanpa lengan, gaun itu di rancang dengan belahan dada rendah namun bagian perut yang agak longgar, karena Hayley hamil, ia harus menyesuaikan setiap gaunnya agar tidak sampai menyakiti janin yang sedang berkembang dalam rahimnya.


Kehamilan Hayley kali ini nampak lebih besar dari sebelumnya, jika saat hamil Nick di usia 14 minggu perutnya belum begitu terlihat, pada kehamilan kali ini sudah nampak sedikit menonjol.


Aaron dan Nick memakai setelah jas dan kemeja yang sama, keduanya selalu tampil kompak setiap menghadiri acara apapun.


Setelah mereka bertiga sampai di kediaman Albern, Samantha sudah menyambut di ruang tamu.


"Kesayangan Grandma. Apa kabar kamu, Tampan?" sapa Samantha pada Nick.


"Baik, Grandma," jawab Aaron mewakili anaknya.


"Hayley, kenapa kalian nggak pernah main kesini? mama ini sudah tua, capek kalau harus ke rumah kalian. Seharusnya kalian yang sering-sering datang, mama juga kan kangen sama Aaron kecil," oceh Samantha.


"Maafkan kami, Ma. Beberapa hari yang lalu Nick sempat demam, dan papanya sibuk kerja lembur. Semenjak Alex di Singapura, Aaron nggak bisa di ganggu," jelas Hayley.


"Hmm, ya sudah!" ucap Samantha, lalu melengos mengajak Nick berkeliling menyapa para tamu undangan. Meskipun wanita paruh baya itu belum bisa menerima Hayley sepenuhnya, namun demi sang cucu, ia berusaha sebaik mungkin menjadi mertua dan nenek yang baik.


Aaron dan Hayley pun ikut berkeliling menemui para tamu undangan sekaligus menyapa dua orang yang sedang berbahagia malam ini.


Terkadang, Aaron masih merasa keberatan karena harus Marcel yang akan menjadi adik iparnya.


Mungkin suatu saat, akan ada cerita ataupun novel yang berjudul Rivalku menjadi adik iparku. Seperti kisah Aaron dan Marcel saat ini.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2