
Sesaat, keduanya melupakan kesedihan yang teramat dalam mengisi hati. Alex mulai tersenyum tatkala melihat Nick terbangun dan menggeliat karena terpaan angin yang dingin.
"Hallo, Jagoan. Sudah bangun, ingin bertemu adik kecil?" tanya Alex pada Nick.
Nick yang belum sepenuhnya sadar, mengucek matanya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling, anak itu tentu saja mencari mamanya.
"Mama, mama ...." Nick menangis keras.
"Tenang, Sayang. Tenang, mama sedang ada di dalam," ucap Aaron, di bantu Alex yang mencoba menghibur keponakannya.
"Mama ... Mama ...." Nick terus menangis.
Namun tiba-tiba, terlintas sebuah ide di benak Aaron.
"Huaaaaa ...." Aaron pun ikut merengek dan berpura-pura menangis sambil memangku anaknya.
"Hey, Aaron. Jangan gila, ya!" cetus Alex, beberapa orang yang lewat di sekitar mereka memandang aneh karena melihat Aaron yang menangis bersama anaknya.
Hanya berselang 15 detik, Nick langsung terdiam dan tertawa melihat ekspresi papanya yang menangis seperti dirinya.
(Pemeran Aaron Conan Drax dalam novel ini bernama asli Nick Bateman)
"Papa ... papa ...." Nick mengoceh.
"Kok bisa sih?" ungkap Alex heran, melihat Nick langsung tertawa saat Aaron berpura-pura menangis.
"Ini yang biasa Hayley lakukan, aku hanya menirunya," celatuk Aaron sambil tertawa.
Setelah drama itu, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi rumah sakit. Tempat ini sangat luas dan besar, termasuk rumah sakit ternama dengan dokter-dokter hebat yang sudah mendunia.
"Berjanjilah padaku, Alex. Kamu akan lebih kuat dari ini, apapun yang terjadi, kamu harus kuat," pinta Aaron serius. "Kamu nggak sendirian, banyak orang yang menyayangimu. Sekarang, ada bayi kecil yang akan menggantungkan seluruh hidupnya padamu, jadilah lebih kuat dari sebelumnya, jadilah papa terbaik yang pernah ia miliki."
Alex hanya mengangguk, kata-kata memang mudah sekali untuk di ucapkan. Namun hati tidak pernah berbohong tentang rasa sakit dan kekecewaan.
Tidak berselang lama, Hayley berlari dari kejauhan memanggil nama Alex. Keduanya tersentak kaget melihat Hayley bercucuran keringat dan air mata.
__ADS_1
"Alex Alex. Melanie," ucap Hayley terbata-bata, belum menyelesaikan kalimatnya, Alex lebih dulu berlari menuju ruang rawat Melanie.
Aaron menggendong Nick ikut berlari menyusul Alex, sedangkan Hayley mengatur nafas karena perutnya terasa kram.
Alex sampai di ruang tempat Melanie di rawat, melihat begitu banyak dokter dan perawat mengelilingi istrinya, ia langsung terduduk lemas di lantai.
"Sabar, Nak. Sabar, ikhlaskan," ujar Nyonya Gio menepuk pundak Alex.
Rasanya seperti bumi ini berhenti berputar, Alex seperti kehilangan pegangan, ia menangis memukul lantai, membiarkan rasa sakitnya menguap bersama pukulan yang ia hantamkan bertubi-tubi pada lantai yang tidak bersalah.
Aaron sambil menggendong Nick, merangkul sepupunya.
"Kita berdoa, Alex. Kuat!" ucap Aaron.
Beberapa dokter dan perawat sibuk menyiapkan berbagai peralatan medis, mereka melakukan beberapa suntikan di bagian tubuh Melanie, lalu melakukan kejut jantung.
Namun, detak jantungnya sudah tidak lagi terdeteksi, perjuangan Melanie berakhir. Dokter melepas semua selang dan alat bantu pernafasan di tubuh Melanie, mereka mengucapkan permintaan maaf berkali-kali karena telah gagal menyelamatkan wanita yang baru saja menjadi seorang ibu dalam beberapa jam.
Semua tenaga medis meninggalkan ruangan, hanya tinggal Alex, Aaron, Nick dan Nyonya Gio. Hayley berjalan hati-hati menuju ruangan Melanie, ia tercengang tatkala melihat semua dokter keluar dari ruangan dengan wajah lesu.
"Apa yang terjadi, Dok?" tanya Hayley.
"Maaf, Nona. Kami tidak bisa menyelamatkannya," jawab dokter.
Hayley memasuki ruangan, menyaksikan pemandangan pilu menyayat hati. Alex memeluk tubuh istrinya yang semakin pucat dengan menangis histeris.
"Melanie, tolong, buka matamu, Sayang. Buka!" teriak Alex.
"Inikah yang kamu sebut sebagai cinta. Bagaimana bisa kamu membawa cintaku ke liang lahat, aku bahkan belum bisa membahagiakanmu. Bagaimana bisa aku hidup tanpa, kamu sudah membawa segalanya, Mel. Bangun!"
Melihat reaksi Alex yang semakin tidak terkendali, Hayley mengambil Nick dari gendongan Aaron dan membawa anak itu keluar dari ruangan, sedangkan Aaron, ia terus berusaha menenangkan Alex.
Reaksi Nyonya Gio tidak terlalu terlihat, wanita paruh baya dengan rambut yang hampir keseluruhannya berwarna putih itu tampak menangis dalam diam. Pandangan matanya kosong menatap putri tunggalnya terbaring kaku tak bernyawa.
Beliau sudah ikhlas sejak Melanie mengutarakan keinginannya untuk hamil, karena itu artinya, nyawanya akan semakin terancam dengan kehadiran nyawa baru itu. Nyonya Gio tidak menolak, juga tidak setuju, ia hanya mengikuti apa yang putrinya inginkan. Yang kini ia miliki, hanya bayi perempuan kecil yang menjadi cucu sekaligus pengganti putrinya, bayi itu berada di ruang khusus karena pernafasan yang belum stabil.
Melihat reaksi menantunya yang semakin histeris, Nyonya Gio mendekat, lalu memeluk Alex.
"Sudah, cukup. Jangan tangisi dia, biarkan dia pergi dalam damai. Bukankah sudah cukup bertahun-tahun dia merasakan sakit, sudah cukup hari ini, dia tidak akan lagi merasakan sakit, dia sudah sembuh," ujar Nyonya Gio.
__ADS_1
Alex terus meronta, menangis dan memeluk jasad istrinya.
Hingga beberapa lama, Alex terjatuh tidak sadarkan diri.
Aaron membawa sepupunya berbaring di sofa, dan meminta dokter memeriksa. Karena kondisi Alex yang di nilai sangat memprihatinkan, dokter memilih untuk memberikan sedikit suntikan obat penenang.
"Tolong urus semuanya, Dok. Kami akan segera membawa jenazah pulang," pinta Aaron.
Pada hari itu juga, tubuh kaku Melanie sudah terbungkus cantik di dalam peti. Semua berduka, semua keluarga berkumpul. Wanita itu di makamkan di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari kediamannya di kota.
Aaron dan Alex beserta nyonya Gio ikut pulang untuk menghadiri prosesi pemakaman, sedangkan Hayley bersama bany Nick, ia memilih untuk tetap di rumah sakit menunggu perkembangan bayi perempuan yang Melanie lahirkan, harus ada seseorang yang tetap di sini, karena bayi kecil itu juga sangat berarti.
Pemakaman berjalan sangat lancar, Alex lebih tenang dari sebelumnya, ia hanya sesekali menangis menyeka air mata yang terlanjur jatuh, selebihnya ia mencoba tersenyum sekuat tenaga.
"Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku. Cinta memang tidak perlu di temukan, cintalah yang menemukan kita. Nasehat lama itu benar sekali, Sayang. Aku nggak akan lagi menangis karena sesuatu telah berakhir, aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Terimakasih untuk hadiah dan perjuanganmu. Aku akan menjaganya dengan nyawaku, seperti kamu membawanya ke dunia ini dengan nyawamu," pesan terakhir Alex di atas kuburan yang tanahnya masih basah menggunung.
Setelah proses pemakaman, Alex dan Aaron bergegas kembali ke Singapura. Aaron juga tidak akan tega membiarkan Hayley di rumah sakit bersama Nick, anak itu pasti rewel karena tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Sedangkan Alex, ia sedang berusaha menguatkan hatinya, mengikhlaskan apa yang sudah pergi meninggalkannya, dan menyambut apa yang sudah ia terima.
Setiap cinta, pasti memiliki ujiannya masing-masing. Tidak pernah ada satupun manusia di muka bumi ini yang lolos dari cobaan-Nya, satu per satu dari mereka akan di uji, seberapa kuat mereka, seberapa tangguh mereka. Itulah yang Tuhan lakukan untuk mengukur setinggi apa derajat umatnya.
Hayley dan Aaron, cinta mereka tumbuh karena hadirnya buah hati yang tidak di sengaja. Namun, keduanya saling menerima dan melengkapi hari demi hari, setelah penuh ujian dan pertentangan, sampai pada akhirnya, takdir berpihak pada mereka.
TAMAT
🖤🖤🖤
Alhamdulillah. Akhirnya, novel ini tamat di episode 117.
Terimakasih sudah bersedia membaca dari awal dan setia sampai akhir.
Tenang, beberapa hari kedepan, Author akan kasih satu Ekstra Chapter dari kehidupan baru Alex, kalian pasti penasan 'kan?
Terimakasih semuanya, Salam sayang, Vey Vii ❤️
❤️❤️❤️
***Author mau kasih pilihan nih, kalian mau spin off novel ini tentang kisah kehidupan Alex kedepannya, atau novel baru aja dengan cerita, latar, alur dan peran yang beda ??
__ADS_1
Silahkan pilih ya ..
Tulis di kolom komentar***.