Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Rahasia Kathrine


__ADS_3

Dengan telaten, Hayley duduk di samping Aaron yang berbaring lemah di atas kasur, laki-laki itu tampak pucat, dia berkali-kali muntah dan mengeluh pusing.


Berkali-kali ponsel Aaron berdering, Hayley sama sekali tidak memperdulikannya, jangankan untuk mengangkat si penelpon, untuk melihat siapa yang menelpon saja Hayley enggan, tidak lain dan tidak bukan pasti itu Kathrine, tebak Hayley.


"Hay, hubungi Alex. Apa keadaan kantor baik-baik saja," pinta Aaron, ia mulai mengangkat kepalanya dan di bantu Hayley untuk bersandar di sandaran kasur.


"Daripada mikirin kantor yang udah jelas-jelas ada yang ngurus, lebih baik fokus biar cepat baikan, Mr. Ice," ujar Hayley, ia berlalu pergi mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alex.


Dua kali Hayley berusaha mencoba menghubungi Alex, hanya nada sambung yang terdengar, sampai ke sekian kalinya Hayley mencoba, baru terdengar suara laki-laki itu.


"Apa sih, telpon mulu. Jangan bilang kalau kangen!" seru Alex dari sebrang telpon.


"Ih, ogah ya. Aku masih waras kali," tangkas Hayley. "Mr. Ice nanyain kabar kantor, apa nggak ada masalah?" tanyanya.


"Semuanya aman terkendali, Alex gitu!" seru Alex bangga. "Kenapa jadi kamu yang tanya, Aaron mana?"


"Lagi nggak berdaya dia. Mabuk berat, muntah parah, dehidrasi," jelas Hayley.


"Hah? habis ngapain dia?"


"Kebanyakan minum wine, tapi sekarang udah membaik kok."


Seketika Alex tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan Hayley, tawa laki-laki itu benar-benar mengejek. Hayley menjauhkan ponsel dari telinganya, karena suara tawa Alex yang terlalu keras membuat telinganya berdengung.


Sampai beberapa saat, Hayley masih setia mendengar tawa Alex yang tidak ada jedanya.


"Dia itu nggak kuat minum, udah tau lemah, masih aja coba-coba," celatuk Alex di tengah gelak tawanya.


"Saudaranya sakit bukan malah di doain yang baik-baik malah di ejek," pungkas Hayley.


"Apa dia sedang punya masalah besar sampai benar-benar memilih jalan mabuk?" tanya Alex, seperti sangat mengenal betul sifat Aaron.


"Emm ...." Hayley bingung harus menjawab apa, tidak mungkin jika dirinya menceritakan tentang gosip Kathrine yang membuat Aaron bertingkah.


"Kalau semuanya memang baik-baik saja, aku tutup dulu ya telponnya, bye," ujar Hayley sambil memutus panggilannya sebelum Alex menjawab.

__ADS_1


Hayley kembali mendekati Aaron di kasur, ia mengupas beberapa potong apel dan menyuapkannya pada Aaron.


"Alex bilang semuanya baik-baik saja," ujar Hayley.


"Syukurlah."


"Tapi, apa ini baru pertama kalinya kamu mabuk berat, Mr. Ice?"


"Hemm"


"Alex tertawa jungkir balik waktu aku cerita kamu sakit gara-gara mabuk," jelas Hayley.


"Aku memang nggak pernah lebih hebat darinya. Dia keren dalam segala hal," ujar Aaron.


"Keren apanya, nggak ada play boy keren. Buaya!" desis Hayley, ia merasa aneh jika Aaron memuji-muji sepupunya dengan kata keren, sedikit banyak Hayley sudah tau kalau Alex adalah play boy mesum.


🖤🖤🖤


Di sebuah apartemen tengah kota, Kathrine duduk di sofa bundar sambil menatap layar ponselnya dengan hati gundah. Sejak semalam ia tidak bisa menghubungi Aaron, bahkan ratusan panggilan dan puluhan pesan sudah ia kirimkan, namun sekalipun Aaron tidak membalasnya.


"Mau kemana, Sayang?" tanya laki-laki bersuara berat itu.


"Aku ada janji dengan Aaron, Bob. Tolong, ini masih terlalu pagi," ujar Kathrine.


"Istriku sedang bermasalah, Sayang. Aku nggak kuat lagi kalau kamu nggak mau bersamaku pagi ini," ujar laki-laki itu sambil merangkul pinggang ramping Kathrine, ia dengan ganas mencumbu wanita di depannya tanpa peduli posisi mereka saat ini masih di luar apartemen.


"Please, Bob! jangan sekarang, aku harus ketemu Aaron," bentak Kathrine.


"Jadi laki-laki itu lebih penting daripada aku, daripada karir mu?" tanya Bob dengan nada tinggi. "Ingat, Kath. Tanpa aku, kamu itu bukan siapa-siapa!"


Mendengar keributan, beberapa orang yang lewat memperhatikan pertengkaran mereka dengan tatapan sinis.


"Masuk!" perintah Kathrine.


Bob langsung melenggang masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa, ia menarik Kathrine agar duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Aku bisa memberikan segalanya buat kamu, kenapa masih memperdulikan laki-laki lain?" tanya Bob, ia mencium bahu polos Kathrine yang tidak tertutup kain.


"Aku mencintainya, Bob. Beberapa bulan lagi kami akan menikah," jawab Kathrine, ia merasa kesal dengan tingkah laki-laki di dekatnya, namun tidak kuasa untuk menolak.


"Kalian akan menikah? untuk apa? apakah kamu tidak puas bersamaku?" tanya Bob.


"Maaf, Bob. Kamu laki-laki beristri, sudah cukup aku menjadi wanita simpanan, aku nggak mau menjadi istri mudamu," keluh Kathrine.


"Kalau kamu mau, aku akan menceraikan wanita pesakitan itu dan menjadikanmu istriku satu-satunya."


"No! aku mencintai Aaron, kami akan menikah."


"Baiklah, terserah apa maumu, Sayang. Asalkan kamu memuaskan pagi ini, aku akan melepaskan mu dengan ikhlas," seloroh Bob. "Dan juga, setelah film itu selesai, aku pastikan kamu akan menjadi aktris termahal dan terpopuler."


Janji-janji manis yang selalu Bob tawarkan, membuat Kathrine sangat tergoda menerima laki-laki itu di atas ranjangnya. Bob adalah produser film layar lebar terbaik yang sedang berada di posisi puncak, tentu saja dengan menjadi simpanan laki-laki itu akan sangat membantu Kathrine meraih semua mimpi dan cita-citanya.


"Aku akan memberikan pelayan terbaik pagi ini, asalkan kamu mampu memenuhi satu syaratku," pinta Kathrine. "Pastikan semua gosip yang beredar tentang kita lenyap, dan buat publik percaya jika aku sudah mempunyai kekasih seorang pebisnis hebat seperti Aaron. Pastikan jalanku akan mulus tanpa hambatan."


"Ah, itu soal mudah, Sayang," desis Bob. "Cukup satu ronde, aku akan membiarkanmu menemui laki-laki itu."


Kathrine mengangguk dengan menampilkan senyum termanisnya, ia langsung berdiri dari pangkuan Bob dan menanggalkan gaun kuning di tubuhnya hingga memperlihatkan kulit putih mulus yang polos.


Bob menggeleng pelan, ia menelan air liurnya sambil mengatur nafas yang mulai tak terkendali. Baginya, Kathrine adalah sosok wanita yang paling hebat di atas ranjang, puluhan wanita yang pernah menjadi simpanannya tidak pernah seliar Kathrine dalam berperan.


Kemolekan tubuh Kathrine dan aksi nakal wanita itu selalu menghipnotis Bob sampai ia rela melakukan apapun demi mendapatkan kenikmatan sesaat bersama Kathrine. Tidak kuasa menahan desakan senjata terlalu lama, Bob menarik tubuh Kathrine dan melancarkan aksinya di atas sofa yang sempit.


Usai pergumulan panas satu sesi berlangsung, Bob memenuhi janjinya, ia menghubungi seluruh bawahannya untuk memblokir semua media yang memberitakan gosip tentang wanita yang tergolek lemas tanpa busana di sampingnya.


"Terimakasih, Bob. Aku mengandalkanmu," desah Kathrine sambil mengelus dada bidang laki-laki itu.


🖤🖤🖤


Bersambung ...


Terimakasih buat pengertian kalian semua, ILY ❤️

__ADS_1


Kalau nggak puas baca 1 bab, bisa di skip dulu sampai beberapa hari jangan di buka, di tumpuk dulu 😁


__ADS_2