Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Curiga


__ADS_3

Setelah pulang dari pertemuan bersama tuan Theo, Aaron dan Alex langsung kembali menuju kantor untuk melakukan pemantauan kinerja hari ini.


Aaron melihat Hayley duduk di kursinya sambil menatap layar komputer. Sekilas, Aaron merasa nyaman ketika melihat Hayley begitu ceria dan bersemangat menjalani hari-harinya, gadis itu tidak pernah sekalipun mengeluh dengan berbagai pekerjaan yang di bebankan padanya.


Selama ini, pekerjaan dan semua urusan yang di serahkan pada Hayley selalu selesai dalam waktu cepat tanpa kesalahan. Alex sendiri sudah mengakui jika kinerja Hayley tidak perlu di ragukan lagi.


🖤🖤🖤


Hari minggu di rumah Aaron.


Seperti biasa, ketika hari minggu Aaron dan Alex menghabiskan pagi mereka untuk berolahraga di lantai 3 rumah Aaron.


Hayley tidak pernah ikut, namun kali ini dia tertarik untuk sekedar melihat-lihat ruang lukisan yang pernah Aaron ceritakan.


"Apa lukisan ini mahal, Mr. Ice?" tanya Hayley, sambil menunjuk lukisan yang menampakkan beberapa orang menunggangi kuda mereka sedang berburu banteng.


"Yang itu? lumayan mahal, aku mendapatkannya dari acara lelang di Perancis beberapa tahun lalu," jelas Aaron.


"Berapa harga lukisan seperti ini?"


"Hampir mencapai 200 milyar. Ini adalah lukisan asli orang Indonesia yang di lelang di Perancis, dan aku membawanya kembali ke Indonesia sebagai barang koleksi pribadiku."


"Wow, 200 milyar? itu uang semua apa campur daun?" ungkap Hayley tidak percaya. Sedangkan Aaron hanya menanggapinya dengan lirikan.


"Lukisan semahal ini, kalau aku jual, pasti cukup buat beli rumah mewah, mobil, terus bikin usaha juga, wah ...." Hayley mengungkapkan apa yang ada di kepalanya.


"Apa kamu berpikir untuk menjualnya?" selidik Aaron.


"Bisa jadi."


"No, Hayley. Ini lukisan favoritku. Kalau kamu butuh uang, tinggal minta, jangan jual-jual barang-barang pribadiku," sergah Aaron tampak serius.


Hayley mengulum senyum, ia memperhatikan dengan seksama wajah Aaron yang terlihat pucat.


"Jangan-jangan, setelah kita bercerai nanti, kamu bakalan menuntut harta gonogini?" tanya Aaron lagi.


Seketika Hayley tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa Aaron berpikir sejauh itu tentang perceraian dan harta gonogini, pernikahan mereka baru berjalan 2 bulan, namun membayangkan menjadi janda di usia muda adalah hal yang sangat menakutkan bagi Hayley.

__ADS_1


Aaron dan Hayley memperhatikan Alex yang asik berenang sambil mempraktekkan berbagai gaya di dalam air.


"Minggu depan aku ada perjamuan di Eropa, sekalian pengen ketemu Kathrine. Kamu mau ikut?" tanya Aaron.


"Kalau berurusan dengan Kathrine, sebaiknya jangan membawaku, Mr. Ice. Aku nggak suka jadi perusak hubungan orang," jawab Hayley.


Hayley sadar, jika Kathrine sama sekali tidak menyukainya. Terlihat dari pertemuan pertama mereka, Kathrine selalu menunjukkan rasa benci dan tatapan sinisnya pada Hayley.


"Baguslah, aku juga akan lebih leluasa kalau kamu nggak ada. Lagipula Alex juga menolak ikut," lanjut Aaron.


Hayley hanya mengangguk paham, jika Aaron pergi selama beberapa hari ke Eropa, maka dia bisa sedikit merasa longgar dari pekerjaan yang menumpuk.


🖤🖤🖤


Rencana pergi ke Eropa tinggal dua hari lagi, Aaron sudah mempersiapkan segala kebutuhan dan keperluannya selama di sana, termasuk menyewa hotel dan memberi kabar pada kekasihnya, Kathrine.


Sebenarnya Aaron ingin sekali memberi kejutan tiba-tiba pada Kathrine, namun hal itu ia urungkan mengingat Kathrine adalah wanita karir yang sibuk, ia takut jika saat kedatangannya malah bertabrakan dengan jadwal kesibukan Kathrine, jadi Aaron meminta agar wanita itu mengambil cuti kerja selama beberapa hari saat dirinya di Eropa.


Setelah rapat dewan direksi yang rutin di laksanakan setiap sebulan sekali, Aaron begitu jengkel karena mendengar kabar dari beberapa pegawai di kantornya bahwa Hayley di curigai sedang dekat dengan presiden direktur PT. M-Ral, yaitu Marcellus Gerarld.


"Apa sih, yang nggak aku ketahui," jawab Alex datar, tidak memperhatikan Aaron yang mulai kepanasan.


"Kamu tau, tapi kamu diem aja?" tanya Aaron.


"Terus aku harus gimana, Aaron. Hayley itu wanita normal, dia baik, laki-laki mana yang nggak suka sama dia," seloroh Alex, makin menambah kekesalan Aaron.


"Aku ini suaminya, Alex. Nggak bisa gitu dong!" pekik Aaron.


"Suami? pernikahan kalian hanya atas perjanjian hitam di atas putih. Di dalam perjanjian itu sudah tertulis, jika diantara kalian tidak boleh ada yang mencampuri urusan pribadi masing-masing." Alex mengingatkan.


Entah mengapa, ada perasaan kesal luar biasa mendengar kabar kedekatan Hayley dengan Marcel, ia tau jika status Hayley hanya istri bayaran, tapi terasa sedikit menyakitkan melihat orang yang selama 24 jam menghabiskan waktu bersamanya kini sudah memiliki dambaan hati lain.


"Panggil Hayley kesini, aku mau ngomong sama dia," pinta Aaron pada Alex.


"Mau ngomongin apa?" tanya Alex.


Aaron hanya diam, tidak menggubris pertanyaan menyebalkan yang Alex layangkan padanya.

__ADS_1


Berjalan keluar ruangan, Alex menemui Hayley yang sedang mengurus beberapa dokumen di ruangan rapat.


"Aaron nyari kamu tuh!" ujar Alex.


"Ada apa?" tanya Hayley, namun Alex hanya mengendikkan bahu dan berlalu pergi.


Tanpa berpikir panjang, Hayley segera menyelesaikan pekerjaannya dan menemui Aaron.


"Ada apa mencariku, Mr. Ice?"


"Lusa ikut aku ke Eropa, persiapkan dirimu dan semua barang-barang yang perlu kamu bawa."


"Apa? katanya aku nggak perlu ikut?"


"Aku berubah pikiran, pokoknya kamu harus ikut. Biar semua pekerjaan kantor Alex yang urus."


"Ah, menyebalkan sekali!" gerutu Hayley. Dirinya merasa kesal karena Aaron tiba-tiba saja berubah pikiran, padahal Hayley sudah ada janji dengan Marcel untuk datang ke pesta ulang tahun Sharaa, mama Marcel.


Diam-diam Aaron memperhatikan Hayley, ia merasa jika Hayley sedang menyembunyikan sesuatu di belakangnya.


Setelah Hayley keluar dari ruangannya, Aaron menghubungi orang kepercayaannya yang lain.


"Aku butuh semua hal pribadi tentang Marcellus Gerarld, kehidupannya, keluarganya, atau bahkan kekasihnya. Berikan semua informasi itu padaku paling lambat besok!" perintah Aaron.


"Baik, baik. Kami akan dengan cepat mencari informasi yang tuan butuhkan," jawab seorang laki-laki dari sebrang telepon.


Aaron meletakkan ponselnya dengan kasar di atas meja, ia curiga jika Marcel mendekati Hayley karena sedang merencanakan sesuatu yang jahat, Aaron berpikir jika Marcel hanya memanfaatkan Hayley sebagai jembatan untuk mengetahui seluk beluk perusahaannya saat ini.


Alex sudah lebih dulu mengetehui kedekatan antara Marcel dan Hayley, ia membiarkannya, tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi Hayley.


Sudah berulang kali Alex meminta Aaron untuk lebih memperhatikan Hayley, namun sepertinya sia-sia, Aaron seperti tidak menginginkan pernikahan bohongan ini menjadi pernikahan yang sesungguhnya.


Alex mulai mencurigai sikap Aaron yang sangat bersemangat datang ke Eropa, apalagi negara itu adalah tempat Kathrine tinggal.


🖤🖤🖤


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2