Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Kedatangan Kathrine


__ADS_3

Usai memberikan pelayanan terbaiknya pada Bob, Kathrine segera bergegas membersihkan diri dan bersiap menuju hotel tempat Aaron menginap, dia tidak tau apa yang terjadi pada Aaron, namun dia yakin jika Aaron belum kembali ke Indonesia.


Seorang sopir pribadi dengan mobil mewah sudah Bob siapkan untuk mengantar Kathrine menemui Aaron, segala fasilitas mewah yang di miliki Kathrine adalah pemberian Bob, laki-laki kaya itu sudah seperti mesin uang bagi Kathrine.


Setelah sampai di lobi hotel, Kathrine meminta kepada pihak hotel untuk memberitahunya dimana letak kamar Aaron, namun pihak hotel menolak tegas, tidak ada seorangpun yang boleh mendapatkan informasi tentang tamu hotel ini, apalagi Aaron memilih kelas VIP di hotel ini, tentu saja semua data pribadi beserta letak kamar akan di rahasiakan dengan rapat.


Kathrine tidak kehabisan cara, ia menyuap seorang petugas hotel untuk mencari tau nomor kamar Aaron, hampir satu jam menunggu, akhirnya wanita itu mendapatkan informasi akurat mengenai lokasi kamar kekasihnya.


Kathrine melenggang penuh pesona menuju kamar tempat Aaron dan Hayley menginap, ia sudah berdandan sangat cantik dengan gaun merah menyala dan rambut pirang yang tergerai indah, berharap Aaron sangat senang dengan kejutan ini.


Tok ... Tok ... Tok ....


Kathrine mengetuk pintu pelan, ia mengulum senyum membayangkan wajah bahagia Aaron saat mengetahui kedatangannya.


Namun senyum itu lenyap saat pintu di buka, Hayley berdiri di sana sambil menatap tajam pada Kathrine, ia tidak percaya jika Kathrine bisa tau bahwa mereka menginap di sini.


"Kamu!" Kathrine berucap sinis sambil menuding Hayley. "Jadi, kalian tidur dalam satu kamar?" tanya Kathrine kesal.


"Tenang aja, kita nggak ngapa-ngapain kok," jawab Hayley santai, ia membuka pintu lebar dan mempersilahkan Kathrine masuk.


"Aaron, sayang. Kamu kenapa?" tanya Kathrine, mendekati Aaron yang duduk bersandar di atas kasur.


"Aku, sedang kurang sehat, Kath. Maaf nggak ngasih kabar kamu," jawab Aaron.


"Hmm, nggak papa, Sayang. Apa yang terjadi sama kamu semalam?" tanya Kathrine. "Apa kamu terlalu banyak minum di perjamuan tuan Kelvin?"


"Ah, iya. Mungkin itu penyebabnya." Aaron berbohong.


"Apa wanita itu merawatmu dengan baik?" Kathrine melirik Hayley yang duduk sambil bermain ponsel di sofa.


"Siapa? Hayley? tentu saja."


"Percuma kamu membayarnya mahal kalau nggak becus ngurus kamu," ujar Kathrine dengan suara sedikit lebih keras.


"Lagipula kenapa bawa dia kesini segala sih, kamu kan bisa nginap di apartemenku," keluh Kathrine, wanita itu benar-benar keberatan dengan Hayley yang selalu dekat dengan Aaron.


Hayley yang duduk di sofa tidak jauh dari mereka berpura-pura tuli tidak mendengar berbagai keluhan Kathrine yang seakan memojokkannya.


"Hayley, tolong tinggalkan kami berdua," ucap Aaron, ia meminta Hayley keluar dari kamar dan meninggalkan dirinya berbicara empat mata dengan Kathrine.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Hayley bangkit dari duduknya dan mengambil tas slempang yang terletak di meja, ia pun lebih senang keluar dari kamar dan menghindari masalah dengan Kathrine.


Hayley berjalan keluar hotel dan memesan taksi, ia memilih untuk menikmati liburan kali ini dengan jalan-jalan, meskipun ini adalah pertama kalinya dia berada di luar negeri, berkat banyak hal yang ia ketahui dari Breanda ia jadi percaya diri untuk berkelana sendiri.


🖤🖤🖤


Di dalam kamar hotel, Kathrine dengan sangat bangga menceritakan tentang popularitasnya di negara ini, dirinya bahkan sudah mendapatkan penawaran kontrak kerja dengan berbagai agensi model internasional dari berbagai negara.


Aaron hanya menyimak, ia tidak ingin menyela cerita yang sudah di rangkai Kathrine begitu panjang.


Usai bercerita, Aaron mulai membenarkan posisi duduknya agar lebih santai, ia merangkul bahu Kathrine dan menyandarkan kepala gadis itu di bahunya.


"Kath, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Aaron, dia benar-benar berpikir untuk mengetahui kebenaran tentang gosip itu, jika tidak, dirinya akan di hantui rasa penasaran yang tidak berkesudahan.


"Tanyakan saja, Sayang," timpal Kathrine.


"Semalam, saat di pesta perjamuan yang aku datangi, ada seseorang yang bercerita mengenai gosip tentangmu," ujar Aaron, ia mengelus pelan rambut Kathrine agar wanita itu tetap tenang.


Seketika wajah ceria Kathrine berubah pucat, Aaron ternyata lebih dulu mendengar tentang gosip itu.


"Go-gosip, gosip apa, Sayang?" tanya Kathrine, ia berusaha menyembunyikan kegugupannya.


"Apa maksudmu, Sayang. Mana mungkin aku berkhianat, 8 bulan lagi kita akan menikah, aku sudah merencanakan semuanya," jelas Kathrine. "Setelah kontrak kerjaku selesai, kamu bisa menceraikan wanita itu dan menikah denganku."


"Benarkah? lalu, tentang gosip itu ...."


"Cukup, Sayang. Bagi aktris dan model terkenal sepertiku, gosip-gosip murahan tentang hubungan asmara, kehidupan pribadi, dan hal-hal buruk akan selalu ada, itu sedikit banyak bisa membantuku semakin populer. Jadi, jangan percaya gosip, itu hanya sandiwara media," dalih Kathrine, ia berusaha mencari alasan yang logis.


Dia tau jika Aaron sangat mempercayai semua ucapannya, Aaron memang bodoh, mudah sekali untuk di bohongi oleh kekasihnya sendiri, dengan berdalih seperti itu, Aaron tidak lagi ingin mempertanyakan dengan siapa Kathrine di gosipkan.


Mata Aaron sudah di butakan oleh cinta, dia tidak menyadari sandiwara apa yang sedang Kathrine mainkan.


"Kalau begitu, ikutlah aku pulang ke Indonesia selama beberapa hari, berhenti sejenak dari pekerjaanmu dan menemaniku di sana," pinta Aaron.


"Tapi ...." Kathrine ingin menolak, namun Aaron terus memaksa.


Setelah cukup lama merayu, Aaron berhasil meyakinkan Kathrine untuk membawanya pulang ke Indonesia.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Dua hari setelah keadaan Aaron membaik, Kathrine meminta cuti syuting dan libur dari semua kegiatannya, ia akan ikut pulang bersama Aaron dan Hayley. Meskipun dirinya sedikit keberatan berangkat bertiga bersama Hayley, namun Aaron tetap membujuknya dengan sabar.


Mereka pulang bertiga ke Indonesia dengan selamat dan langsung menuju rumah Aaron.


"Dimana aku akan tidur, Sayang?" tanya Kathrine.


"Kamu istirahat di kamar tamu, Kath. Kamar lantai atas sudah penuh," jawab Aaron.


"Tapi, aku maunya tidur sama kamu," rayu Kathrine sambil bergelayut manja di lengan Aaron, sedangkan Hayley membuang muka, ia muak dengan sikap Kathrine yang berlebihan.


"Nggak bisa, kita akan tidur satu kamar kalau sudah menikah. Bersabarlah, 8 bulan lagi."


"Ah, kamu!" Kathrine menghentakkan kaki ke lantai dengan kesal.


Mereka sudah sampai di rumah siang hari, karena pesawat yang mereka tumpangi berangkat sangat pagi sehingga sampai lebih cepat.


Makan malam berlangsung penuh drama, Kathrine selalu saja menempel pada Aaron bagai perangko, sedangkan Hayley berusaha keras untuk tidak peduli dengan kegiatan mesra mereka yang di pertontonkan secara umum.


Saat makan malam selesai Hayley langsung kembali ke kamarnya, sedangkan Kathrine duduk di pangkuan Aaron, ia mengalungkan tangannya di leher kekasihnha dengan manja.


Tiba-tiba Alex datang dalam waktu yang tidak di sangka-sangka, Alex begitu terkejut dan tidak percaya dengan pemandangan yang sedang ada di hadapannya.


"Apa-apaan ini? Aaron, kamu masih ...." ujar Alex terputus, ia menatap tajam pada Aaron dan Kathrine di pangkuannya.


"Benar, Alex. Aku dan Kathrine masih berhubungan, biarkan dia menginap disini selama beberapa hari," jawab Aaron santai, sedangkan Alex wajahnya sudah merah padam menahan kesal.


"Dasar, jal*ng!" maki Alex pada Kathrine. "Aku pikir kalian sudah putus hubungan, makanya aku nggak ngasih tau kamu tentang ulah wanita murahan itu, ternyata ...."


"Jaga mulutmu, Alex!" bentak Aaron, ia menurunkan Kathrine dari pangkuannya. "Kamu sudah kelewatan kali ini, jangan menghina Kathrine seperti itu, Alex. Aku tau kamu nggak pernah suka sama Kathrine, tapi itu bukan satu alasan kamu menghinanya serendah itu."


"Itu kenyataan, Bro!" teriak Alex. "Buka matamu, Aaron. Dia itu wanita ular, wanita rendahan, perusak rumah tangga orang."


PLAK!!!!


Aaron menampar Alex dengan keras, laki-laki itu sampai meludah karena sudut bibirnya berdarah. Sedangkan Kathrine, dia tersenyum puas melihat pertengkaran seru dua laki-laki di depannya.


🖤🖤🖤


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2