
Dua minggu berlalu, Aaron dan Hayley semakin kompak dalam merawat dan mengasuh baby Nick, berbagai kelas parenting secaa online ataupun tatap muka mereka selalu mereka ikuti.
"Sayang, lihat baik-baik Nick, bangun!" teriak Hayley dari dalam kamar mandi, ia melihat Aaron tertidur pulas dan membiarkan baby Nick mengoceh sendirian di sampingnya.
"Hmm," sahut Aaron dengan nada malas, ia mengerjap sesaat dan melirik anaknya yang menendang tubuhnya dengan kaki kecil.
"Apa kamu mau ku gendong?" tanya Aaron, ia duduk dan mengucek matanya yang masih ngantuk.
Tidak ada yang salah dengan baby Nick, dia sangat sehat dan aktif. Namun, setiap malam ia selalu saja rewel, hanya tidur satu atau dua jam menjelang subuh, dan akan bangun lebih awal dari pada kedua orang tuanya.
Dokter sudah memeriksa, tapi itu hanya sebuah fase pertumbuhan yang bayi alami, dokter menyarankan Aaron dan Hayley untuk tidak khawatir.
Setiap hari sejak pulang dari rumah sakit, baby Nick akan menghabiskan waktu siang sampai sorenya untuk tidur, hanya bangun sesekali saat haus. Namun, dia menghabiskan waktu malamnya untuk bermain, meminta Hayley dan Aaron tetap terjaga untuk menggendongnya secara bergantian.
Aaron duduk dengan tubuh yang lelah, hampir semalaman ia terjaga, ia mengalah demi Hayley, meminta istrinya tidur nyenyak dan mengambil giliran untuk menjaga baby Nick semalaman.
Sepersekian detik, ia tertidur dalam keadaan duduk, lalu terkejut dengan suara baby Nick yang tiba-tiba merengek.
"Apa? apa?" ucap Aaron berusaha meraih kesadaran. "Apa yang terjadi, Baby?" tanyanya, lalu menggendong baby Nick.
"Ada apa, Sayang?" tanya Hayley, wanita itu keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut yang basah, ia menatap suaminya yang berdiri dengan mata yang lelah.
"Kalau masih ngantuk, tidur aja lagi. Biarkan Nick disini," ucap Hayley. "Resepsi pernikahan Alex dua jam lagi, kamu bisa istirahat sebentar, Sayang."
"Nggak perlu. Aku akan membawa dia berjalan-jalan."
Aaron keluar dari kamar sambil menggendong baby Nick, tanpa mengenakan kaos dan hanya memakai celana pendek, Aaron tidak peduli, ia berjalan menuju ruang tengah.
Hayley begitu bahagia, selain karena Samantha dan Albern yang sudah bersikap baik padanya, Aaron juga sangat pengertian, laki-laki itu pantas mendapatkan penghargaan suami tersiaga tahun ini.
Setiap malam, Hayley hanya mendapat giliran menjaga baby Nick saat bayi kecil itu haus, setelah Hayley memberikan ASI dan baby Nick mulai tenang, Aaron yang akan menggendongnya semalaman.
Hayley menyiapkan perlengkapan bayi yang akan ia bawa ke rumah Alex, kebetulan resepsi pernikahan Alex dan Melanie di selenggarakan di rumah mereka sendiri dengan konsep taman, jadi ia tidak keberatan membawa baby Nick, hanya ada keluarga besar dan beberapa orang terdekat. Karena kondisi Melanie yang tidak sehat, Alex memilih untuk melakukan resepsi secara sederhana, agar lebih praktis dan cepat, menghindari agar Melanie tidak kelelahan dan cukup istirahat.
__ADS_1
Hayley berdandan cantik pagi ini, ia memakai dress selutut berwarna gold dengan aksen mutiara di bagian bawah, ia juga menyiapkan jas dan kemeja Aaron dengan warna yang senada.
Setelah selesai dengan dirinya dan semua persiapan, Hayley keluar dari kamar berniat untuk mencari Aaron, ia harus mengganti pakaian baby Nick, bayi itu sudah mandi sejak dua jam yang lalu sebelum Aaron bangun, dan sekarang hanya tinggal menggantikan bajunya saja.
"Sayang," panggil Hayley, ia menuruni tangga tanpa menoleh ke ruang tengah depan Tv.
Berjalan menuju taman samping, Hayley tidak menemukan siapapun di sana, hanya ada tukang kebun yang sedang membersihkan taman.
"Apakah Tuan Aaron ke sini?" tanya Hayley.
"Tidak, Nona. Saya tidak melihat tuan datang," jawab laki-laki paruh baya yang sudah bekerja di rumah ini selama empat tahun lamanya.
Tadi, Aaron berpamitan untuk mengajak baby Nick jalan-jalan. Jadi, Hayley berpikir jika Aaron akan berada di taman.
Saat melewati dapur, Hayley bertanya pada Laksmi.
"Apakah tuan Aaron lewat sini?" tanya Hayley.
Namun lagi-lagi Hayley tidak menemukan siapapun. Merasa lelah, ia berniat untuk kembali ke kamar, berpikir jika Aaron dan anaknya sudah kembali lebih dulu.
Saat melewati ruang tengah, ia melihat selimut yang tercecer di lantai. Hayley pun mendekat, dan melihat sosok Aaron dan baby Nick yang tertidur di sofa.
"Ah, Ya Tuhan, aku sudah mencari kalian ke mana-mana, ternyata di sini," gumam Hayle
"Sayang," bisik Hayley di dekat telinga Aaron, ia menggosok lembut pundak suaminya.
"Istirahatlah dulu, aku akan membawa Nick," ucap Hayley, ia meminta baby Nick dari gendongan Aaron, dan membiarkan suaminya kembali tidur di atas sofa.
Beruntung baby Nick pulas dalam gendongan papanya, jika berontak sedikit saja, maka tidak akan ada yang tau apa yang terjadi, bisa saja bayi itu terjatuh, karena Aaron tertidur sangat pulas.
"Ah, Baby. Bagaimana bisa kamu dan papamu tidur di atas sofa, bagaimana kalau kamu jatuh, Nak," ucap Hayley pada anaknya.
__ADS_1
Karena Aaron yang enggan mandi dan bayinya yang masih tertidur, Hayley memilih untuk menelpon Andini.
"Halo, Bu. Aku akan meminta sopir untuk menjemput ibu dan langsung mengantarkan ibu ke rumah Alex. Suamiku masih ngantuk dan Nick juga masih tidur. Aku mungkin sedikit terlambat," jelas Hayley.
Andini pun menyetujuinya. Ibu Hayley itu sudah semakin membaik akhir-akhir ini, beberapa hari di awal kelahiran baby Nick, Andini menginap di rumah ini dan membantu Hayley merawat anak pertamanya itu, karena ini adalah pertama kalinya Hayley memiliki anak, maka Andini dengan senang hati mengajarkan tentang tata cara memandikan dan merawat tali pusar baby Nick yang saat itu masih basah.
🖤🖤🖤
Satu jam setengah berlalu, akhirnya Aaron dan si bayi baru siap untuk berangkat, Hayley yang sudah berdandan cantik sejak tadi, kini harus kembali mengoles lipstik di bibirnya.
"Ayo cepat, Sayang. Penghulu datang 40 menit lagi," ucap Hayley, ia menyuruh Aaron membawa tas bayi berisi popok dan perlengkapan baby Nick.
Aaron dengan tergesa-gesa berjalan lebih dulu dan menyiapkan mobil.
Jarak rumah mereka dengan rumah Alex tidak terlalu jauh, hanya di tempuh dalam waktu lima belas menit saat kondisi jalan lancar dan tidak macet. Beruntung, karena ini hari jumat, maka jalanan tampak lenggang di jam-jam seperti ini.
Saat turun dari mobil, mereka sudah di sambut Andini dan Alex, serta beberapa orang yang Aaron suruh untuk mengeluarkan hadiah pernikahan dari bagasi mobil. Hayley dengan hati-hati menyerahkan baby Nick dalam gendongan neneknya.
"Nggak nyangka. Si playboy kini tobat!" goda Hayley, ia mencubit lengan Alex, laki-laki berambut silver itu kelihatan sangat tampan dalam balutan jas putih yang menawan.
Alex tertawa lepas, lalu merangkul Hayley dan Aaron.
"Terimakasih sudah menjadi keluargaku," ucap Alex.
"Nggak usah mellow gitu. Ini hari bahagia, kita harus bersenang-senang," ucap Aaron.
Pict Alex nikah 🖤
Bonus, Alex cool 🖤🖤
__ADS_1