Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Jatah olah raga


__ADS_3

Makan malam berjalan menyenangkan di selingi dengan ocehan Breanda yang menceritakan tentang keinginannya memiliki pacar.


Sadar atau tidak, Aaron tidak terlalu menanggapi apa yang di bicarakan sang adik, meskipun adiknya sedang berusaha memberikan kode keras padanya agar paham.


"Mama nanya kakak terus, kenapa nggak pernah ke rumah?" tanya Breanda.


"Sibuk," jawab singkat Aaron, tanpa menoleh. Laki-laki lebih sibuk memilihkan menu makan untung sang istri.


Usai makan malam selesai, mereka bertiga duduk di depan layar televisi besar sambil menikmati camilan buah segar. Aaron duduk di samping Hayley sambil mengelus lembut perut sang istri, sesekali ia mengajak ngobrol sang buah hati di dalam perut sambil berbisik.


Breanda yang duduk tidak jauh dari mereka, benar-benar merasa iri dengan kebahagiaan yang Aaron peroleh. Tentu saja ia juga iri dengan kasih sayang dan perhatian lebih yang kakak iparnya dapatkan.


"Kak, boleh nggak aku minta tolong?" ujar Breanda serius, kali ini dia benar-benar membutuhkan sang kakak.


"Hmm." Lagi-lagi Aaron cuek padanya.


"Sayang, dengarkan dulu adikmu," sela Hayley, dirinya merasa kasihan pada Breanda yang sedari tadi berniat mengutarakan maksudnya namun Aaron terkesan cuek.


"Aku dengar kok," ucap Aaron. "Ada apa?" ia menoleh sang adik.


"Aku ... mau di jodohin sama papa," ungkap Breanda, ia menarik nafas panjang mengurangi rasa sesak dadanya.


Mengernyitkan dahi, Aaron bertanya. "Sama siapa? kamu kan masih belum lulus kuliah. Kenapa terburu-buru?"


"Anak dari teman papa. Juga orang yang pernah menjadi rekan bisnis di perusahaan Conan Dream dulu."


"Dasar orang tua! lagi-lagi mereka harus mengorbankan anak demi keegoisan mereka!"


"Kakak, tolong aku ya ...."

__ADS_1


"Entahlah, Bre. Kamu jelas tau sendiri bagaimana sifat papa dan mama. Kalaupun kamu menolak, itu akan berakibat fatal."


"Aku tau, Kak. Tapi ... aku bahkan nggak kenal siapa orang yang mau di jodohin sama aku. Cita-citaku masih panjang, aku masih butuh waktu untuk menikmati masa-masa remajaku. Aku nggak mau nikah dulu," ungkap Brranda sedih.


"Kakak beruntung, bisa lepas dari perjodohan dengan Ellera. Lalu bagaimana dengan nasib kak Beatricia, aku nggak mau bernasib sama dengannya," lanjut Breanda.


Beatricia adalah anak pertama Albern, dia kakak dari Aaron dan Breanda. Beatricia menikah beberapa tahun lalu, ia juga di jodohkan oleh Albern untuk menikah dengan seorang pengusaha sukses di negara tetangga, Albern dan calon suami Beatricia memiliki hubungan kerja sama yang erat dan saling menguntungkan, maka dari itu Jackson Keneer juga menerima perjodohan itu.


Selama 5 tahun menikah, Beatricia sama sekali tidak pernah di sentuh oleh sang suami. Karena alasan mereka menikah hanya soal bisnis. Namun, wanita itu bisa menghasilkan 2 anak perempuan, tentu saja dari laki-laki lain, karena suaminya sama sekali tidak menginginkannya.


Badai rumah tangga Beatricia datang silih berganti, 2 anak perempuan yang ia lahirkan, tetap di akui oleh Jackson Kenner, demi menjaga nama baik keluarga, laki-laki itu melakukan segalanya.


Lalu kenapa Beatricia bertahan bersama Jackson?


Tentu saja karena laki-laki itu super kaya, seorang milyader yang bisa menghasilkan jutaan dolar dalam hitungan menit.


Meskipun Jackson tidak menyukai Beatricia, namun ia tetap memenuhi seluruh kebutuhan wanita itu. Hidup bergelimang harta dan bebas berfoya-foya adalah hobi Beatricia, dan hanya Jackson yang mampu memberikan itu, jadi dia bertahan sampai sejauh ini.


"Aku akan meminta papa, kita akan berunding," ujar Aaron.


"Pokoknya kakak harus janji bantu aku."


"Kita akan berusaha, tapi nggak ada yang bisa melawan kehendak papa. Kamu tau itu."


Hayley hanya diam mendengarkan pembicaraan dua bersaudara itu, bagi Hayley, rasanya hidup sederhana itu lebih menyenangkan dari pada harus hidup mewah dengan banyak tekanan.


Seperti halnya Breanda, ia hidup dengan banyak uang, ia bisa mendapatkan segalanya hanya dengan menadahkan tangan pada sang papa, Aaron juga sering kali mentransfer sejumlah uang yang nilainya cukup besar untuk uang jajan sang adik. Namun, hidup gadis itu tidak hanya berada di garis takdir Tuhan, melainkan ada campur tangan Albern yang akan memaksakan segala kehendak yang ia inginkan pada sang anak.


Hayley merasa beruntung, pernikahan yang awalnya menjadi bencana baginya, kini berubah menjadi surga dunianya.

__ADS_1


Aaron menjanjikan sang adik untuk berunding dengan Albern, ia akan berusaha membuat papanya yakin bahwa perjodohan bukanlah satu-satunya jalan meraih keuntungan singkat.


"Pulanglah. Lusa, aku akan datang ke rumah," ujar Aaron.


Dengan hati cukup lega, akhirnya Breanda pulang, ia memang tidak yakin Aaron mampu membantunya melawan kehendak sang papa, tapi apa salahnya mencoba dan berusaha.


Sepeninggal Breanda, Aaron langsung mengajak Hayley masuk ke dalam kamar ia tidak pernah membiarkan sang istri tidur terlalu larut malam, kecuali ada sesuatu yang mereka inginkan.


Hayley mengganti piyamanya dengan lingerie kesukaan Aaron, warna merah maroon yang terlihat seksi dan menggoda.


"Kamu cantik, Sweetheart. Kemarilah," ujar Aaron, meminta Hayley yang duduk di depan meja rias untuk mendekat dan naik ke atas kasur.


Tanpa banyak kata, Hayley menuruti keinginan suaminya, ia naik ke atas kasur dan berbaring di samping Aaron, menggunakan dada bidang Aaron sebagai bantal, Hayley sangat menyukai momen seperti ini.


Dengan lembut, Aaron meraba tubuh Hayley yang hanya berbalut kain tipis, tangannya terus bergerilya menyentuh bagian depan tubuh sang istri.


"Jangan menggodaku, Sayang. Ini sudah malam."


"Tanpa kamu beritahu pun, aku tau kalau ini malam. Dan, sudah dua hari ini aku nggak dapat jatah olah raga," ucap Aaron sensual, ia sengaja meremas buah dada sang istri secara tiba-tiba, membuat bulu kuduk Hayley seketika meremang. Dengan cepat, Hayley menepisnya.


"Hmm. Kasihan sekali, Breanda. Aku tau dia sedang sangat tertekan," seloroh Hayley, mencoba mengalihkan pembicaraan tentang olah raga malam yang sedang Aaron inginkan.


"Kamu mengalihkan pembicaraan. Aku sedang membahas hak ku yang di liburkan selama 2 hari, Sweety."


Tersenyum kecut, Hayley tau jika sang suami tidak akan bertahan lebih dari tiga hari. Sejak hubungan mereka semakin membaik, Aaron tidak lagi sungkan meminta jatahnya sesering mungkin. Jika ia tidak mendapatkannya malam hari, ia akan meminta di pagi hari, dan jika lebih dari 2 hari ia tidak juga mendapatkannya, maka Aaron akan bolos ke kantor dan menghabiskan waktunya selama seharian penuh untuk merayu sang istri.


"Aku capek, Sayang. Libur lagi, ya.


"Kamu capek? mana yang capek, sini aku pijat," ucap Aaron bersemangat, laki-laki itu langsung bangkit dan duduk di samping Hayley.

__ADS_1


🖤🖤🖤



__ADS_2