Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Bertemu Alex


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan Alex dan acara makan malam selesai, Hayley segera pamit kepada Sharaa, wanita itu mencium dan memeluk hangat Hayley seperti putrinya sendiri.


"Hayley, sering-seringlah datang ke sini," ucap Sharaa sebelum melepas kepulangan Hayley.


"Baik, Tante. Kalau ada waktu, aku pasti sering main kesini kok."


"Jangan panggil tante, panggil mama saja, ya."


"Hah, panggil mama?" Hayley tersenyum canggung, sekali lagi Sharaa membuat gadis itu semakin merasa di istimewakan di keluarga ini, tidak hanya oleh Marcel.


"Panggil mama, ya?" pinta Sharaa sekali lagi.


"Ba-baik, Ma." Hayley mencium punggung tangan Sharaa dan berpamitan untuk segera pulang.


Marcel sudah menunggu di depan mobil dan bersiap membuka pintu.


Hayley sama sekali tidak berbicara di dalam mobil, begitupun dengan Marcel. Hayley mulai merasa terbebani karena Marcel sudah benar-benar mengungkapkan keinginannya untuk bersama, sedangkan posisi dirinya saat ini adalah sah sebagai istri dari Aaron.


Sepanjang perjalanan pulang hanya suasana hening yang keduanya rasakan, Hayley sibuk dengan perasaannya yang gundah, sedangkan Marcel mulai menebak-nebak apa yang Hayley sembunyikan.


"Terimakasih atas jamuan makan malamnya, Marcel. Aku sungguh senang bisa datang ke rumahmu, sampaikan salamku pada mama Sharaa, ya," ujar Hayley sebelum turun dari mobil.


"Tentu saja, Cantik. Jangan lupa hubungi aku kalau ada sesuatu."


Marcel mengantar Hayley sampai ke depan pintu rumahnya, sebenarnya dirinya ingin mampir sejenak ke rumah Hayley untuk sekedar berkenalan dengan keluarga Hayley, namun gadis itu menolak dengan alasan hari sudah malam, tidak elok rasanya bertamu di larut malam.


"Kapan-kapan saja kamu bisa mampir," ujar Hayley.


"Baiklah, aku pulang dulu."


Marcel melaju cepat mengendarai mobilnya, sedangkan Haylay masih mematung di depan pintu menyaksikan kepergian Marcel.


Ada perasaan bahagia ketika laki-laki itu selalu ada di setiap suka dan dukanya, namun bagi Hayley, ada tembok pembatas yang cukup besar diantara mereka selagi dirinya masih berstatus menjadi istri Aaron.


"Apa kamu masih berharap kita bersama kalau aku mengatakan yang sebenarnya?" gumam Hayley, ia ragu jika Marcel tetap akan menerima dirinya jika sudah mengetahui kebenaran yang ia sembunyikan.


Tidak mungkin Marcel mau menerima Hayley jika statusnya sudah menjadi janda dari seorang Aaron.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam hati, Hayley tidak mampu menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, saat ini dirinya fokus untuk memperbaiki hubungan kekeluargaan Aaron dan Alex, bagaimanapun, mereka adalah orang yang penting baginya saat ini.


🖤🖤🖤


Aaron pulang ke rumah larut malam karena harus menyelesaikan banyak pekerjaan, kepergian Alex dan marahnya Hayley membuat semua beban pekerjaan yang biasanya ringan menjadi sangat berat dan melelahkan.


Semua meeting dan pertemuan dewan direksi Aaron sendiri yang mengurus, ia merasa sangat kesal karena Hayley berani pulang dari kantor tanpa izin darinya, namun ada rasa bersalah karena dia sendiri yang memulai pertengkaran dan membuat Hayley mendadak pulang.


Aaron sampai di rumah pukul 1 dini hari, ia berharap Hayley datang menyambut kepulangannya atau hanya sekedar menanyakan kabar pekerjaan di kantor hari ini.


Namun harapannya sirna saat Laksmi mengatakan bahwa Hayley pulang ke rumah ibunya sejak sore.


"Kenapa dia nggak nunggu aku pulang sebelum pergi, Laksmi?" tanya Aaron.


"Nona Hayley bilang ada urusan mendadak yang sangat penting, Tuan."


"Hah, apalagi yang penting kalau bukan urusan Marcel," gerutu Aaron sambil berjalan menaiki anak tangga meninggalkan Laksmi yang kebingungan.


Aaron langsung menuju kamarnya dan bergegas membersihkan diri, semua pekerjaan dan masalah akhir-akhir ini membuatnya hampir gila.


Dia terjaga sempai pagi kembali, Aaron tidak bisa memejamkan matanya meskipun lelah sudah mendera. Hari ini dia memilih untuk libur dan menenangkan diri, ia berharap Alex menghubunginya lebih dulu dan meminta maaf, namun nyatanya itu tidak akan terjadi, Alex adalah orang berpendirian teguh yang tidak mudah mengalah.


🖤🖤🖤


Hari ini Hayley berangkat ke kantor dari rumah ibunya, ia berharap bisa cepat mengurus semua urusan kantor dan menemui Alex. Sepulang dari rumah Marcel semalam, Hayley langsung menghubungi Melanie, ia menanyakan perihal keberadaan Alex dan menceritakan inti dari masalah mereka


Beruntung, Melanie mau membantunya untuk bertemu dengan Alex.


Tidak sampai sore, Hayley sudah selesai dengan semua pekerjaannya, meskipun ia tau Aaron mengambil libur hari ini, namun dia tidak terlalu peduli, ia tidak ingin menanyakan pada Aaron kenapa laki-laki itu tiba-tiba libur ataupun pertanyaan lain.


"Lagi dimana?" tanya Hayley melalui sambungan telepon.


"Di hotel XXX pusat kota, cepatlah datang, karena Alex sepertinya ada janji dengan seseorang sore ini," jawab seseorang dari sebrang telepon.


Hayley segera memesan taksi online dan bergegas menuju hotel yang di sebutkan. Melanie sudah memberikan akses padanya untuk datang ke kamar hotel yang ia dan Alex tempati.


Setelah sampai di lobi hotel, Hayley segera menuju kamar tempat Melanie dan Alex berada.

__ADS_1


Tok ... Tok ... Tok ....


Melanie yang sedang asik bersantai bersama Alex di sofa sambil menonton tv langsung bangkit dari duduknya, ia yakin jika seseorang yang berada di balik pintu itu adalah Hayley.


"Masuklah," ujar Melanie.


"Hah? Hayley?" teriak Alex keras. "Siapa yang bilang kalau aku disini?" tanya Alex sambil melirik Melanie penuh amarah.


"Tenanglah, Alex. Jangan salahkan Melanie, aku yang maksa dia buat bantu aku ketemu kamu," ujar Hayley.


"Apa pentingnya kamu nyari aku?" tanya Alex sinis. "Kamu mau membujukku buat pulang dan minta maaf sama Aaron, nggak sudi!" pekiknya keras.


"Bukannya aku ikut campur urusan kalian, tapi ada hal yang perlu di luruskan," ungkap Hayley.


"Duduklah, Hay," sela Melanie, berusaha menjadi penengah antara Hayley dan Alex.


"Sebenarnya apa tujuanmu, Hay?" tanya Alex.


"Nggak tau kenapa, aku lebih percaya sama kamu daripada Kathrine. Jadi, aku berfikir untuk ...."


"Kamu percaya padaku?"


"Ya, aku percaya sama kamu. Jadi, aku mohon, kalau memang anggapanmu tentang Kathrine itu benar, buktikan!"


"Kenapa kamu sepeduli itu padaku dan Aaron?" selidik Alex, ia menatap Hayley penasaran.


"Karena aku merasa punya hutang budi pada kalian. Statusku saat ini adalah istri sah Aaron, jadi kita adalah keluarga. Sudah seharusnya dalam keluarga untuk saling membantu bukan?" ujar Hayley penuh penekanan, ia tidak tau apa yang sedang ia katakan saat ini, namun dalam lubuk hatinya terdalam, ia memang sudah menganggap Aaron dan Alex adalah bagian dari hidupnya.


"Aku sangat kecewa padanya, Hay. Dia lebih mempercayai Kathrine di bandingkan aku," ucap Alex sendu, ia menghela nafas panjang sambil menetralkan amarahnya yang hampir memuncak sesaat.


"Maka dari itu, kalau kamu merasa benar, buktikan, Alex. Aku tau kamu nggak pernah benci sama seseorang tanpa alasan, jadi kamu pasti punya alasan yang bagus kenapa kamu begitu benci sama Kathrine," ungkap Hayley.


"Dia wanita licik, Hay. Dia mempermainkan Aaron, perusak rumah tangga orang, jal*ng!"


🖤🖤🖤


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2