Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Meninggalkan rumah


__ADS_3

Usai makan siang, Hayley kembali di antarkan oleh Marcel menuju kantornya.


"Dimana aku akan menjemputmu nanti, Cantik?" tanya Marcel.


"Tunggu kabar dariku," jawab Hayley. Sebenarnya dia belum memikirkan cara untuk meminta izin dari Aaron, tapi dia akan mengusahakannya.


"Baik, kabari aku sebelum jam 7 malam. See you." Senyum Marcel mengembang sempurna, akhirnya setelah cukup lama dia menunggu, malam nanti Hayley akan bersedia datang ke rumahnya.


"Terimakasih, Marcel."


"Sama-sama, Cantik."


Marcel pergi mengendarai motor dan kembali ke kantornya sendiri, ia tidak sabar ingin memberitahu mamanya tentang kedatangan Hayley di rumah mereka nanti malam.


Mengetahui Hayley dalam kesulitan, Marcel langsung bertindak cepat, ia mengarahkan beberapa bawahannya untuk mencari tau keberadaan Alex, dia harus segera mendapatkan informasi bagus agar Hayley tidak sampai kecewa padanya.


"Aku akan melakukan apapun demi kamu, Hay. Tolong jangan bermain-main dengan hatiku," gumam Marcel sendu.


🖤🖤🖤


Usai jam istirahat makan siang, Hayley di kejutkan dengan hadirnya Aaron yang tiba-tiba sudah duduk manis di ruangannya, laki-laki itu menatap sengit pada Hayley.


"Dari mana?" tanya Aaron datar, tanpa menampilkan ekspresi apapun di wajahnya.


"Da-dari makan siang," jawab Hayley gugup, ia mengira jika Aaron mengetahui kalau dirinya pergi makan siang dengan Marcel.


"Makan siang atau ketemu Marcel?" Aaron menatap penuh ancaman.


"Emm ... dua-duanya."


"Apa kamu nggak denger, sudah ku bilang, Marcel itu nggak baik!" pekik Aaron keras, membuat mata Hayley membulat menatapnya.


"Baik buruknya dia, aku lebih tau, Mr. Ice."


"Oh, jadi kamu membantah?" Aaron bangkit dari duduknya dan saling berhadapan dengan Hayley.


"Jangan campuri urusan pribadiku, seperti aku yang nggak pernah mencampuri urusan pribadimu." Hayley memperingatkan, ia sudah merasa lelah karena Aaron terlalu menekannya, bukankah dia sendiri yang memberikan peraturan untuk tidak saling mencampuri urusan satu sama lain, tapi saat ini dialah yang melanggarnya.

__ADS_1


"Hayley, kamu ...."


"Cukup, Mr. Ice. Aku nggak mau kita berdebat, ini kantor!" Hayley berlalu ingin meninggalkan Aaron, namun tangan Aaron lebih cepat hingga menarik lengan Hayley sampai mendekat ke tubuhnya.


"Makin kesini kamu makin berani membantah, mau ku usir seperti Alex?"


"Hah? kamu mau mengusirku? silahkan." tantang Hayley. "Alex yang hidup bareng kamu lebih dari 20 tahun saja nggak kamu percaya, apalagi aku."


"Hayley!" teriak Aaron.


"Kenapa? ucapan ku benar bukan?" Hayley menepis tangan Aaron dengan kasar. "Kamu membiarkan Alex pergi tanpa mendengar penjelasannya, selama aku mengenal Alex, aku nggak pernah sekalipun tau dia berbohong. Alex bukan tipe orang seperti itu, seharusnya kamu lebih mengenalnya daripada aku."


Hayley pergi dari ruangannya meninggalkan Aaron yang berdiri mematung. Entah akan semurka apa Aaron padanya, Hayley tidak peduli untuk saat ini, lagipula laki-laki itu sedang dalam emosi yang buruk, pertengkaran dengan Alex dan gosip tentang Kathrine membuatnya tidak terkontrol.


Aaron menghela nafas berat, ia memijat kepalanya pelan sambil mengontrol emosinya yang naik turun.


Rasa menyesal menyusup ke dalam hatinya, menyesal telah membentak dan berkata kasar pada Hayley, padahal hanya gadis itu yang biasanya mampu membuatnya tenang dan berfikir jernih, dan kali ini dia membuatnya begitu marah.


"Apa sih istimewanya Marcel?" tanya Aaron pada dirinya sendiri.


Bahkan jika di hitung, kekayaan Marcel dan dirinya hampir sepadan, hanya saja Marcel lebih dulu terjun ke dalam dunia bisnis sejak remaja, laki-laki itu sangat mewarisi sifat pebisnis ayahnya.


Tidak paham dengan apa yang dia rasakan, rasanya sangat menjengkelkan jika Hayley lebih membela laki-laki lain di bandingkan dirinya, apalagi Hayley jelas-jelas marah karena Alex pergi meninggalkan rumah.


🖤🖤🖤


Tanpa sepengetahuan Aaron, Hayley langsung pulang begitu saja, ia mengemasi beberapa pakaian dan keperluannya untuk sejenak tinggal di rumah ibunya.


Masalah dan sifat Aaron yang menjengkelkan membuatnya merasa lelah, ia ingin Aaron menyadari, jika hidup sendirian itu tidaklah menyenangkan.


Bukan untuk menghindar, namun Hayley ingin Aaron memikirkan perbuatannya dan menyadari bahwa semua itu salah, dia tidak seharusnya mengusir Alex tanpa membiarkan Alex menjelaskan dan memberi bukti.


"Bi, sampaikan pada Mr. Aaron kalau aku ada urusan mendadak ke rumah ibuku, ya," pamit Hayley pada Laksmi.


"Apa nggak nunggu tuan pulang dulu, Non?"


"Nggak bisa, Bi. Tolong sampaikan saja, ya."

__ADS_1


Hayley menyeret koper berukuran kecil dan memesan taksi online, dia pergi tanpa berpamitan langsung pada Aaron, toh laki-laki itu tau tempat dimana ibunya tinggal, jika ada perlu, Aaron pasti tau kemana harus mencari Hayley.


Jarak rumah Aaron dan rumah baru yang sudah Hayley beli untuk ibunya lumayan jauh, hampir memakan waktu setengah jam.


Setelah sampai di rumah, ibunya menghujani Hayley dengan berbagai pertanyaan, kenapa putrinya bisa pulang ke rumah itu tanpa Aaron dengan membawa koper, Andini berfikir jika Hayley sedang mempunyai masalah besar.


"Nggak, Bu. Suamiku ke luar negeri selama beberapa hari, jadi aku pengen nginap disini," ujar Hayley beralasan.


Meskipun Andini tidak begitu yakin, namun ia tetap percaya dengan apa yang Hayley sampaikan.


"Bu, nanti malam aku ada undangan makan malam di rumah temanku."


"Iya, Sayang. Kamu boleh pergi, asal suamimu sudah memberi izin," ujar Andini.


Rencana Hayley berjalan dengan mulus, alih-alih memberi Aaron pelajaran dengan membiarkannya berfikir jernih sendirian, ia juga bisa pergi bebas datang ke undangan makan malam di rumah Marcel, apa yang ia lakukan saat ini juga demi kebaikan Aaron dan Alex.


🖤🖤🖤


Pukul 6, Hayley sudah bersiap dengan cantik, ia memakai gaun silver berbahan satin mengkilap yang pernah ia beli bersama Breanda, semua gaun pilihan Breanda memang sangat cocok ia pakai.


Gaun tanpa lengan dengan panjang tidak sampai menyentuh lutut itu melekat sempurna menampilkan lekuk tubuh Hayley, ia juga menggerai rambutnya seperti biasa tanpa memakai aksesoris berlebihan.


Hayley mengirimkan lokasi saat ini pada Marcel melalui aplikasi hijau di ponselnya, tidak menunggu lama, Marcel langsung datang dan menjemputnya menggunakan mobil berwarna silver.


"Tumben pakai mobil?" tanya Hayley.


"Biar kamu nggak masuk angin, Cantik."


Marcel memakai T-shirt panjang berwarna merah muda dengan logo arab di bagian depan dadanya, laki-laki itu memakai topi untuk menunjang penampilannya yang tampak lebih santai dari biasanya.


Hayley menatap kagum pada Marcel, ia diam-diam melirik dan memandang penuh pemujaan pada laki-laki yang kini duduk di belakang kemudi.


Usia Marcel hanya terpaut 3 tahun darinya, sedang dengan Aaron hampir terpaut 7 tahun. Meskipun usianya lebih muda dari Aaron, tapi bagi Hayley, sikap Marcel cukup dewasa dan berwibawa.


🖤🖤🖤


__ADS_1


🖤🖤🖤


Bersambung ....


__ADS_2