Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Makan malam


__ADS_3

Dokter meninggalkan Aaron di ruangan tempat Hayley berbaring, menunggu lebih dari 30 menit, Aaron semakin khawatir karena Hayley belum kembali sadar.


Mengelus lembut pipi istrinya, Aaron berbisik pelan. "Bangun, Hayley. Aku disini."


Malik di perintahkan untuk kembali memanggil dokter jaga, lalu memeriksa keadaan Hayley lagi.


"Kenapa belum bangun, dok?" tanya Aaron.


"Sabar, Tuan. Sepertinya istri anda juga mengalami kelelahan berlebih dan kesulitan tidur. Biarkan dia menikmati istirahatnya dulu," jawab dokter setelah melakukan pemeriksaan.


Dokter meminta Aaron untuk mengoleskan minyak kayu putih di beberapa bagian tubuh Hayley berguna untuk menghangatkan, sampai kemudian gadis itu mengerjap dan sadar.


"Hayley, kamu baik-baik saja?" tanya Aaron, wajahnya kembali bahagia melihat gadisnya sudah membuka mata.


Menatap sekelilingnya, Hayley kembali mengingat berita mengejutkan yang sudah membuatnya sampai jatuh pingsan.


Tidak mendapatkan respon apapun dari Hayley, Aaron memeluk gadis itu dan mencium keningnya cukup lama, ia menggenggam tangan Hayley erat.


"Kita akan pulang, aku akan membawamu pulang, Sayang," ungkap Aaron penuh suka cita, sambil mencium punggung tangan istrinya berkali-kali.


"Aku ... hamil," lirih Hayley pelan, air mata meleleh dari sudut matanya.


"Aku tau, aku tau. Aku bahagia, Hayley."


Tidak tau apa yang sedang ia rasakan saat ini, Hayley merasa bingung bagaimana harus bersikap. Jika memiliki buah hati adalah dambaan semua pasangan yang sudah menikah, namun ia merasa ada yang berbeda dengan perasaannya.


Setelah mengurus semua administrasi di klinik tersebut, Aaron langsung membawa Hayley pulang dan menelpon ibu mertuanya untuk mengabarkan berita bahagia ini.


Selama perjalanan pulang, Hayley hanya diam menatap jendela kaca yang sedikit terbuka, ia sensitif dengan aroma mobil dan pewanginya.


Aaron tau, jika gadis itu belum sepenuhnya menerima kehamilan yang tidak terduga ini, tapi Aaron berjanji akan membuat semua ketidaknyamanan dan perasaan yang tidak terbalas ini membaik, Aaron akan melakukan apapun demi rumah tangganya.


Tidak ada percakapan apapun selama perjalanan pulang, namun Aaron sudah menyiapkan banyak hal untuk menyambut kepulangan Hayley kembali.

__ADS_1


Menurut, hanya itu yang Hayley lakukan saat ini. Aaron menggandengnya romantis menaiki anak tangga, menuju kamar yang bukan seharusnya.


"Aku mau ke kamarku," protes Hayley.


"Kita tidur satu kamar mulai hari ini," ujar Aaron. "Aku ingin terus menjagamu dan melihatmu setiap waktu, aku mohon."


Aaron menangkupkan kedua tangannya di depan dada, ia memohon agar Hayley mau menerima keputusannya. Mau sampai kapan lagi mereka akan tidur dalam kamar yang berbeda?


Melihat Aaron yang sedikit memaksa, Hayley setuju. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menuruti apa yang Aaron katakan.


Mengetahui nyonya rumah ini sudah kembali, semua koki bersuka cita memasak banyak menu dan hidangan yang istimewa. Hampir satu bulan lamanya Hayley pergi, membuat rumah yang setiap hari ramai karena celotehan dan candaannya bersama para pelayan mendadak sepi, semua juga merasa kehilangan.


Sikap Hayley yang ramah dan tidak pernah membeda-bedakan status dirinya dengan para pelayan di rumah ini, membuat Hayley sangat di kagumi dan di sayangi penghuni rumah. Gadis itu sudah seperti jantung rumah ini, tanpanya, semua terasa sangat hambar.


Setelah kepulangannya, ia hanya menghabiskan waktu di kamar sambil berbaring, pikirannya tidak karuan, hatinya kini semakin kacau tak menentu.


Aaron meninggalkan gadis itu untuk menenangkan diri, ia memilih mengurus pekerjaannya di dalam ruang kerja pribadi, dan menghubungi Alex untuk melakukan sesuatu.


🖤🖤🖤


Menatap kamar mandi dengan lantai keramik mengkilat, Hayley terkagum, jika kamar yang sebelumnya ia tempati sudah mewah menurutnya, kamar Aaron ini jauh lebih dari kata mewah.


Melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya, Hayley membiarkan shower air hangat mengguyur seluruh badan. Mengelus perutnya yang masih rata, Hayley merasakan hatinya berdesir, tidak menyangka, kini ada kehidupan lain yang sedang ada di tubuhnya.


"Kehadiranmu bukanlah sebuah kesalahan, Sayang," ucap Hayley lirih, mengelus-elus perutnya.


Mencoba berdamai dengan egonya sendiri, Hayley terus berusaha untuk menerima takdir yang sudah Tuhan gariskan padanya.


Jika ini yang terbaik, Hayley akan menjalaninya dengan tulus.


"Hayley, kamu di dalam?" suara Aaron membangunkan Hayley dari lamunan, ia segera menuntaskan kegiatannya dan bergegas keluar dari kamar mandi.


Keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk putih yang tidak terlalu lebar, Aaron sedikit berpaling, ia tidak mau Hayley merasa sungkan.

__ADS_1


Sedangkan Hayley, ia sudah merasa jika tidak perlu lagi menutupi apapun dari Aaron, toh, laki-laki itu bahkan sudah menikmati semua inci tubuhnya malam itu, semua sudah terlanjur.


"Pakai ini untuk acara makan malam nanti," ujar Aaron, lalu meletakkan bingkisan kotak di atas kasur.


Hayley mendekat, lalu membukanya. "Gaun?" tanya Hayley, ia menghela nafas panjang, entah sudah berapa gaun yang ia miliki di dalam lemari rumah ini dan lemari rumah ibunya, semuanya hadiah pemberian dari Aaron, dan lebih dari 20 gaun belum pernah ia pakai sama sekali.


"Gaun milikku sudah sangat banyak. Kamu terlalu sering membelinya," ujar Hayley.


"Nggak papa. Aku suka memberikan banyak hal buat kamu. Ini warna favoritku, jangan lupa di pakai."


Hayley hanya mengangguk patuh, ia tidak ingin membuat Aaron kecewa.


Setelah bersiap, Aaron langsung mengajak Hayley turun menuju ruang makan Di sana sudah ada Alex dan Andini yang duduk menanti.


"Ibu," sapa Hayley dengan mata berbinar, ia tidak menyangka jika Aaron membawa ibunya datang ke rumah ini.


Memeluk putrinya yang berjalan tergesa menghampiri, Andini tersenyum bahagia.


"Hati-hati, Nak. Ingat, kamu sedang hamil, jalan pelan-pelan," nasehat Andini.


Hayley begitu bahagia dengan kebadiran ibunya malam ini, pertama kalinya sejak menikah, Andini baru menginjakkan kaki di rumah megah bak istana milik menantunya.


Alex turut memberikan selamat atas kehamilan Hayley, jika tidak ada Andini saat ini, mungkin laki-laki itu tidak akan bisa mengerem mulutnya untuk tidak menggoda Hayley dan Aaron.


Mengacungkan dua jempol ke arah Aaron sambil mengerlingkan mata, Alex tersenyum menampakkan barisan giginya yang putih.


"Mantap, Bro!" bisiknya di telinga Aaron.


Tidak mengindahkan sepupunya yang jail, Aaron mempersilahkan Andini untuk segera makan.


Merayakan kehamilan Hayley yang tidak terduga, Aaron hanya memberikan kejutan berupa makan malam istimewa bersama ibu mertuanya agar Hayley kembali tersenyum, ia tau, jika gadisnya masih cemas dan tidak menyangka semua ini bisa terjadi begitu cepat.


Dalam hati, Aaron bersyukur, dirinya akan mendapatkan Hayley seutuhnya, tidak hanya Hayley, ia akan mendapatkan keluarga baru, seseorang yang akan menjadi pengikat antara dirinya dan Hayley.

__ADS_1


🖤🖤🖤


Bwrsambung ...


__ADS_2