Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran
Akhirnya


__ADS_3

Hayley terus saja merengek meminta hal yang bukan-bukan, Aaron semakin bingung, ia tidak tau harus berbuat apa.


"Aku tau, kamu mau kan? cium aku, Mr. Ice," rengek Hayley, ia membuat Aaron hampir saja menabrak pejalan kaki yang sedang menyebrang.


"Sadar, Hayley, sadar!"


Hayley malah tersenyum, ia membuka bagian atas gaunnya hingga belahan dadanya menyongsong timbul menggoda.


"Tutup bajumu, Hayley!" sergah Aaron. "Ini masih di jalan."


"Aku nggak tahan, gerah ...." Hayley menggeliat gelisah di kursinya, ia lalu mengambil sesuatu di bawah kakinya, dan melempar tepat ke stang mobil Aaron.


"Oh my god!" seru Aaron terkejut bukan main, pasalnya, yang sedang terpampang nyata di depan matanya saat ini adalah ****** ***** berwarna hitam milik Hayley. "Ini gila!" pekiknya.


Sudah berulang kali Hayley mengeluh gerah dan panas, meskipun AC mobil sudah di nyalakan dalam keadaan paling dingin.


Perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh terasa sangat jauh dan menyebalkan akibat ulah Hayley yang terus menerus merengek.


Aaron dengan hati-hati memapah tubuh Hayley memasuki rumah, ia langsung membawa Hayley masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu istirahatlah dulu, aku akan ke dapur meminta minuman hangat pada Laksmi," ujar Aaron sambil menuntun Hayley ke atas kasur.


"Cium ...." Menarik dasi Aaron dengan kuat, laki-laki itu langsung menghadap Hayley yang sedang lupa diri.


"Sadar, Hayley!"


"Ah, kamu sangat tampan, Mr. Ice, kenapa aku baru sadar, ya," ujar Hayley, ia mengalungkan lengannya di leher Aaron, membuat wajah laki-laki itu hampir tidak berjarak dengan wajahnya.


Hayley memutar tubuh, ia mendorong Aaron kuat sampai laki-laki itu terjatuh di atas kasur, dengan tubuh basah berkeringat, Hayley membuka setiap helai bajunya.


"Hentikan, Hayley!" teriak Aaron, nafas laki-laki itu memburu cepat dengan godaan di hadapannya.

__ADS_1


Saat ini, Aaron layaknya korban yang memohon agar tidak di perkosa oleh istrinya sendiri.


"Ya Tuhan, hentikan, Hayley!"


"Nggak mau, ayo ... cium." Hayley membanting tubuh polosnya di atas Aaron, dengan liar ia mencumbu, menggigit dan menelusuri bibir seksi lelakinya.


Aaron tidak berbuat banyak, ia tidak mau menyakiti Hayley. Namun, jika sesuatu terjadi malam ini, ia tidak tau apa yang akan terjadi saat Hayley menyadari semuanya.


Sekuat apapun Aaron menolak hasratnya yang menggebu, ia tetaplah laki-laki normal yang menginginkan surga dunia bersama gadis di hadapannya.


Hayley terus ******* bibir Aaron penuh nafsu, dengan bibir sedikit terbuka, Aaron mulai membalas dan mengabsen seluruh isi mulut gadis yang mencumbu dirinya.


Hayley menikmati permainannya saat ini, kini tangannya mulai sibuk melepas satu persatu kencing jas dan kemeja Aaron. Membelai dada berbulu laki-laki itu, Hayley semakin tidak terkontrol.


"Aku menginginkanmu, Mr. Ice," ujar Hayley sensual, ia mendesah sambil menggigit telinga Aaron kecil.


Menatap wajah gadisnya yang tampak ayu, Aaron tidak mampu lagi menahan, ia langsung bangkit dan membawa Hayley merapat ke dinding.


Aaron mengunci kedua tangan Hayley di atas kepalanya, sedangkan bibirnya, menjelajahi penuh nafsu dari setiap permukaan wajah Hayley.


Hayley berdiri dengan kaki gemetar, tubuhnya merasakan sensasi luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Melihat gadisnya hampir terkulai di lantai, Aaron menggendong tubuh Hayley dan mendudukkannya di atas meja.


Hayley mengalungkan kedua lengannya di leher Aaron, memberikan akses bebas pada laki-laki itu untuk bermain sesukanya.


Membuka kedua kaki lebar, Aaron memposisikan diri di tengah-tengahnya.


Satu senjata besar ia keluarkan, lalu perlahan sang junior melakukan pendekatan.


"Kata orang, ini akan terasa sakit saat pertama kali. Tahan, ya," bisik Aaron lembut, lalu dengan hati-hati memasuki Hayley.

__ADS_1


Hayley meringis, memejam, ia menahan rasa nyeri sampai tidak sadar menancapkan kuku panjangnya di punggung Aaron.


Dalam satu hentakan, keduanya saling tenggelam dalam lautan kenikmatan.


Perlahan, sakit yang Hayley rasakan sebelumnya menghilang, berganti dengan kenikmatan yang tak terbayangkan, ia terus melenguh, menikmati setiap hentakan dan belaian yang Aaron berikan, entah sudah berapa kali ia melakukan pelepasan, ia tidak menghitungnya, namun Aaron masih bertahan berlama-lama.


Desah nafas, erangan kenikmatan, dan panas tubuh, kini melebur dalam satu irama. Tubuh Hayley di atas meja melengkung ke belakang, sementara Aaron yang terapit di kedua kakinya terus bergerak cepat.


"Panggil namaku, Hayley," ujar Aaron dengan nafas memburu, laki-laki itu sudah hampir berada di puncaknya.


"Mr. Ice ...."


"Namaku, Hayley!"


"Aaron ...."


Derit meja kayu bergerak berirama dengan suara rintihan keduanya, dalam satu hujaman yang dalam, keduanya terkulai lemas setelah pelepasan bersama.


Aaron memeluk Hayley erat, sedangkan Hayley mengapitkan kakinya di tubuh Aaron. membawa gadis itu dalam pelukannya dengan tubuh yang masih saling menempel, lalu bergerak perlahan menjatuhkan diri di atas ranjang.


Aaron terdiam, saat Hayley mulai tenang setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Perlahan, ia melepaskan diri dari Hayley, lalu memposisikan tubuh mereka di atas kasur dengan nyaman.


Ini adalah pertama kalinya dalam 8 bulan pernikahan, Aaron dan Hayley melakukan sesuatu yang wajar pasangan suami istri lainnya lakukan.


Memperhatikan gadisnya sudah terpejam dengan tubuh polos tanpa balutan kain, Aaron memakaikan selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Jika ada sesuatu yang akan ia sesali besok, ia tidak lagi peduli, Hayley adalah istrinya, ia akan bertanggung jawab penuh atas apa yang mereka perbuat malam ini.


Membalikkan tubuh saling berhadapan, Aaron memeluk gadis itu sampai ia terpejam.


"Jika boleh aku meminta, aku ingin kita melakukannya dengan sadar, bukan seperti ini," batin Aaron.

__ADS_1


🖤🖤🖤


Bersambung dulu, mandi air es biar nggak ikut kepanasan ya ..


__ADS_2