
"Iya maa pekerjaan Fida baru aja selesai kalau gitu Fida ke kamar dulu ya mau bersih bersih badan Fida sudah lengket sekali " ucap Hafida yang dibalas anggukan oleh mamanya.
setelah ia mandi dan sholat ia pun langsung tidur karena kelelahan setelah bekerja seharian penuh.
Azzam tengah melamun ia memikirkan apakah ia jatuh cinta pada orang yang ia tolong beberapa hari yang lalu dan dia adalah Hafida.
Hahh entah mengapa sejak tadi ia kepikiran terus bayangan wajah Hafida berkeliaran dikepalanya sejak tadi ia geleng-geleng kan kepalanya seraya mengusap kasar wajahnya.
Dia pun membanting tubuhnya di ranjang kemudian mencoba memejamkan matanya namun aneh sekali sudah hampir satu jam ia mencoba memejamkan matanya namun tak kunjung tidur lalu dia menuju balkon kamarnya ia pandangi langit yang cerah malam ini dengan dinginnya angin malam yang menusuk hingga kulit dia pun kembali ke kamarnya dan mencoba untuk tidur akhirnya ia pun tertidur.
Pada sepertiga malam hafida terbangun dan melaksanakan shalat tahajud dia ceritakan semua keluh kesah nya dalam doa doanya.
dan seperti biasa ia akan membaca alquran sembari menunggu waktu sholat subuh.
Sedang dengan Azzam kini ia tengah membaca alquran tak berapa lama adzan subuh pun mulai berkumandang bersaut sautan antara masjid yang satu dengan yang satu lagi dia pun segera bergegas pergi ke masjid seusainya sholat shubuh ia biasanya lari pagi disepekitaran pesantren setelah itu barulah ia mengajar.
"Eh itu kan ustadz azzam samperin ah" ucap Laila dalam hatinya dengan semangat 45 ia menghampiri Azzam.
" Assalamu'alaikum ustadz" ucap Laila dengan nada yang ia buat buat.
"Wa'alaikumsalam iya ada apa" jawab Azzam.
__ADS_1
"Enggak papa kok ustadz cuma nyapa aja oh ya ustadz boleh gak emmm Laila nanya sesuatu" ucap Laila.
"Boleh mau nanya apa" ucap Azzam.
"Cuma nanya aja kalau seandainya Laila yang jadi pendamping nya ustadz boleh" tanya Laila dengan penuh harap jika Azzam menjawab iya.
"Saya tidak tahu itu saya serahkan semuanya kepada allah jika tidak ada yang ditanyakan lagi saya pamit pergi assalamu'alaikum" ucap Azzam kemudian pergi meninggalkan Laila yang tengah kesal.
Ia jengah sekali dengan tingkah Laila yang selalu ingin tahu dengan hal yang menyangkut dengan dirinya.
"Ihh ngeselin banget sih ustadz Azzam aku kan cuma nanya itu tapi malah ditinggal pergi" gerutu Laila karena kesal ia pun kembali ke asrama sepanjang jalan ke asrama ia menggerutu.
"Sayang" panggil mamanya.
"Iya ma, ada apa?" tanya Hafida.
"Kamu kapan berhenti bekerja,apa itu tidak mengganggu Kuliah kamu?" tanya mamanya.
"Aku gak tau mah kalau gitu Fida berangkat dulu ya" pamit Hafida.
"Loh gak sarapan dulu sayang" tanya mamanya.
__ADS_1
"Enggak mah Fida buru buru nanti Fida makan ditempat kerja saja assalamu'alaikum" ucap Hafida.
"Ahh anak itu" ucap mamanya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Tak butuh waktu lama Hafida pun sampai di cafe tempat ia bekerja ia kemudian langsung bergegas melaksanakan tugasnya disana sudah ada Lia dan para pegawai lain yang sudah datang lebih dulu sedangkan dengan Azzam setelah ia lari pagi dia langsung bersiap mengajar ke pesantren.
Di dalam kelas
"Eh eh ustadz Azzam dateng jangan berisik" tegur ketua kelasnya seketika kelas pun mendadak sunyi suara derapan kaki mula terdengar dari arah luar.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap Azzam.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab para santri dengan serempak.
"Sekarang kalian buka bukunya hal 47" perintah azzam kepada para santri didiknya.
Sedang dengan Laila ia tidak mendengarkan sama sekali apa yang dijelaskan oleh Azzam.
Namun dia sibuk memandangi wajah tampan dari Azzam karena merasa risih dipandangi oleh Laila Azzam pun menegurnya agar lebih fokus ke pelajaran.
Namun sepertinya Laila tak memperdulikannya tetap saja ia mengulanginya lagi .
__ADS_1