Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 62


__ADS_3

" saya calon menantunya om ". ucap alvin lalu mencium punggung tangan papa hendra yang nampak kebingungan


" wahh anak papa ternyata diam diam sudah memiliki calon suami rupanya ". ucap papa hendra lalu mengajak alvin masuk


sedangkan rasya ia menatap alvin dengan tajam ia benar benar kesal dengan laki laki itu sedang alvin ia malah memberikan ciuman jauh untuk rasya membuat rasya bergedik ngeri.


rasya lalu pergi ke kamar hafida dia tak mau bertemu dengan alvin jika ia bertemu dengan laki laki itu rasanya kepalanya seperti ingin pecah mendengar semua ucapan alvin.


" fi aku kesel tau ". panggil rasya sembari menyenderkan kepalanya dibahu hafida


" kesel? kesel kenapa ". tanya hafida bingung


" alvin, alvin kesini fi dia tahu dari mana coba alamatnya ". adu rasya sembari mencebikkan bibirnya


" wah, gercep berarti si alvin kayaknya kamu bakal segera nyusul aku deh ". goda hafida senyum senyum sendiri


" ihh kamu sama aja ". ucap rasya tambah memajukan bibirnya membuat hafida tertawa kecil


hafida lalu turun ke lantai dasar untuk menemui alvin sedang rasya sudah pasti dia mengekor dibelakang hafida alvin nampak sangat akrab dengan papa hendra sepertinya papa hendra sudah memberi restu pada alvin.


hafida pun langsung mengambil duduk disamping papa hendra sedang rasya ia langsung menempel pada hafida bisa dilihat betapa lengketnya rasya pada hafida dia bahkan selalu mengintili saudarinya itu.


tak lama mama ranty datang dengan membawa nampan berisi minuman juga beberapa camilan untuk tamunya itu setelah itu mama ranty duduk disamping suaminya.


" oh iya nak kalau boleh tau kamu siapanya rasya ". tanya mama ranty


" kenalin saya alvin tante calon imamnya rasya ". ucap alvin dengan kepedeannya


" ohh jadi kapan kamu mau menikahi rasya ". tanya mama ranty antusias


" secepatnya tante ". ucap alvin senang karena sudah mendapat lampu hijau dari kedua orang tua rasya


" kan apa aku bilang sya kamu bakalan nyusul aku nikah ". ucap hafida sembari mengingat ingat ucapannya tadi lalu ia langsung kabur karena takut dengan amukan rasya karena rasya sudah menatapnya tajam


" eh vin apa apaan sih lu pakek ngomong kayak gitu sama orang tua gue ". kesal rasya


" kan gue ngomong gitu gak salah dong kan kita bakalan nikah ". ucap alvin santai


" arghh mau lu apasih vin ". ucap rasya sudah frustasi

__ADS_1


" hehe mau gue lu jadi istri gue sya ". ucap alvin


" arghh terserah deh ". ucap rasya sudah kehabisan kata kata


" berarti lu setuju dong kalau kita nikah oke deh nanti gue bakalan bilang sama mami papi gue ". ucap alvin tersenyum senang


" bu bukan gitu ". ucap rasya terbata bata


" udah deh sya gak usah ngelak lu sebenernya juga suka kan sama gue ". narsis alvin


" hah? iya eh enggak ". ucap rasya tersipu karena keceplosan mengatakan iya


" nah kan lu udah bilang iya mau ngelak lagi ". ucap alvin sedang rasya ia menutup wajahnya dengan bantal karena malu


" oh iya om tante ini aku bawa martabak buat tante juga om " . ucap alvin


" wahh makasih ya nak ". ucap mama ranty


" eh lu pasti nyogok orang tua gue kan ". ucap rasya menatap alvin kesal


" hehe kan kalau gue gak bawa apa apa gak enak jadi gue beliin martabak lah ". ucap alvin


" Wa'alaikumsalam hati hati ya nak ". ucap om hendra juga mama ranty


" bebeb rasya alvin pulang dulu ya jangan kangen ya ". ucap alvin


" jangan ngarep lo vin ". ucap rasya kesal sedang alvin ia puas setelah menggoda rasya


setelah alvin pulang mereka langsung bersiap siap untuk pergi ke pesantren calon besannya setelah siap mereka langsung berangkat.


selama diperjalanan rasya tak berhenti berbicara dia bahkan sangat ingin sekali hafida segera memberinya ponakan padahal hafida saja belum menikah.


setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai juga ditempat tujuan mereka langsung bergegas untuk menemui abi dan umi.


" assalamualaikum " ucap mereka


" Wa'alaikumsalam mari masuk bu ". ucap umi


" lesha tolong buatin minum ya ". suruh umi pada alesha menantunya

__ADS_1


" iya... mi maaf mi titip lutfi dulu ". ucap alesha sembari menyerahkan lutfi pada umi


" wahh, adeknya lucu ya fi kamu kapan ngasih aku ponakan ". tanya rasya lagi


" nanti ya sya ". ucap hafida


" oke deh ditunggu ya ponakan lucunya ". ucap rasya sembari mengacungkan jempolnya


sedang yang lain hanya tersenyum melihat rasya dan hafida tak lama abi dan azzam datang tadi mereka sedang di pesantren soalnya jadi tadi umi menyuruh salah satu santrinya untuk memanggil.


" maaf ya pak bu menunggu lama ". ucap abi


" iya tidak apa apa kok kami juga baru sampai ". ucap papa hendra tak mempermasalahkan


" jadi bagaimana? kira kira kapan azzam juga nak fida akan melangsungkan akad nikah ". tanya abi


" begini saja seminggu lagi kan fida wisuda nah bagaimana jika seminggu kemudian saja ". saran papa hendra


" apa itu tidak terlalu mendadak pak ". tanya abi


" menurut saya tidak nanti untuk tempat resepsinya dihotel milik kami saja ". ucap papa hendra


" oh baiklah kalau begitu ". ucap abi


" bagaimana nak azzam apa kamu setuju ". tanya papa hendra


" saya sangat setuju om saya bahkan tak sabar untuk menanti hari itu tiba ". mantap azzam membuat hafida tersipu


setelah semuanya beres mereka langsung pamit untuk pulang karena juga sudah sore nanti takutnya kemalaman sedang azzam ia langsung menghubungi kakaknya maulida mengenai pernikahannya.


setelah mendapat kabar dari sang adik maulida langsung bersiap untuk pulang ke pesantren dia sangat bahagia mendengar kabar itu dia juga sudah sangat merindukan abi juga umi.


sesampainya dirumah hafida langsung membersihkan tubuhnya dia sendiri juga tak sabar untuk menanti hari itu tiba hahh dirinya benar benar tak menyangka sebentar lagi statusnya akan berubah menjadi seorang istri.


keesokan harinya


hafida tengah bersiap untuk pergi ke butik untuk mencari gaun pernikahannya nanti abi juga umi akan langsung kesana jadi tak perlu kemari.


setelah siap ia turun ke bawah karena takut membuat yang lain menunggu lama nanti sebelum ke butik dia akan pergi untuk mengurus undangan terlebih dahulu dia nanti akan pergi bersama rasya dan azzam mungkin akan menyusul nanti setelah mengantar abi umi ke butik.

__ADS_1


__ADS_2