
" tadi zahra pergi ke cafe dia mengikutiku semenjak dari pesantren sepertinya tapi aku tak menyadari jika dia mengikuti dan dia tadi tiba tiba masuk keruanganku dan menggodaku tapi tenang saja aku tak tergoda kok karena aku sudah memiliki wanita yang amat aku cintai ini ". jelas azzam sambil mencium kening istrinya
" dan karena aku takut kalau parfumnya menempel dibajuku maka aku ganti deh karena aku gak mau kamu memikirkan hal hal yang tidak tidak ". ucap azzam
" huhhh, iya mas aku percaya kok sama kamu ". ucap hafida tersenyum manis
" ya sudah kita makan malam yuk pasti yang lain sudah menunggu ". ajak azzam dibalas anggukan oleh hafida
mereka lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama seusai makan malam mereka langsung kembali ke kamarnya lebih cepat dengan alasan mau istirahat karena lelah padahal nyatanya azzam ingin menyerang istrinya itu.
sedangkan hafida dirinya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami tercintanya.
setelah melayani suaminya dirinya langsung terlelap dalam dekapan azzam karena lelah begitu pula dengan azzam sendiri.
**
pagi pagi sekali kedua pasangan itu sudah bersiap siap untuk pulang setelah berpamitan dengan semuanya azzam langsung melajukan mobilnya menuju rumah mama ranty karena hafida ingin membantu persiapan lamaran rasya.
sesampainya disana hafida langsung mencium punggung tangan suaminya sedang zevan ia mencium lembut kening istrinya lalu memberikan ciuman diseluruh wajah sang istri baru setelah ity dirinya berangkat bekerja.
dirinya tak sempat untuk berpamitan dengan mama ranty ataupun papa hendra karena sudah terburu buru dirinya hanya menitipkan salamnya pada sang istri.
setelah memastikan mobil suaminya berlalu tak terlihat lagi dirinya lalu beranjak masuk ke dalam rumah tak lupa untuk mengucapkan salam dulu.
rasya langsung berlari memeluk hafida erat dirinya memang masih saja bersikap manja dengan hafida padahal dirinya ini sudah akan menikah sebentar lagi.
" ya allah,sya lihat tuh fidanya aja belum duduk udah kamu peluk peluk aja ". ujar papa hendra
__ADS_1
" hehe orang hafidanya aja gpp kok pa, ya kan fi ". ucap rasya di iringi tawa kecilnya hafida hanya menanggapinya dengan senyum
" oh iya fi ke dapur yuk ". ajak rasya seraya menarik pelan pergelangan hafida
mereka berdua langsung bergabung dengan mama ranty daj mbok minah yang tengah mempersiapkan kue juga masakan untuk menyambut calon besan.
mereka sesekali saling melempar candaan agar suanan tak hening gelak tawa terdengar menghiasi kegiatan mereka.
sedangkan mami papi alvin mereka juga tak kalah sibuk dari mama ranty mereka tengah mempersiapkan hantaran yang akan dibawa nantinya bisa terlihat jelas, dari wajah mereka nampak sangat antusias .
mereka bahkan sangat tak sabar menanti rasya menjadi menantunya karena semenjak awal sang putra membawanya ke rumah yang sebenarnya juga atas desakan mereka sendiri dan juga mereka sudah jatuh hati dengan rasya .
azzam setelah dirinya sampai di cafenya dia langsung bergegas pergi masuk ke ruangannya lalu keluar kembali dan memantau pekerjaan karyawannya kadang dirinya juga ikut membantu karyawannya.
apalagi keadaan cafe yang ramai saat pagi seperti ini karena banyak para pekerja kantoran juga mahasiswa yang mencari sarapan.
karena memang cafenya ini menggunakan bahan bahan yang dijamin fresh juga kualitas yang bagus sehingga cita rasa makanan yang dihidangkan juga lebih enak itulah mengapa cafenya selalu ramai bahkan setiap harinya selalu bertambah pelanggannya.
dilain tempat
zahra nampak sangatlah kesal atas penolakan azzam mentah mentah kepada dirinya harus cara apalagi yang dia lakukan menggodanya berharap azzam tergoda itu pun sudah dirinya lakukan namun azzam memanglah bukan laki laki keranjang yang gampang tergoda dengan itu dia tipe laki laki yang setia kepada pasangannya.
" paa!! aku harus gimana dong azzam gak tergoda sama aku ". adunya pada deri sang papa
" hmm coba kamu antero dia makan siang kali aja bakalan luluh jangan lupa juga pakai baju seksi ". timpal deri
" oke deh aku bakalan coba ". ucap zahra
__ADS_1
" jangan lupa juga ra, pake parfum yang banyak mama yakin kok azzam bakalan tergoda pokoknya kamu harus bisa dapetin dia lagi jadi kita bakalan tambah kaya ". ucap sefa mamanya
" iya ma, tenang aja ya udah aku ganti baju dulu dan makanannya mama siapin ya, soalnya aku gak ngerti soal masakan ". ucap zahra
setelah mengganti bajunya dengan baju yang terkesan seksi juga kurang bahan itu yang memperlihatkan setiap jengkal lekuk tubuhnya dia membiarkan rambutnya tergerai tak lupa juga dengan make up yang terkesan tebal.
dirinya lalu mengambil kotak berisi makan siang itu lalu beranjak menuju ke cafe azzam dalam hati dia berharap jika azzam akan luluh kali ini walau kemarin dirinya sudah ditolak tapi dia tak boleh menyerah.
dirinya harus bisa menarik hati azzam lagi dan juga apa bagusnya sih istrinya itu bahkan dirinya lebih dari istri azzam dandanannya saja seperti ibu ibu bikin mata sakit saja melihatnya.
sesampainya dirinya langsung bergegas menemui azzam dengan berjalan berlenggak lenggok layaknya seorang model yang tengah berada diatas catwalk.
namun saat akan menghampiri azzam dirinya ditahan oleh satpam dirinya berusaha memberontak dengan cara mendorong satpam tersebut hingga terhuyung ke belakang.
" apa yang kamu lakukan disini lebih baik kamu pergi ra karena saya tak mau membuat kesalah pahaman didepan para karyawan saya ". ucap azzam mencoba mengusir zahra secara halus
" ayolah zam kamu itu jangan munafik kamu ngusir aku karena tergoda dengan tubuhku kan bahkan aku rela memberikan tubuh ini cuma cuma untukmu ". ucap zahra dengan percaya dirinya
" hahh tergoda? bahkan saya merasa jijik melihatmu ra ". ucap azzam terkesan menyepelekan
" ah kenapa kamu gak ngehargain aku sih padahal aku sudah bawain kamu makan siang loh ". ucap zahra sambil menunjukkan kotak bekalnya
" tak perlu karena istri saya sudah membawakannya untuk saya ". ucap azzam sambil menunjuk ke arah hafida yang tengah berjalan ke arahnya
" mas ini aku bawakan kamu makan siang ". ucap hafida sambil menyerahkan kotak makanan tersebut
" terimakasih sayang ". ucap azzam sambil mencium kening istrinya membuat zahra meradang
__ADS_1
" dengan pakaian seperti ini hah bahkan aku jauh lebih menggoda dari pada istrimu zam ". ucap zahra sambil menatap hafida rendah