Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 42


__ADS_3

setelah mereka berdua melepaskan pelukannya meraka langsung membawa hafida ke kamar untuk istirahat


sedang hafida ia senang dengan perhatian yang diberikan oleh lia juga rasya


" fi tau gak gue tuh khawatir pas lo pingsan kemaren " ucap rasya


" iya tau fi mbak takut kamu kenapa napa " sambung lia


" aku gpp kok mbak jadi gak ada yang perlu dikhawatirin " ucap hafida


" yaudah lo istirahat aja jangan kemana mana" ucap rasya lalu pergi keluar dari kamar hafida diikuti oleh lia dari belakang


sedangkan azzam ia tengah menyiapkan berkas berkas untuk pengajuan perceraiannya setelah semuanya siap dia ditemani dengan abi dan uminya untuk mengajukan perceraiannya dengan mira


sedang mira didalam sel penjara ia terus berteriak teriak dan meracau tak jelas bahkan dia menyalahkan hafida karmanya hidupnya hancur


" gue benci lo hafida kenapa lo gak mati aja gara gara lo gue diceraiin sama suami gue hidup gue hancur gara gara lo " racau mira


tiga hari berlalu akhirnya hafida sudah bisa pergi kuliah lagi setelah tiga hari harus beristirahat


dia pun turun kelantai dasar untuk sarapan setelah menghabiskan sarapannya hafida pun bergegas untuk berangkat ke kampus


sesampainya dikampus dia sudah ditunggu oleh rasya Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke fakultasnya


dirumah orang tua mira


bu hana dan pak hamzah tengah bersiap untuk menjenguk mira sekecewa apapun mereka namun mereka tak membenci anaknya


sesampainya dikantor polisi bu hana dan pak hamzah langsung menemui mira


" mau apa ibu dan ayah kemari " ketus mira tanpa melihat kearah ayah dan ibunya


" ibu hanya ingin jenguk kamu nak " ujar bu hana menatap Putrinya nanar


" ckk udah deh ibu pulang aja aku Gak mau lihat muka ibu " ucap mira lalu beranjak pergi dengan tidak sopannya


pak hamzah pun langsung mengajak bu hana untuk pulang dengan berat hati bu hana mengikuti suaminya

__ADS_1


sedangkan azzam dia nampak melamun entah apa yang sedang ia pilihkan hingga lukman pun datang mengagetkannya


" astaghfirullah bang ngagetin aja " ucap azzam kaget


" hehe makanya jangan melamun trus " ucap lukman terkekeh


sedang azzam ia hanya menghela nafasnya panjang dia juga tak tau ada apa dengan dirinya ini


" mikirin mira ya zam " tebak lukman


" hah? gak kok bang cuma sedih aja harapan aku menikah itu hanya satu kali tapi itu cuma ekspektasi aja " ujar azzam


" kamu nyesel zam nyereiin mira " tanya lukman


" gak kok bang aku gak nyesel karena memang ini sudah keputusan aku mungkin emang udah takdirnya gini " ucap azzam


" hmm yaudah dari pada kamu melamun mending baca al qur'an sana abang mau ngajar dulu " ujar lukman lalu beranjak pergi


sedangkan maulida yang mendengar jabar jika rumah tangga adiknya yang baru saja dibina harus hancur


dicafe


lia nampak kesal dengan mela karena dia hanya berlena lega saja sedangkan yang laiinnya mengerjakan tugasnya


sudah berkali kali lia mengingatkan Mela namun sama sekali tak digubris mela bahkan bersikap layaknya dialah bosnya


" ahh senangnya gue sekarang udah gak ada lagi hafida wanita sok polos itu haha haha " ucap mela


" dan untung aja bu dina percaya sama semua itu padahal aku yang ngambil uangnya bukan hafida " lanjutnya


dan tanpa sengaja lia mendengar ucapan mela ia menutup mulutnya tak percaya dan langsung merekan semua ucapan mela sebelum orangnya menyadarinya


lia pun langsung bergegas untuk menemui bu dina dan menunjukkan video yang telah ia ambil sedang bu dina ia menutup mulutnya yang menganga dia benar benar menyesal tak mempercayai hafida


bu dina pun langsung menemui mela yang tengah enak enaknya berleha leha padahal pekerjaannya masih banyak yang belum ia selesaikan


" mela " panggil bu dina

__ADS_1


" iya bu ada apa " ucap mela sok manis


" sudah kamu gak usah berlagak sok manis didepan saya apa ini maksudnya " ucap bu dina sembari menunjukkan video yang diberikan lia tadi


" Sa saya gak mengerti bu " ucap mela gugup


" kenapa kamu gugup takut semua kedokmu terbongkar " ucap bu dina menatap tajam mela


" maksud ibu " tanya mela sok tak tahu


" kamu kan yang memfitnah hafida mencuri uang saya " ucap bu dina


" itu tidak benar bu saya gak mungkin melakukan itu " elak mela


" sudahlah kamu tak perlu mengelak lagi semuanya sudah jelas dan mulai sekarang kamu saya pecat pergi kamu dari cafe saya " ucap bu dina


sedang mela ia meninggalkan cafe dengan perasaan kesal dihatinya dia pilih setelah menyingkirkan hafida hidupnya akan lebih tenang


namun nyatanya dia malah dipecat padahal dia sudah menyembunyikan kejahatannya dengan rapi namun bagaimana bisa semua kedoknya terbongkar


pasti ada yang sudah membongkarnya namun siapa? hanya ada satu yang ia curigai yaitu lia lihat saja pasti dia akan membalas semuanya


Seusainya jam kuliahnya habis rasya mengajak hafida untuk makan siang dicafe favoritnya


dengan senang hati hafida pun menyetujui ajakan rasya selang beberapa menit mereka sampai karena memang jaraknya tak terlalu jauh dari kampus


mereka pun langsung memesan makanan setelah beberapa menit pesanan mereka pun sampai rasya dan hafida pun langsung memakan makanannya


" gimana enakkan " tanya rasya


" Iya enak aku suka " ujar hafida


" yaudah kalau gitu besok besok kita kesini lagi " ajak rasya dibalas anggukan oleh hafida


setelah itu rasya langsung membayar pesanannya dan bergegas untuk pergi ke kantor tempat orang tua mereka bekerja


mereka pun langsung saja pergi keruangan mama ranty dan juga resepsionis sudah mengenal mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2