
semua orang yang ada diruangan itu mengucap syukur dan mereka mulai membahas tentang kapan hafida dan azzam akan menikah dan hafida ia meminta agar mereka berdua tunangan terlebih dahulu karena dia harus menyelesaikan kuliahnya setelah itu mereka akan menikah.
abi dan umi juga tak mempermasalahkan permintaan hafida jadi mereka berdua bisa mengenal satu sama lain terlebih dulu.
setelah keluarga azzam pulang hafida langsung pergi ke kamarnya dan segera untuk tidur tak lama ia sudah terlelap dalam tidurnya.
dipesantren
" abi gak mempermasalahkan jika aku dan hafida tunangan dulu kan ". tanya azzam dia takut jika abinya nanti tak setuju padahal tadi sudah jelas abinya tak mempermasalahkan itu.
" abi tak mempermasalahkan jadi kalian bisa saling mengenal satu sama lain dulu ". ucap abinya
azzam bernapas lega setelah mendengar penuturan abi di benar benar takut tadinya jika abinya akan memaksanya segera menikahi hafida mungkin dia trauma ketika dulu dipaksa untuk menikah dengan mira.
dia pun lalu beranjak pergi ke kamarnya saat menaiki anak tangga ia berpapasan dengan lukman yang menatapnya sambil tersenyum dia mengerutkan dahinya bingung melihat kelakuan sang kakak.
" bang waras kan ". tanya azzam
" waraslah, masa abangmu ini gila ". dengus lukman
" ya salah siapa senyum senyum bikin orang takut aja ". tutur azzam
" aku senyum karena liat adek aku yang baru aja melamar pujaan hatinya ". ucap lukman
" apa sih bang ". kesal azzam
" hahaha ternyata bisa malu juga ustadz idaman ini ". goda lukman
" udah deh bang ". ucap azzam lalu mempercepat langkahnya menuju ke kamar sedang lukman hanya tertawa kecil
__ADS_1
sesampainya dikamar ia langsung mengganti bajunya dan bersiap untuk tidur saat akan tidur dia tiba tiba teringat momen saat ia melamar sang pujaan hati .
" aku akan menunggumu walaupun dalam waktu yang lama aku akan terus bersabar sampai kitapun menikah dan hidup bahagia bersama sampai kita menua nanti ". batin azzam
pagi harinya
azzam memulai aktivitasnya pagi ini dengan jogging di sekitaran pesantren apalagi udaranya yang masih segar saat pagi hari seusainya jogging dia langsung mandi dan bersiap siap untuk pergi mengecek pembangunan cafenya karena berhubung hari ini dia tak ada jadwal mengajar.
ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang melewati jalanan kota yang ramai hingga ia pun sampai ditempat yang dia tuju.
sedang dilain tempat
hafida dan rasya tengah berada diperjalanan menuju kampus rasya yang melihat jari manis hafida sudah tersemat sebuah cincin tiba tiba jiwa keponya pun memberontak.
" fi ". panggil rasya sembari melirik kearah jari manis hafida
" iya kenapa sya ". tanya hafida
" hah? siapa yang nikah ". ucap hafida mencoba mengelak dari pertanyaan rasya
" akuu!! ". ucap rasya kesal sambil memajukan bibirnya
" Aamiin ". ucap hafida malah mengamini itu membuat rasya tambah memajukan bibirnya
" fida!! ". kesal rasya
" iyaa". saut hafida sambil menahan tawanya
perdebatan mereka pun berakhir karena sudah sampai dikampus mereka berdua langsung bergegas menuju ke kelas dan seperti biasanya mereka akan duduk berdampingan.
__ADS_1
tak lama kelas pun dimulai hafida dan rasya pun mulai mendengarkan apa yang tengah disampaikan oleh dosen mereka .
setelah berjam jam mendengarkan penjelasan dari sang dosen yang menurut mereka sangat panjang itu akhirnya kelas pun berakhir mereka semua lalu berhamburan pergi ke kantin.
begitu juga dengan rasya yang sudah tak sabar untuk mengisi perutnya yang sudah sedari tadi berbunyi minta untuk diisi karena saking tak sabarnya ia sampai menarik batik tangan hafida itu membuat hafida kesulitan untuk mengikuti jalan rasya.
sesampainya dikantin rasya langsung memesan makanan untuk dirinya juga hafida tak lama pesanan mereka datang rasya pun langsung melahap makanannya sedang hafida ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat rasya.
seusai mereka makan hafida dan rasya lalu pergi ke butik untuk fiting baju dan ya mereka berdua sudah pasti ditunggu oleh mama ranty juga om hendra.
sesampainya dibutik mereka berdua disambut dengan tatapan tajam oleh mama ranty mungkin kesal karena harus menunggu mereka berdua cukup lama.
" assalamualaikum ". ucap mereka berdua
" Wa'alaikumsalam ". ucap mama ranty dan om hendra
" kalian ini kemana aja si, mama capek tau nungguinnya ". ucap mama ranty kesal
" maaf nih, tante tadi tuh dosennya lama banget jelasinnya trus apalagi kita tadi makan dulu soalnya rasya lapar banget hehe ". ucap rasya sambil cengengesan
" hmm sudah sudah, lebih baik kita mulai saja fitting bajunya ". lerai om hendra
setelah selesai fitting baju rasya mengajak hafida ke panti asuhan dia tiba tiba kangen bermain dengan anak anak hafida pun menyetujuinya sedangkan om hendra dan mama ranty mereka berdua lalu pergi untuk mengambil undangan.
sedangkan azzam setelah selesai melihat pembangunan cafenya ia langsung pergi untuk berbelanja barang barang yang dibutuhkan untuk cafenya nanti.
namun sebelum itu ia pergi ke toko kelontong karena tadi sebelum berangkat uminya berpesan untuk membeli bahan bahan pokok untuk keperluan pesantren biasanya yang berbelanja yang bertugas didapur tapi karena dia sedang keluar jadi apa salahnya jika ia berbelanja.
dan saat ia turun dari mobilnya ia menyadari jika hafida juga berjalan masuk menuju toko kelontong itu ia pun tersenyum melihatnya entahlah saat melihat hafida dari kejauhan saja rasanya sangat bahagia apalagi saat nanti sudah menikah.
__ADS_1
haiss jika begini terus rasanya ia ingin cepat cepat untuk menikahi hafida namun ia harus bersabar menunggu hafida menyelesaikan pendidikannya.