
dengan rasa kesal lukman menghampiri adiknya dikamarnya dirinya langsung saja menarik adiknya itu untuk turun kebawah sudah tau ditunggu malah tak segera turun rombongan keluarga azzam pun langsung berangkat menuju kediaman mama ranty dan papa hendra untuk acara akad nikah.
hafida ia sudah selesai dimake up ia menjadi sangat cantik dengan kebaya yang melekat ditubuhnya sampai sampai rasya tak mengenali dirinya rasya sampai berkali kali berdecak kagum rasya dan mama ranty menemani hafida dikamar sampai nanti waktunya hafida keluar menemui suaminya.
mama ranty benar benar tak menyangka keponakan yang sudah ia anggap putrinya sendiri ini akan segera menikah padahal dulunya hafida masih sangat kecil namun sekarang ia sudah beranjak dewasa.
rombongan keluarga azzam sudah sampai mereka langsung masuk ke dalam karena acara akan segera di mulai azzam lalu duduk berhadapan dengan penghulu, tamu tamu juga sudah memenuhi ruangan rumah ini.
" bagaiman apa sudah bisa dimulai ". tanya pak penghulu
" bisa pak ". jawab azzam
azzam lalu menjabat tangan pak penghulu dan ijab kabul akan segera dimulai dirinya nampak sangat gugup keringat dingin membasahi tubuhnya dia sangat takut jika salah saat ijab kabul nanti.
" saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari hafida kamilatunnisa binti almarhum ahmad dengan satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat dibayar tunai ". ucap pak penghulu
" saya terima nikah dan kawinnya hafida kamilatunnisa binti almarhum ahmad dengan satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat dibayar tunai ". ucap azzam dengan satu kali tarikan napas
" bagaimana para saksi ". ucap pak penghulu
" sahhh ".
kata sah menggema diseluruh ruangan azzam sangat bahagia karena sekarang dirinya sudah menikah dengan hafida dia juga lega karena bisa mengucap ijab kabul dengan lancar tanpa adanya kendala.
sedang dikamar hafida
mama ranty dan rasya langsung memeluk hafida mereka sangat bahagia saat mendengar kata sah yang menggema sampai ke kamar hafida sekarang hafida sudah sah menjadi istri azzam senyum bahagia nampak terlukis diwajahnya.
mama ranty dan rasya lalu menuntun hafida menuruni anak tangga rumahnya azzam lalu menatap kearah hafida yang tengah berjalan kearahnya dirinya hafida nampak sangat cantik hari ini dia sampai tak mengenali hafida yang sekarang sudah menjadi istrinya.
hafida lalu duduk disamping laki laki yang sekarang sudah menjadi suaminya dia lalu mencium punggung tangan azzam sebagai tanda hormatnya pada sang suami azzam lalu mengecup lembut kening istrinya dia benar benar tak menyangka wanita yang ada didepannya ini sekarang adalah istrinya.
ucapan selamat terus terucap dari para tamu senyum bahagia tak pernah luntur dari wajah kedua pengantin baru itu mereka benar benar sangat bahagia.
__ADS_1
" sayang selamat ya semoga kalian sakinah mawaddah warohmah aamiin ". doa mama ranty
" selamat ya nak semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek ". doa papa hendra
" selamat ya nak zam kamu jaga baik baik istri kamu jangan pernah kamu berbuat kasar dengannya sayangi dia ya ". ucap abi memberi wejangan pada anak laki kakinya
" iya bi azzam janji akan selalu menjaga dan menyayangi istri azzam ". ucap azzam
" masyaallah selamat ya nak semoga kalian langgeng dan kamu zam inget nasihat abi kamu ". ucap umi
" selamat ya semoga kalian langgeng ". ucap para kakak kakak azzam
" selamat ya nak fida ibu sangat bahagia melihat kamu menikah semoga kalian langgeng ya ". doa bu siti yang juga nampak hadir bersama para anak anak panti
" fida aku seneng banget deh kamu udah nikah nah kamu juga harus cepet ngasih aku ponakan oke ". cerocos rasya
" lalu kamu sendiri kapan sya ". tanya hafida pada rasya
" hah apa? ah aku gak tau ". ucap rasya gugup
kenapa alvin manggil hafida adik ipar? karena usia rasya lebih tua satu tahun dari hafida cuma memang hafida lulus kuliah lebih cepat saja gitu karena hafida itu termasuk mahasiswi yang jenius.
dan untuk rasya dia memang masuk kuliahnya barengan dengan hafida seharusnya sih dia sudah sejak tahun lalu tapi karena dia belum mau kuliah jadinya dia kulitnya barengan deh sama hafida.
semua rangkaiann acara sudah selesai hafida pun langsung pergi ke kamarnya untuk bersih bersih dia sudah sangat lelah dan ingin segera istirahat karena pasti nanti malam akan lebih lelah lagi.
ia menghapus make up nya terlebih dahulu sembari menunggu azzam selesai mandi setelah azzam keluar gantian dia yang mandi setelah itu ia turun ke bawah untuk makan siang bersama.
setelah selesai makan siang hafida dan azzam langsung pergi ke kamar untuk beristirahat sebentar sebelum nanti harus bersiap siap lagi untuk acara resepsinya nanti malam.
didalam kamar hanya ada azzam dan hafida hanya ada keheningan membuat suasana menjadi canggung mereka sama sama bingung untuk memulai pembicaraan hingga akhirnya azzam pun membuka suaranya.
" fi, kamu tau aku sangat bahagia karena bisa menjadikan dirimu sebagai istriku aku janji akan menjaga dan membahagiakanmu ". ucap azzam menatap lekat ke arah istrinya
__ADS_1
dulu dia tak berani menatap hafida sampai seperti ini karena mereka belum sah nah sekarang kan udah halal jadi terserah deh mau ngelakuin apa aja gak akan membikin fitnah sedang hafida ia merasa malu karena ditatap oleh laki laki yang sekarang sudah berubah statusnya menjadi suaminya.
" eumm,, aku juga bahagia mas aku harap pernikahan ini langgeng sampai kita punya cucu dan cicit nanti ". ucap hafida
" apa kamu sudah siap memiliki anak ". tanya azzam mencoba menggoda istrinya
" apa kamu tak mau memiliki anak dari aku ". tanya hafida sembari menatap wajah tampan suaminya
" siapa bilang aku tak mau memiliki anak bersamamu bahkan aku ingin memiliki banyak anak denganmu sudahlah sekarang lebih baik kita istirahat ". ucap azzam diangguki oleh hafida
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
author ga jadi up sore ternyata hehe
nah sekarang hafida dan azzam sudah sah ya lega deh kalau Gini
__ADS_1
oke sampai sini dulu ya