
Disisi lain
Azzam tengah bersama kakak laki lakinya dia sedang bersama Lukman entah apa yang mereka bahas hingga tak menyadari jika hari sudah larut malam hingga tiba tiba saja umi rohimah datang mengagetkan kakak beradik itu.
"Loh kalian belum tidur?" tanya umi Rohimah sambil menepuk bahu mereka berdua.
"Eh astagfirullah umii,ngagetin aja " ujar Lukman seraya mengelus dadanya.
"Hehe ini juga mau tidur umi" lanjut Lukman kemudian bergegas berlari menuju kamarnya.
Umi berganti menatap si bungsu dan berkata
"kamu Zam?gak tidur?" tanya umi Rohimah menaikkan satu alisnya.
"Ini juga mau tidur mi" ucap Azzam tersenyum lalu berlari pergi ke kamarnya, sedang umi Rohimah hanya menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi.
Pagi hari
Hafida kini tengah bersiap untuk pergi ke cafe sekaligus pergi ke kampusnya.
Dia pun pergi menemui mamanya untuk berpamitan setelah itu ia bergegas ke cafe.
Saat sampai disana memang masih sepi namun sudah ada beberapa karyawan yang sudah datang.
Hafida dengan cekatan mengerjakan pekerjaannya hal ini membuat bu Dina sangat kagum kepada hafida namun ada saja yang merasa iri keada hafida siapa lagi jika bukan Mela entah mengapa dia sangat membenci Hafida.
Disisi lain Azzam tengah bersiap mengantar kakaknya ke bandara setelah semuanya siap ia pun segera melajukan mobilnya.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sampai azzam menunggu kakaknya hingga pesawat yang ditumpangi kakaknya mengudara selepas itu ia pun pulang.
tok tok tok
"Masuk" ucap bu Dina.
"Assalamualaikum bu ini saya ingin izin pulang terlebih dahulu karena saya ada keperluan dengan kegiatan kampus" ucap Hafida sopan.
"Wa'alaikumsalam Oh iya gak papa kamu bisa pulang sekarang" ucap bu Dina sambil tersenyum tipis.
"Terimakasih bu,kalau begitu saya permisi assalamualaikum" ucap Hafida menutup pintu pelan.
"Wa'alaikumsalam"
Hafida pun segera mengambil tasnya dan pulang ke rumah namun tiba tiba Mela berkata seakan akan menyindir dirinya.
Hafida sama sekali tidak menggubris Mela, hal ini membuat Mela kesal karena Hafida tak menghiraukannya.
"Liat aja nanti gue bakal ngasih perhitungan buat lo" batin Mela dalam hatinya.
Hafida selesai dengan semua kegiatan kampusnya dia membereskan barang barangnya lalu pulang.
Tak berapa lama dia pun sampai dirumahnya baru saja ia sampai namun sudah diberi rentetan pertanyaan oleh mamanya.
Namun ia juga mengerti mamanya pastinya heran mengapa ia pulang lebih awal dari biasanya.
"Sayang tumben udah pulang?" tanya sang Mama heran.
__ADS_1
"Iya tadi kebetulan ada kegiatan kampus jadi aku gak lama diCafe" jelasnya seraya tersenyum tipis.
"Hmm, ya sudah kamu segera bersih bersih" ucap sang Mama.
"Emm sayang stok makanannya udah habis ternyata,padahal mama mau masakin kamu" ucap Mama Ranty.
"Mama gak perlu masak biar Fida,beli makanan saja sambil belanja ke supermarket didepan" ucap Hafida.
Kemudian ia pun pergi ke supermarket yang ada di ujung jalan sana.
Jarak dari rumahnya juga tak jauh jadi dia memilih untuk jalan kaki namun dia pergi membeli makanan terlebih dahulu setelah itu ia berniat untuk ke supermarket
Namun tanpa sengaja seseorang menabraknya karena tak melihat jalan dan membuat makanan yang ia beli jatuh ke tanah Hafida menghembuskan nafasnya kasar.
"Eh astagfirullah maaf saya gak sengaja biar saya ganti makanannya" ucap orang yang menabrak dirinya.
"Gak papa kok gak perlu diganti, nanti saya bisa beli lagi" ucap Hafida seraya mendongak keatas menatap sosok dihadapannya.
"Gak papa kok saya ikhlas"
"Loh, kamu yang keserempet mobil saya waktu itu kan?" tanya Azzam.
Hafida hanya menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum tipis.
Azzam pun mengganti makanan Hafida yang terjatuh tadi walaupun dia harus memaksanya terlebih dahulu agar Hafida mau menerimanya.
Hafida pun segera pamit untuk pergi dan Azzam dia memandangi punggung hafida yang mulai menjauh hingga tak terlihat lagi.
__ADS_1
Tak berapa lama Hafida pun sampai rumahnya.