
dengan berat hati mira menandatangani surat itu seusainya azzam langsung pergi dari situ sedang mira ia hanya menatap punggung azzam yang sudah menjauh
" arghhh kenapa hidupku hancur dunia ini tak adill " teriak mira lalu menangis
ya dia belum juga menyadari semua kesalahannya dia hancur karena perbuatannya sendiri bukan karena orang lain
tak lama setelah kepergian azzam bu hana dan pak hamzah datang untuk menjenguk mira mereka berdua berharap mira mau menemuinya
" ngapain ibu kesini mending ibu pergi aku gak mau liat wajah ibu " ucap mira tanpa menengok kearah bu hana
sakit itu yang dirasakan bu hana niat hati ingin menjenguk Putrinya namun Putrinya malah mengusirnya
" mira jaga ucapanmu dia ibumu " tegur pak hamzah
" aku gak peduli mending kalian pergi dari sini dan jangan pernah untuk menemuiku lagi " usir mira
akhirnya pak hamzah mengajak bu hana untuk pulang saja karena kedatangan mereka berdua tak dihargai sama sekali oleh mira
azzam ia menghela nafasnya lega setelah mendapat tanda tangan mira sebelumnya ia takut jika mira tak mau menandatangani surat itu
dulunya memang ia akan mempertahankan rumah tangganya dengan mira namun semuanya berubah ketika mira sudah mulai berubah dari sikapnya yang awalnya terlihat sangat baik namun lama lama dia berubah menjadi seseorang yang licik
back to hafida
setelah menghabiskan makanannya rasya langsung membayarnya dan segera bergegas untuk pergi ke perusahaan
jadi rasya juga membantu papanya ketika dia ada waktu luang
sesampainya disana hafida dan rasya langsung mengganti pakaiannya setelah itu pergi ke ruang meeting
setelah Mereka berdua datang meeting pun segera dimulai hafida dan rasya diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide ide mereka
dan setelah berjam jam diruang meeting akhirnya meeting pun selesai para kolega bisnisnya mama ranty sangat puas dengan ide yang dicetuskan oleh hafida dan rasya
setelah itu hafida pun bersiap siap untuk pulang selama diperjalanan ia hanya diam biasanya dia akan mengobrol dengan mamanya namun ini tidak dia seperti kelelahan
semampainya dirumah hafida langsung pergi ke kamarnya untuk bersih bersih karena tubuhnya sudah lengket sesuai dari luar
__ADS_1
sedang mama ranty ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan dengan dibantu oleh mbok minah
setelah selesai mandi seperti biasa hafida akan mengerjakan tugasnya setelah itu ia turun ke lantai dasar biasanya dia pergi ke belakang rumahnya untuk sekadar bersantai menikmati sore hari
" neng ada tamu yang nyariin neng " ucap mbok minah mengagetkan hafida
" ah iya mbok " ucap hafida lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke ruang tamu rumahnya
" eh mbak lia udah lama " tanya hafida
" nggak kok fi baru aja kok " ucap lia
mereka pun saling melemparkan candaan satu sama lain tak terasa waktu sudah hampir magrib lia pun langsung pamit untuk pulang
sedang hafida ia segera bersiap untuk sholat magrib seusainya ia biasanya membaca al qur'an sebentar
setelah itu hafida pergi ke dapur untuk makan malam bersama seusainya makan malam dia akan bersantai diruang tengah menemani mamanya menonton tv
" sayang mama puas banget sama ide ide kamu tadi " ucap mama ranty senang
" eumm aku akan terus berusaha ma buat berikan ide yang lebih dari tadi " ucap hafida
" eumm kayaknya nguak deh ma, soalnya aku hari itu kuliahnya siang " ucap hafida
" hmm.... yaudah gpp kok mama ngerti " ucap mamanya
" yaudah ma, aku ke kamar dulu ya " ucap hafida diangguki oleh mamanya
hafida pun langsung membaringkan tubuhnya diranjangnya lalu mulai memejamkan matanya tak lama ia sudah terlelap dalam tidurnya
pagi harinya
karena berhubung hari ini weekend dia berencana untuk pergi ke panti dan kebetulan juga rasya ingin ikut dengannya
ia pun langsung bersiap siap untuk pergi ke panti takutnya nanti malah kesiangan tak lama mobil rasya terlihat memasuki halaman rumahnya
hafida pun langsung bergegas untuk turun dan tak lupa untuk meminta izin pada mamanya setelah itu dia dan rasya langsung bergegas pergi ke panti namun sebelum itu dia pergi untuk mencari oleh oleh untuk anak anak panti
__ADS_1
" eh sya enaknya dibeliin apa ya anak anak " tanya hafida
" gimana kalau makanan aja trus beberapa buku buat mereka " ucap rasya
" oke deh kita nyari buku dulu deh baru makanannya " ucap hafida
rasya pun melajukan mobilnya menuju ke toko buku setelah mendapat buku yang diinginkan rasya lalu melajukan mobilnya untuk membeli makanannya
dipesantren
karena hari ini minggu jadi para santri biasanya dibolehkan untuk keluar dari lingkungan pesantren biasanya mereka pergi ke pasar yang ada didekat pesantren untuk membeli kebutuhan mereka
namun sebelum itu mereka biasanya kerja bakti untuk membersihkan pesantren biasanya itu dilakukan setelah sholat subuh dengan dipantau oleh para ustadz ustadzah yang ada
namun jika yang memantau azzam bukannya mereka bekerja malah sibuk membicarakan dirinya
" eh ustadz azzam makin ganteng aja ya " ucap salah seorang santri Putri
" iya bener banget, rasanya aku pengen deh dilamar sama ustadz azzam " saut temannya membenarkan
" ishh udah deh gak usah halu " sewot laila tiba tiba dari belakang
" emangnya kenapa sih " sungut salah satu dari mereka
" ya karena ustadz azzam itu cuma buat aku " ucap laila
ya semenjak dia mendengar jika azzam bercerai dengan mira laila gencar untuk mendekati ustadznya itu namun sayang dia selalu diabaikan oleh azzam
" dihh, ustadz azzam juga gak bakalan mau sama kamu kali " ucap salah satu dari mereka
" eh enak aja kalau ngomong gak mungkin ustadz azzam nolak " kekeh laila
" kalian bekerja bakti atau menggibah " tegur azzam
" bekerja bakti ustadz " ucap mereka menunduk
" kalau gitu jangan diulangi lagi " ucap azzam
__ADS_1
" baik ustadz " ucap mereka