
Hafida pun segera pamit pergi dan Azzam dia memandangi punggung Hafida yang mulai menjauh hingga tak terlihat lagi.
Tak berapa lama Hafida pun sampai rumahnya.
"Assalamualaikum ma, maaf ya kalau Fida perginya lama" ujar Hafida.
"Wa'alaikumsalam iya sayang gak papa kok" ucap mamanya seraya tersenyum lembut.
" lYa sudah kalau gitu Fida nyiapin nasi gorengnya dulu ke dapur" ucap Hafida yang diangguki oleh mamanya setelah itu mereka makan bersama.
Disisi lain Azzam tak menyangka jika dia bertemu dengan pujaan hatinya.
Rasanya ia ingin segera menikahi sang gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta itu,namun dia harus bersabar dia pun segera membuyarkan lamunannya dan bergegas pulang kerumah.
"Assalamualaikum" ucap Azzam.
"Wa'alaikumsalam lama bener dek antar kak Ida?" ucap tanya Lukman.
"Iya kak tadi aku pas pulang ga sengaja ketemu dengan gadis yang sudah buat aku uring uringan" jelasnya.
"Oh iya ini pesenannya kak" lanjutnya.
"Ohh kok bisa kalian ketemu?" tanya Lukmanm
"Ga sengaja nabrak dia dijalan pas mau beliin kamu nasi goreng kak, aku juga kaget pas tau itu dia" ujar Azzam dan Lukman pun menganggukkan kepalanya.
Hafida kini tengah termenung dalam diamnya seraya menatap langit langit kamarnya.
Ahh dia rindu ayah ibunya, apa mereka disana bahagia? dia berharap begitu.
Dia menoleh lalu mengambil foto kedua orang tuanya dan memandangnya lama.
Rasanya sesak, dia menghela napasnya panjang lalu meletakkan kembali foto itu.
Dia merebahkan tubuhnya diranjang sesekali dirinya menguap dan dia pun terlelap dalam tidurnya.
Azzam segera membersihkan tubuhnya dan segera pergi ke masjid namun ia menunggu Lukman sang kakakterlebih dahulu sesekali ia menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Huh lama banget si kak Lukman bisa jamuran kalo gini" gumamnya lirih.
Tak berapa lama Lukman pun keluar dari rumah nampaknya ia telah siap mereka pun segera bergegas menuju masjid sambil berjalan sesekali mereka melemparkan candaan satu sama lain.
Setelah tertidur cukup lama hafida pun terbangun ia segera mandi kemudian membantu mamanya memasak dan dia sendiri berniat untuk ke panti.
Dia izin terlebih dahulu setelah mendapatkan izin dari mamanya dia segera pergi ke panti.
Namun sebelum dia pergi ke panti dia mampir ke toko mainan ia berniat membelikan mainan untuk anak anak panti setelah itu ia pergi ke panti tak butuh waktu lama ia pun sampai.
"Assalamualaikum" ucap Hafida.
"Wa'alaikumsalam eh nak Fida" ucap ibu pengurus panti sebut saja dia bu Siti.
"Oh iya bu anak anak kemana ya?" tanya Hafida
"Anak anak dibelakang kamu samperin mereka gih" ujar bu Siti tersenyum.
Hafida hanya mengganggukkan kepalanya saja dan menemui anak anak.
"Wa'alaikumsalam kak Fida" ucap mereka bersamaan.
"Oh iya lihat deh kakak bawa apa" ujar hafida dengan tersenyum dan menunjukkan barang yang dia bawa.
Seketika mereka saling berebut satu sama lain terlihat dari wajah mereka nampaknya mereka sangat senang mendapatkan mainan dari Hafida.
Setelah memberikannya Hafida langsung pamit pulang karena memang hari sudah sore.
"Lukman liat adek kamu tidak?" tanya abi
Rahmad.
"Oh Azzam di masjid bi" jawab Lukman.
"Kamu suruh dia pulang ya" ucap abi Rahmad
"Oh iya bi" ucap Lukman seraya bergegas memanggil adiknya.
__ADS_1
"Assalamualaikum dek dipanggil sama
abi" ucap Lukman.
"Wa'alaikumsalam iya kak, Azzam segera pulang" ucap Azzam
Sesampainya dirumah
"Assalamualaikum,ada apa manggil Azzam?" tanya Azzam duduk disamping abinya.
"Wa'alaikumsalam kamu bisa tolong abi nak" ujar abinya.
"Minta tolong apa bi" tanya Azzam pada abinya.
"Begini buku buku yang ada dipesantren sudah banyak yang rusak dan abi juga lupa untuk membeli jadi kamu bisa membelinya " ujar abi menjelaskan.
"Oh iya bi kalau begitu Azzam siap siap dulu" ucap Azzam kemudian pergi ke kamarnya.
Tak lama ia sudah siap dengan menggunakan kaos bolong yang ia balut dengan jaket hitam andalannya setelah itu ia pun melajukan mobilnya.
Hafida kini tengah menunggu taksi yang lewat namun karena sudah sore jadi sangat jarang ada taksi yang lewat.
Dia pun memutuskan untuk berjalan kaki sampai depan sana siapa tau ada taksi yang lewat namun kenyataannya nihil hari sudah semakin sore namun ia tak kunjung mendapatkan taksi ia pun memutuskan untuk berjalan kaki.
Jarak antara rumah dengan panti lumayan jauh dan hari sudah mulai gelap pasti mamanya khawatir.
Dia juga sudah cukup lelah berjalan kaki dari panti menuju ke rumahnya,dirinya berharap ada taksi yang lewat .
Tiba tiba segerombolan preman menghampirinya dia menatap mereka takut dan mencoba untuk kabur.
"Hai adik manis mau ditemenin gak" ujar preman tersebut sambil mencolek dagu Hafida.
"Kalian siapa jangan ganggu saya" ucap Hafida dengan wajahnya yang ketakutan.
"Jangan takut adik manis abang gak ngapa ngapain kok" ucap preman itu sambil terus mendekat ke arah Hafida.
Hafida pun mulai berjalan mundur ia sangat takut dalam hatinya ia terus berharap akan ada orang lewat jalan ini.
__ADS_1