Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 41


__ADS_3

mira langsung melepaskan cekikannya dan tertawa terbahak bahak karena sudah berhasil membuat hafida kehilangan kesadarannya mama ranty dan om hendra langsung membawa hafida ke rumah sakit


sedangkan dengan rasya dan lia mereka tetap ada disini umi sampai menutup mulutnya kaget ia benar benar tak percaya dengan apa yang dilakukan menantunya


sesampainya dirumah sakit hafida langsung dibawa ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan


mama ranty duduk dikursi tunggu dengan perasaan cemas jika sampai putrinya kenapa napa dia pastikan jika mira akan membusuk dipenjara


tak lama pintu ruang UGD terbuka mama ranty langsung beranjak dari duduknya dan menanyakan keadaan putrinya


" dok bagaimana dengan keadaan putri saya " tanya mama ranty


" tidak ada yang perlu dikhawatirkan keaadaannya sudah stabil untung saja pasien segera dibawa kemari jika tidak bisa saja nyawanya tak tertolong " ucap dokter


" apa boleh saya masuk " tanya mama ranty


" oh iya silahkan " ucap dokter mempersilahkan


" oh iya hen, kamu balik aja ke kantor polisi " suruh mama ranty


" baik bu " ucap om hendra lalu bergegas untuk kembali ke kantor polisi sedang mama ranty langsung masuk ke ruang rawat hafida


mama ranty berjalan mendekat kearah hafida yang tengah terbaring lemah tak lama hafida pun sadar dari pingsannya


" sayang kamu gpp kan mama khawatir " ucap mama ranty lembut


" aku gpp kok " ucap hafida sambil tersenyum kearah mamanya


sesampainya dikantor polisi om hendra langsung bergegas masuk sedangkan mira ia menatap om hendra dengan sinis


mungkin ia pikir hafida tak dapat diselamatkan namun nyatanya hafida masih bisa selamat


" wah pasti wanita sialan itu mati kan " ucap mira dengan sinis


" heh apa lo bilang " ucap rasya sembari menatap tajam mira

__ADS_1


" wanita sialan itu mati lah jadi suami gue aman dari wanita jalang itu " ucap mira


" heh jaga mulut lo ya hafida itu wanita baik baik bukan kek lo ngerti " sulut lia emosi


" ckk dia itu cuma tampangnya aja polos nyatanya dia itu suka ngejual diri ke om om " ujar mira tak mau kalah


plakk


rasya menampar pipi mira dengan keras dia tak terima jika sahabatnya dituduh sebagai seorang jalang


sedang mira ia memegang pipinya yang memanas akibat tamparan keras rasya dia menatap rasya tajam


" ckk gak terima lo atau jangan jangan kalian berdua sama kek wanita sialan itu suka jual diri hahaha " ucap mira sambil tertawa keras


" jaga mulut lo jangan asal ngomong hafida itu anak baik baik ngerti " ucap lia kesal


" Alah itu cuma topeng nyatanya dia jadi selingkuhannya suami gue dia merayu rayu suami gue " ucap mira kekeh


" cukup mir jangan pernah menjelek jelekkan hafida dia tak pernah merayuku itu hanya giringan opinimu semata " ucap azzam sudah tak tahan


" untuk apa aku membelamu karena memang apa yang kau katakan itu semua bohong " ucap azzam


" dan maaf yah, bu saya tak dapat mempertahankan Mira saya sudah tak kuat menghadapinya mungkin memang saya bukan jodohnya " ucap azzam meminta maaf pada pak hamzah dan bu hana


" iya gpp zam ayah dan ibu ngerti kok dan maaf dulu ayah memaksanya untuk menikahi mira " ucap pak hamzah


" iya gpp kok yah " ucap azzam


azzam dan abi serta umi langsung pamit untuk kembali ke pesantren seperjalanan abi meminta maaf pada azzam karena dia salah menjodohkan putranya dengan mira


Sesampainya dipesantren azzam langsung bergegas ke kamarnya kepalanya rasanya seperti ingin pecah dia pun membaringkan tubuhnya dikasur


sedang dipesantren gosip mengenai penangkapan istri dari ustadz mereka pun mulai menyebar mereka bertanya tanya apa yang dilakukan oleh istri dari ustadz mereka tersebut


" eh katanya istrinya ustadz azzam ditangkap polisi benar gak sih " tanya salah satu santri putri

__ADS_1


" bener katanya yah dia tuh ngebunuh orang tapi untung yang dibunuh itu selamat " saut temannya membenarkan


" udah udah gak usah ghibah dosa mending kita balik ke asrama aja " ucap salah satu temannya


bu hana ia benar benar kecewa pada mira padahal ia tak pernah mengajarkan putrinya untuk berbuat kriminal apalagi didepan matanya putrinya mencekik anak rekan bisnis suaminya


dia benar benar sangat malu dengan mama ranty karena dia juga tau kalau mama ranty itu adik dari pak ahmad orang yang sudah menolong keluarga mereka


" mir ibu gak nyangka kamu bisa berbuat seperti itu " ucap bu hana


" didunia ini gak ada yang gak mungkin bu " ucap mira dengan santai


" kamuu " ucap bu hana menahan amarah


" apa bu mau marah silahkan " ucap mira menantang sedang pak hamzah ia mengusap usap punggung bu hana menenangkan


" jaga sopan santunnya nak dia ibumu " tegur pak hamzah


" ckk bodo amat " ucap mira acuh


" ingat nak ayah tak akan membantumu keluar dari sini agar kau sadar atas kesalahanmu " ucap pak hamzah lalu mengajak bu hana pulang


keesokan harinya hafida sudah bisa pulang karena keaadaannya sudah membaik mereka pun langsung bergegas pulang


sesampainya dirumah hafida disambut oleh rasya dan lia


" assalamualaikum " ucapnya dan mama ranty berbarengan


" Wa'alaikumsalam " ucap rasya dan lia


lia dan rasya pun langsung berhambur memeluk hafida sedang mama ranty ia hanya tersenyum melihatnya


setelah mereka berdua melepaskan pelukannya meraka langsung membawa hafida ke kamar untuk istirahat


sedang hafida ia senang dengan perhatian yang diberikan oleh lia juga rasya

__ADS_1


__ADS_2