
Dirumah mama ranty
Rasya dan alvin tengah sibuk menulis nama nama tamu diundangan yang menumpuk banyak itu rasya hanya bisa menghela napasnya panjang ternyata mengurus pernikahan itu cukup melelahkan juga .
Sudah sedari tadi mereka menulis nama nama di kartu undangan tapi tak kunjung selesai juga sesekali mereka berhenti sejenak karena lelah menulis tangannya saja sampai pegal .
" Sya istirahat dulu yuk tanganku udah pegal sumpah capek banget nih jari jari bisa bisa keriting ". ucap Alvin
" Sama vin, yaudah deh lanjut aja nanti tapi tinggal dikit lagi sih nanggung ". ucap Rasya
" Yaudah kamu aja yang nerusin ". ucap Alvin
" Oke gpp lagian dikit lagi kok ". ucap Rasya
" Ahh akhirnya selesai juga ,abis ini langsung disebar kan vin ? ". tanya Rasya
" Iya sya yaudah aku tunggu dimobil ya yang rekan rekan bisnis ortu kita tinggal aja biar mereka sendiri yang ngasih ". ucap Alvin sedang rasya hanya menganggukkan kepalanya
Mereka langsung bergegas untuk pergi menyebar undangannya .
**
" Assalamualaikum umi ,abi ". Ucap azzam
" Wa'alaikumsalam ". Ucap umi dan abi
" Istri kamu gak ikut zam ? ". Tanya umi
" Nggak dia lagi ada kerjaan dikantornya, minggu depan aku janji bakalan nginep disini ". Ucap azzam
" Iya gpp kok nak ". Ujar umi
Dikantor
Hafida tiba tiba merasa perutnya seperti diaduk aduk, dirinya lalu langsung berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
huek huek
Tubuhnya mendadak lemas sekali bahkan dirinya seperti tak mampu untuk menopang tubuhnya .
__ADS_1
" Ya allah aku kenapa aku mual banget ". Gumam Hafida dalam hati
Dia pun kembali memuntahkan isi perutnya, hingga terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
" Nak, apa kamu di dalam ". Tanya Papa Hendra
" Iya pa tolongin aku, aku lemes banget ". Ucap Hafida lirih
" Ya allah nak ,kamu kenapa ". Tanya Papa Hendra dengan panik melihat Hafida yang tengah berpegangan diujung wastafel dengan wajahnya yang terlihat pucat
" Ayo nak papa bantu berdiri ". Ucap Papa Hendra
Hafida lalu duduk disofa sambil memejamkan matanya menahan rasa pusing juga rasa mual sedang Papa Hendra dia tengah menghubungi Azzam.
" Halo assalamualaikum nak ,kamu cepet susul istrimu ke kantor ya sepertinya dia sakit ". Ucap Papa Hendra
" Wa'alaikumsalam, iya pa aku segera kesana ". Ucap Azzam
Azzam lalu langsung pamit kepada Umi dan segera melajukan mobilnya menuju ke kantor ,dia mengendarai mobilnya dengan perasaan khawatir yang amat sangat .
Sesampainya dirinya langsung berlari ke ruangan hafida dia lalu langsung menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit ia langsung menggendong tubuh Hafida yang nampak lemas itu, dirinya benar benar tak tega melihatnya.
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan pak, hal ini wajar dialami oleh ibu hamil ". Terang Dokter
" Hamil dok? jadi istri saya hamil ? ". Tanya Azzam
" iya pak, tolong dijaga istrinya ya ". Ucap Dokter lalu beranjak pergi
" Sayang kamu sudah sadar ? ". Tanya Azzam
" Mas, aku sakit apa sebenarnya ". Tanya Hafida
" Kamu gak sakit sayang ,kamu hamil ". Ucap Azzam
" Hamil ? Ya allah terimakasih atas karuniamu ini ". Syukur Hafida
" Pokoknya kamu gak boleh capek capek oke ,mulai besok kita pake art, aku gak mau kamu dan anak kita kecapekan sayang ". Ucap Azzam
__ADS_1
" Iya mas apapun keputusanmu, aku juga akan segera berhenti dari kantor ". Ucap Hafida
" Iya sayang sekarang kamu bangun ya, kita pulang ". Ujar Azzam dibalas anggukan oleh Hafida
Hafida lalu bangun dengan hati hati dan suaminya langsung menggendongnya dengan alasan dirinya tak boleh capek dia hanya tersenyum mendapat perhatian dari suaminya.
Azzam menurunkan Hafida dengan penuh kehati hatian lalu mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah, sesampainya dia lalu kembali menggendong Hafida sampai ke kamarnya.
Perutnya kembali seperti diaduk aduk dirinya lalu beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya pelan pelan ke kamar mandi sesampainya dikamar mandi dia langsung memuntahkan kembali isi perutnya.
huek huek
Azzam langsung berlari ke kamar mandi saat mendengar suara sang istri dia mengusap usap punggung Hafida lembut setelah itu ia merangkul istrinya kembali ke tempat tidur.
" sayang kenapa gak manggil aku sih ". Ucap Azzam
" aku gak mau ngerepotin kamu mas ". Ucap Hafida
" kamu itu gak ngerepotin kok sayang, ya udah sekarang kamu makan terus minum vitaminnya ". Ucap Azzam
setelah makan dan meminum vitaminnya Hafida langsung beristirahat karena jujur dia juga masih agak merasa pusing.
Azzam lalu keluar kamar dan menelpon Papa Hendra jika istrinya mulai besok sudah tak ke kantor lagi karena sedang hamil, Papa Hendra tak mempermasalahkan hal itu yang penting cucunya sehat.
setelah menghubungi mertuanya Azzam lalu segera menghubungi Umi juga Abinya, mereka yang mendengar kabar itu sangatlah bahagia karena akan segera mendapatkan cucu lagi.
Keesokan paginya
Hafida benar benar lemas sudah berkali kali dirinya bolak balik ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan isi perutnya, Azzam yang melihat istrinya bolak balik ke kamar mandi juga merasa kasihan dengan sang istri.
dirinya lalu mengelus lembut perut Hafida sedangkan Hafida ia hanya tersenyum mendapat perlakuan hangat dari suaminya.
" mas, kamu gak pergi ke cafe? ". Tanya Hafida
" gak sayang aku mau jagain kamu aja ". Ucap Azzam
" Makasih ya mas, sudah perhatian sama aku ". Ucap Hafida
" Iya sayang, sama sama ini juga sudah kewajibanku sebagai suami ". Ujar Azzam sembari mencium kening istrinya
__ADS_1
ting tong ting tong
suara bel rumah berbunyi Azzam lalu bangkit dari duduknya dan turun untuk membuka pintunya, ternyata rasya dan alvin datang kemari dirinya lalu langsung mempersilahkan mereka masuk.