Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 47


__ADS_3

" ciee mama, pipinya merah udah kayak tomat". goda hafida


" apaan sih fi mama ini udah tua ". ucap mama ranty kesal karena digoda


" gpp loh mah, lagian kalian cocok kok ".ucap hafida tertawa kecil


" sudah fi kasian tante ". ucap rasya dengan menahan tawanya


sedangkan azzam dia pun langsung berangkat untuk melihat tempat yang akan dia bangun sebuah cafe sesampainya disana dia sudah ditunggu oleh pemilik tanah.


mereka nampak berbincang bincang sebentar untuk bernegosiasi setelah bernegosiasi azzam pun setuju dengan kesepakatan pemilik tanah.


dia pun menghela napasnya lega setelah ini ia tinggal memikirkan konsep cafenya dan rencana pembangunannya ia ingin secepatnya cafe miliknya dibangun.


pagi harinya


hafida tengah bersiap siap untuk pergi ke kampusnya seperti biasa dia berangkat bersama rasya sang sahabat.


dia pun segera turun ke lantai dasar takut jika rasya akan menunggunya terlalu lama setelah selesai sarapan hafida dan rasya langsung pamit untuk berangkat ke kampus.


sebenarnya kelas mereka siang namun hafida berniat untuk mampir ke panti sebentar rasya pun melajukan mobilnya menuju ke panti ia juga senang bisa bertemu dengan anak anak kembali.


sesampainya disana dia dan rasya menemui bu siti terlebih dulu setelah itu bermain dengan anak anak cukup lama mereka ada dipanti namun mereka berdua harus segera untuk ke kampus walau dalam hati mereka berdua masih ingin bermain dengan anak anak.


setelah berpamitan pada bu siti rasya segera menjalankan mobilnya menuju kampus setelah 15 menit dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai rasya dan hafida lalu bergegas menuju ke kelasnya karena sebentar lagi kelas akan segera dimulai.


" huhh untung ga terlambat ". ucap rasya lega


" kamu sih sya diajakin berangkat nanti nanti aja " ucap hafida mencebikkan bibirnya


" hehe sorry deh fi aku kan masih pengen main sama anak anak ". ucap rasya meminta maaf pada hafida


obrolan mereka berdua pun terhenti setelah dosen memasuki kelas mereka berdua pun fokus mendengar penjelasan dosennya.

__ADS_1


mereka pun bernapas lega karena kelas akhirnya berakhir rasya pun langsung menarik hafida ke kantin perutnya sudah sedari tadi berbunyi meminta diisi namun dosennya tak segera mengakhiri kelasnya.


" hati hati dong sya ". ucap hafida


" maaf fi, abis aku laper banget perut aku tuh udah sedari tadi minta diisi tapi dosen lama banget jelasinnya ". ucap rasya


" hmm iya iya, dah tu makan katanya laper".ucap hafida


sedang rasya ia hanya diam lalu menikmati makanannya setelah menghabiskan makanannya mereka segera membayarnya dan bergegas untuk pulang.


setelah selesai mengantar hafida ke rumah ia langsung bergegas untuk pulang setelah mobil rasya sudah tak terlihat hafida pun bergegas untuk masuk ke rumah.


" assalamualaikum, mbok ". ucap hafida


" Wa'alaikumsalam ,neng udah pulang". ucap mbok minah


" sudah mbok, kalau gitu fida ke kamar dulu ya". ucap hafida


dia pun segera bersih bersih lalu bersiap siap untuk sholat setelah itu dia pergi ke taman belakang rumahnya untuk melihat bunga bunga yang ada disana.


dilain tempat


seusainya sholat azzam dan lukman biasanya akan pergi mengajar mengaji para santri sampai ashar nanti setelah itu sudah tak ada lagi kegiatan.


" zam, gimana udah liat gimana tempatnya ". tanya lukman pada azzam


" udah bang, dan insyaallah minggu depan sudah mulai pembangunannya ". ucap azzam sedangkan lukman hanya manggut manggut


obrolan mereka pun berakhir karena harus segera mengajar para santri setelah selesai mengajar azzam langsung bergegas untuk pulang.


karena terlalu asik membaca novel hafida sampai sampai tak menyadari mamanya masuk ke kamarnya.


ya, dia memang suka dengan novel jadi jangan heran jika dikamarnya ada begitu banyak koleksi buku novelnya.

__ADS_1


" ada apa ma ? ". tanya hafida sembari meletakkan buku novelnya diatas nakas


" gpp kok, mama cuma mau ngobrol bentar sama anak mama " ucap mama ranty sambil tersenyum lembut


" hmm,, emang mama mau ngomongin apa? atau jangan jangan mama mau ngomongin tentang om hendra ya? ". tebak hafida sambil tertawa kecil


" kok jadi membahas hendra sih, mama sama dia cuma sebatas rekan kerja kok ". ucap mama ranty kesal karena terus terusan digoda


" yakin cuma rekan kerja " ucap hafida semakin menggoda mamanya


" haiss iya sayang " ucap mamanya


" tapi kalau lebih juga gpp loh ma ". ucap hafida


" sudah sudah kamu ini " ucap mama ranty karena kesal digoda oleh hafida terus


sedang hafida ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja lalu kembali melanjutkan kegiatan membaca buku novelnya.


sedang mamanya terdiam dengan ucapan hafida mengenai om hendra tak dipungkiri memang sosok om hendra mulai menggetarkan hatinya.


entah sejak kapan rasa itu muncul dia juga tak tau namun dengan segera mama ranty menepis rasa itu karena tak mungkin jika dia bisa bersatu dengan om hendra.


sedang om hendra rupanya ia juga merasakan hal yang sama sebenarnya dia sudah menaruh hati kepada mama ranty sudah cukup lama namun ia hanya memilih untuk memendamnya.


panggilan mbok minah membuyarkan lamunan mama ranty dia pun langsung turun ke lantai dasar dan melihat siapa yang malam malam begini bertamu kerumahnya.


" assalamualaikum ran, maaf mengganggu malam malam ". ucap om hendra tak enak


" Wa'alaikumsalam, iya gpp hen ada apa ". ucap mama ranty


" eumm,,ini aku cuma mau banter berkas tadi aku lupa mau ngasih ". ucap om hendra seraya menyerahkan map yang berisi berkas berkas


" oh iya gpp hen, makasih ya udah nganterin malam malam lagi " ucap mama ranty

__ADS_1


" iya gpp kok, kalau gitu aku pamit pulang dulu assalamualaikum ". ucap om hendra


" Wa'alaikumsalam ". ucap mama ranty


__ADS_2