Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 77


__ADS_3

" yaudah nanti aku ke cafe deh nganterin makan siang ". ucap hafida


" oke aku tunggu,aku tutup dulu ya telponnya assalamualaikum". ucap azzam


" Wa'alaikumsalam ". ucap hafida


" kenapa fi ". tanya rasya


" ini mas azzam minta aku nganterin makan siang katanya dia kangen ". ucap hafida


" apaa? kangen sepertinya suami kamu emang gak bisa jauh deh fi sama kamu ". ujar rasya sambil tertawa kecil


" oh iya sya aku mau pulang soalnya mau masakin mas azzam kamu ikut gak ". tanya hafida


" boleh deh dari pada aku sendiri dirumah mama juga pergi sama mbok minah tadi ". ucap rasya


mereka pun lalu bergegas ke rumah hafida tak lama kok paling hanya 15 menit sampai, mobil rasya memasuki halaman rumah hafida lalu mereka berdua langsung masuk ke dalam.


mereka langsung bergegas untuk menyiapkan makan siang untuk azzam dibantu oleh rasya setelah selesai semua hafida menata nasi juga lauknya dikotak bekal lalu mereka segera berangkat.


sesampainya disana hafida langsung pergi ke ruangan azzam sedang rasya ia memilih untuk makan sajalah dari pada dia ikut masuk takut ganggu juga dan dia gak mau ngeliat kemesraan dua sejoli yang sedang kasmaran itu hingga ekor mata rasya mendapati sosok alvin diseberang sana ia langsung menundukkan kepalanya agar alvin tak mengetahui jika itu dirinya.


namun sepertinya itu tak berhasil alvin memicingkan matanya saat mendapati seseorang yang seperti rasya dia lalu berjalan mendekati kearah rasya sedangkan rasya ia benar benar sangat takut jika alvin menyadari jika itu dia.


" ngapain nunduk nunduk emang dibawah ada emas apa ". ucap alvin duduk didepan rasya


" hah apaan sih vin mending lu pergi deh ". kesal rasya


" gak daripada kamu sendiri kan sya disini mending aku temenin deh ". ucap alvin

__ADS_1


dengan berat hati rasya mengijinkan itu namun dalam hatinya ia berharap agar hafida cepat keluar dari ruangan azzam karena dirinya gugup dengan alvin ia menundukkan matanya terus sedang alvin ia menatap rasya heran karena biasanya rasya akan marah marah dengannya namun kali ini rasya hanya menundukkan kepalanya saja dia heran memang ada apa sih dibawah itu sehingga rasya terus melihat ke bawah.


diruangan azzam


" assalamualaikum mas ". ucap hafida


" Wa'alaikumsalam tadi kamu diantar siapa ". ucap azzam sambil membuka kotak makanannya


" tadi aku sama rasya mas, dia mungkin lagi makan dia kan kalau lihat makanan langsung laper ". ucap hafida


" hmm yasudah kita makan bareng yuk ". ajak azzam


" tapi kan mas ". tolak hafida


" udah gpp kok ". ucap azzam mencoba membujuk istrinya


akhirnya mereka pun makan siang bersama dengan saling bersuap suapan hingga akhirnya kotak makanan yang dibawa oleh hafida habis tak tersisa setelah itu hafida membereskan kotak makanan yang sudah kosong itu kembali.


" mas, aku mau ngomong ". ucap hafida sambil menatap lekat wajah suaminya


" katakanlah ". ucap azzam


" tadi papa bilang supaya aku ngelanjutin perusahaan ayah aku terus aku harus gimana mas aku bingung ". jelas hafida


" kalau kamu mau meneruskan ya teruskan saja sayang aku tak masalah asal kamu gak melalaikan tugas kamu sebagai istri dan pasti kamu juga dulu sudah berjanji pada almarhum ayah kamu untuk meneruskan usahanya kan ". jelas azzam


" tapi mas, apa gak sebaiknya mas aja yang menghandle ". ucap hafida


" bukannya mas gak mau tapi mas sudah kuwalahan dengan cafe mas ". ucap azzam

__ADS_1


" hmm baiklah mas nanti aku akan minta bantuan sama rasya aku juga kasihan sama papa dan mama mengurus perusahaan itu apalagi mereka juga sudah tua ". ucap hafida


setelah mengatakan pada suaminya hafida lega sekarang dia lalu pamit pada azzam untuk pulang kasian juga kalau rasya menunggunya terlalu lama saat dirinya keluar dari ruangan azzam ia melihat rasya tengah bersama dengan alvin tiba tiba terlintas ide untuk menjahili rasya kapan lagi kan dia bisa menjahilinya.


dia lalu berjalan mendekat ke arah rasya yang tengah menunduk melihat ke bawah dia sendiri heran memang apa yang ada dibawah itu hingga membuat rasya terus menunduk apa lantainya begitu menarik bagi rasya ,dan itu bisa jadi juga.


" ekhemm ". dehem hafida mengagetkan rasya tapi tidak untuk alvin karena dia sudah tahu jika hafida berjalan ke arah mereka


" hahh ngagetin aja sih fi ". ucap rasya


" kalian janjian ya ?wah apa kamu udah nerima alvin sya ". ucap nara


" nggak kok tadi aku gak sengaja ketemu sama dia ya kan vin ". ucap rasya sambil menatap tajam ke arah alvin seolah tengah memberikan ancaman


" hehe iya ". ucap alvin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" yaudah yuk sya pulang ". ucap hafida


" iya bentar aku bayar dulu ". ucap rasya


" Kita duluan vin ". ucap hafida diangguki alvin


mereka berdua langsung bergegas pulang tapi tak ke rumah lama melainkan ke rumah hafida dan juga hafida ingin membicarakan masalah kantor dengan rasya sebenarnya sih dia pengennya dirumah aja tapi dia juga mengingat janjinya dulu.


untung saja rasya mau jadi dia bisa bernapas lega sekarang setelah itu mereka saling mengobrol juga bercanda bersama sampai sampai tak menyadari jika sudah sore akibat terlalu asik rasya lalu pamit pulang pada hafida karena takut jika nanti mama marah setelah rasya pulang hafida pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam dia mengetuk ngetuk jarinya dimeja bingung harus masak apa dia pun membuka kulkasnya untuk melihat ada apa bahan apa saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


author up satu bab dulu ya

__ADS_1


jangan lupa buat like komen juga vote dan jangan lupa juga buat mampir di karya baru author


Dibalik Pernikahanku


__ADS_2