
" assalamualaikum ma " ucap Hafida seraya mencium punggung tangan mamanya
" Wa'alaikumsalam, eh udah pulang nak " ucap mama ranty
" oh iya ma , kita mau kemana kenapa semua barang barang fida dimasukin ke koper " tanya hafida
" oh ini tadi orang kepercayaan ayah kamu kemari dan nyuruh kita untuk pindah ke rumah peninggalan ayah kamu " jelas mama ranty
" tapi bukannya rumah peninggalan ayah hanya yang fida jadikan panti " bingung hafida
" ayah kamu punya rumah selain yang kamu jadikan panti ya memang tak sebesar rumah yang dulu " ucap mama ranty sedang hafida ia hanya mengangguk anggukkan kepalanya
tak lama mobil jemputan mereka telah sampai mereka pun segera bergegas untuk pergi
tak membutuhkan waktu yang lama mereka telah sampai jarak antara rumah yang lama dengan yang baru lumayan jauh
sampai disana mereka sudah disambut oleh pengurus rumah ini jika tidak ada yang mengurusnya sudah pasti rumahnya tak akan terawat
" assalamualaikum " ucap hafida juga mamanya berbarengan
" Wa'alaikumsalam " ucap sepasang suami istri yang sepertinya pengurus rumah ini
" alhamdulillah jika kalian sudah sampai saya seneng karena rumah ini tak akan sepi lagi neng fida dan bu ranty bisa panggil saya mbok minah " ucap mbok minah
" kalau begitu mari masuk pasti neng fida sama bu ranty capek " lanjut mbok minah menggiring hafida juga mamanya masuk kerumah
" kamarnya ada di atas kalau begitu saya pamit ke belakang dulu " ucap mbok minah
" iya terima kasih mbok " ucap hafida dan mamanya
hafida pun langsung pergi ke kamarnya lalu ia langsung menata barang barang miliknya karena kelelahan ia pun tertidur karena tadi dia belum sempat beristirahat sudah pergi lagi
sedangkan dibelakang mama juga mbok minah nampaknya mereka tengah menyiapkan makan malam dengan diselingi beberapa candaan
saat menjelang magrib hafida terbangun ia langsung segera mandi lalu mengerjakan sholat seusainya ia menemui mamanya
" ma " panggil hafida seraya berjalan kearah mama juga mbok minah
__ADS_1
" iya, kenapa sayang " ucap mama ranty
" mama kan belum sembuh total tapi " ucap hafida terpotong
" udah gpp kok sayang lagian mama cuma batuin motongin sayuran kok " ucap mamanya
" hmm yaudah tapi mama gak boleh capek capek ya " ujar hafida
sedang mamanya hanya mengangguk ia pun langsung membantu mamanya juga mbok minah memasak
setelah berjam jam berputar dengan alat alat dapur akhirnya masakan mereka pun jadi
skip meja makan
" sayang kamu panggil mbok minah sama mang ujang ya " ucap mama ranty
" iya ma " ucap hafida
" mbok mang mari makan bersama " panggil hafida
" ah gak usah neng biar mbok sama mang ujang makan dibelakang " ujar mbok minah menolak
akhirnya mbok minah mau menuruti hafida mereka pun makan malam dengan tenang disela sela makan malam mama ranty mencoba untuk membujuk hafida agar mau meneruskan usaha ayahnya
namun lagi lagi hafida menolak ia beralasan bahwa ia belum siap jika harus menggantikan posisi ayahnya
mamanya menghela napasnya panjang memang sulit untuk membujuk hafida agar mau menggantikan mendiang ayahnya
sedang dilain tempat azzam dia sedang bersama kakaknya lukman ia ingin menceritakan apa yang mengganjal dihatinya
" ada apa zam " tanya lukman pada adiknya ia seakan tahu jika adiknya ini sedang merasa gelisah
" emm Gini bang " ucap azzam yang sepertinya ia kebingungan bagaimana caranya ia harus menjelaskan
" kamu mau curhat tentang pernikahanmu dengan mira benarkan " tebak lukman
" iya bang " ucap azzam lemas
__ADS_1
" kalo menurut abang lebih baik kamu coba saja untuk membuka hati kamu buat mira pelan pelan pasti kamu bakal mencintai mira " ucap lukman mencoba menasihati adiknya
" tapi bang aku gak bisa mencintai mira aku cuma cinta sama dia bang " ucap azzam
" zam coba deh kamu terima pernikahanmu ini lupakan gadis itu mungkin dia bukan jodohmu " ujar lukman
" iya bang aku bakal usaha buat nglupain dia " ucap azzam pasrah
ya yang dikatakan lukman memang benar ia harus melupakan gadis itu alias hafida apalagi saat ini ia sudah menikah tapi rasanya itu tak mungkin entah kenapa ia sangat yakin jika jodohnya itu adalah hafida
ia pun langsung pergi ke kamarnya disana ia melihat mira tengah menangis sepertinya dia merasa sedih karena diacuhkan oleh dirinya
ia pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamarnya ia memutuskan untuk menemui abinya
" bi " panggil azzam
" iya ada apa " tanya abinya namun azzam hanya diam dia sepertinya bingung harus menjawab apa
" bagaimana dengan hubungannya dengan mira " tanya abi
" ya begitu bi " ucap azzam
" begitu bagaimana kau mengacuhkan istrimu begitu " ucap abi
" aku tak bermaksud untuk mengacuhkannya aku hanya belum bisa menerimanya " ucap azzam mencoba menjelaskan pada abinya
" hmm... zam cobalah untuk menerima mira sebagai istrimu mungkin wanita yang kau cintai itu bukanlah jodohmu " ucap abi
" kasian mira jika kau terus mengacuhkannya hatinya pasti terluka minta maaflah padanya dan cobalah untuk membuka hatimu untuknya " lanjut abi
azzam menghela napasnya panjang ia lalu pamit untuk pergi ke kamarnya
" mir " panggil azzam mira yang mendengar suaminya memanggilnya ia langsung menghapus air matanya
" iya ada apa" ucap mira
" saya minta maaf jika sudah mengacuhkanmu tapi saya belum bisa menerima kamu sebagai istri saya " ucap azzam
__ADS_1
" saya butuh waktu untuk menerima semua ini " lanjut azzam
mira menghela napasnya panjang ia merasa senang jika suaminya menyadari kesalahannya namun ia juga merasa sedih mendengar pengakuan suaminya