
" sudahlah kamu kembali saja ke asrama dan perlu saya tegaskan jangan pernah mencoba coba untuk menggoda saya karena saya sudah memiliki tunangan ". ucap azzam tegas
" ba ba baik ustadz ". ucap laila gugup
laila pergi dengan perasaan kesal dalam hatinya cara apa lagi yang harus dia lakukan untuk menarik perhatian ustadznya itu sepertinya dia harus meminta bantuan ayahnya untuk mendapatkan azzam.
ia pun segera mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai diasrama ia akan mengatakan keinginannya besok karena ayahnya besok akan kemari menjenguk dirinya ia rasanya tak sabar untuk menunggu hari esok.
keesokan harinya
seperti biasa setiap pagi hafida pergi ke belakang rumahnya untuk sekadar melihat bunga bunga yang tumbuh mekar dibelakang rumahnya.
setelah puas memandangi bunga bunga itu hafida langsung bersiap siap untuk pergi ke kampus setelah selesai mengganti bajunya ia langsung turun dan sarapan bersama mamanya setelah itu ia pamit untuk berangkat ke kampus.
" maaf ya sya nunggu lama ". ucap hafida tak enak pada sang sahabat
" iya gpp kok yaudah yuk ". ajak rasya
skip dikampus
sesampainya dikampus mereka berdua langsung bergegas pergi ke kelasnya tak lama kelas pun dimulai baik rasya dan hafida mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh sang dosen.
setelah sekitar satu jam lebih akhirnya jelasin berakhir hafida dan rasya lalu segera bergegas untuk pulang ya walaupun mereka tak benar benar pulang ke rumah melainkan pergi ke kantor.
sesampainya disana mereka langsung mendudukkan dirinya disofa yang ada diruangan itu dan didalam tak ada seseorang pun mungkin mama ranty dan om hendra tengah pergi meeting.
dan karena bosan menunggu akhirnya rasya mengajak hafida untuk pergi ke cafe yang pernah mereka datangi saat itu untuk makan siang daripada mereka berdua berdiam diri dikantor bingung harus berbuat apa lebih baik makan saja.
asal tau saja jika soal makan rasya paling semangat bahkan jika dia disuruh untuk menghabiskan semua itu mungkin bisa tapi dia tak mungkin melakukan itu.
__ADS_1
" fi aku boleh nanya gak ". ucap rasya disela sela makannya
" nanya apa ". saut hafida
" kamu kenal calon suamimu itu dimana sih ". tanya rasya pada hafida
" gak sengaja ketemu dijalan sih ". ucap hafida
" serius ". tanya rasya
" ya seriuslah ngapain juga aku boong ". ucap hafida
" wahh ternyata jodoh gak akan kemana yah tanpa kita harus mengejar ngejarnya jodoh udah datang dengan sendirinya ". ucap rasya sedangkan hafida ia hanya tersenyum mendengar penuturan sang sahabat
seusainya makan mereka kembali ke kantor tak lupa membawakan makanan untuk orang tua mereka dan saat sampai disana mama ranty dan om hendra sudah terlihat diruangan padahal saat mereka keluar tadi ruangannya masih kosong.
" kalian dari mana ". tanya mama ranty pada dua gadis itu
" ouh makasih ya " . ucap mama ranty lalu memakan makanan yang telah dibawa oleh rasya bersama om hendra
dipesantren
saat dirinya dipanggil oleh ustadzahnya jika ayahnya ingin menemuinya laila langsung bergegas menemui sang ayah dan mengutarakan keinginannya .
sesampainya disana laila langsung berlari memeluk sang ayah dan mereka mengobrol berdua melepas rasa rindu dan laila pun mengatakan keinginannya itu.
" yah laila boleh gak minta sesuatu ". pinta laila sambil menatap kearah sang ayah
" boleh katakanlah ayah pasti akan mengabulkan semua keinginanmu ". ucap ayah laila sembari membelai kepala sang anak yang tertutup dengan jilbab itu sedang laila ia tersenyum senang mendengarnya
__ADS_1
" yah aku tuh cinta sama ustadz azzam ayah bisa kan bikin aku sama ustadz azzam bersatu ". pinta laila
" pasti ayah akan melakukannya untukmu ". ucap sang ayah
ya ayahnya memang selalu menuruti keinginan laila sehingga membuat laila menjadi seseorang yang egois ia akan melakukan apa pun agar apa yang ia inginkan bisa terwujud
ayahnya memang sangat menyayangi laila semenjak ibu laila meninggal dulu ayahnya memang sangat memanja laila apapun keinginannya pasti akan dituruti.
" baiklah ayah akan melakukan apa yang tuan putri inginkan kembalilah keasrama sekarang ayah akan pergi menemui ustadz azzam yang kau cintai itu ". ucap ayah laila
" terimakasih yah ". ucap laila lalu beranjak berdiri dan memeluk sang ayah lalu pergi kembali menuju asrama
dia berjalan keasrama dengan perasaan yang amat bahagia selangkah lagi pasti dia akan segera menjadi istri dari ustadz idamannya itu.
entah mengapa laila sangat terobsesi untuk memiliki azzam ayah laila lalu beranjak pergi menuju ke rumah umi dan abi untuk menyampaikan keinginannya itu dan juga kebetulan sekali azzam sedang ada dirumah.
" assalamualaikum ". ucap ayah laila
" Wa'alaikumsalam, iya ada apa ya pak ". ucap umi
" begini saya ingi bertemu dengan suami ibu ". ucap ayah laila
" oh mari masuk pak saya panggilkan dulu suami saya ". ucap umi dengan ramah
tak lama abi pun datang ia langsung bertanya pada ayah laila ada gerangan apa mencari dirinya ayah laila lalu menjelaskan alasannya datang kemari setelah mendengar semua yang diucapkan Oleh ayah laila abi benar benar sangat terkejut oleh penuturan ayah laila itu.
lalu abi dengan tegas menolak apa yang diinginkan oleh ayah laila dan jika untuk memaksa putranya menerima laila itu tak mungkin ia lakukan.
" ayolah pak terima saja penawaran saya kalau bapak mau nerima permintaan saya dan memaksa anak bapak untuk menikahi laila saya jamin pesantren ini akan makin berkembang karena saya akan menjadi donatur disini jika bapak mau menuruti permintaan saya ". ucap ayah laila ngotot
__ADS_1
" maaf pak saya tak bisa melakukan itu, dan anak saya sudah memiliki calon istri lebih baik bapak pulang saja karena saya tak akan melakukan hal itu ". ucap abi dengan tegas sedang ayah laila merasa sangat kesal pada abi karena berani menolak keinginannya