Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 76


__ADS_3

" sayang besok besok masakin aku lagi ya ". ucap azzam


" iya mas ". saut hafida sambil beranjak dari duduknya membawa piring piring kotor itu ke wastafel dan mencucinya


setelah itu mereka berdua bersantai diruang tengah sambil menonton tv sedangkan azzam dia berbaring dengan berbantalkan paha milik istrinya sesekali ia menggoda istrinya karena menurutnya saat hafida malu malu itu sangat menggemaskan.


mereka berdua menghabiskan waktu sore dengan bermesraan diruang tengah sambil menonton tv sederhana memang tapi itu sudah membuat mereka bahagia karena bahagia tak selalu harus mewah bukan,hingga suara bel rumah menghentikan kegiatan mesra kedua insan ini dengan langkah malas azzam membuka pintu ternyata pegawai cafenya dia pikir siapa sore sore hampir magrib bertamu.


setelah itu dirinya kembali berbaring dengan berbantalkan paha istrinya sedangkan hafida ia memainkan rambut milik azzam gemas, azzam ia hanya diam saja yang penting Istriny bahagia itu saja.


" mas tadi siapa ". tanya hafida sambil memainkan rambut azzam


" pegawai aku ngasih laporan keuangan cafe ". ucap azzam dan hafida dia hanya ber oh ria


malam harinya


setelah makan malam azzam langsung menggendong hafida ke kamar entahlah apa yang akan mereka lakukan,hafida sendiri dia sempat memberontak karena beralasan jika dirinya berat namun sepertinya azzam tak memperdulikan itu sampainya dikamar azzam menurunkun hafida dengan hati hati.


" sayang, apa boleh aku melakukan itu lagi ". tanya azzam


" hmm lakukanlah mas ". ucap hafida seolah paham apa yang dimaksud suaminya


mereka lalu mengambil wudhu dulu dan sholat sunah dua rakaat dulu setelah itu azzam membaca doa dan meniupkannya di ubun ubun hafida lalu ia mencium dahi kedua mata istrinya hidung lalu bibir hafida, setelah itu ia menggendong hafida ke kasur dan meletakkannya hati hati.


setelah itu ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan mereka malam ini menghabiskan waktu malam dengan kegiatan panas mereka, azzam ambruk disamping tubuh hafida lalu dirinya membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya mereka terlelap dalam alam tidur karena kelelahan.


**

__ADS_1


hafida terbangun dari tidurnya dengan tubuh remuk akibat perbuatan suaminya tadi malam dirinya lalu membangunkan suaminya setelah itu dirinya membalut tubuh polosnya dengan selimut lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi wajib, setelah hafida keluar dari kamar mandi azzam lalu langsung bergegas ke kamar mandi.


hafida membuka lemari bajunya dan mengambil gamis berwarna peach itu lalu dia kenakan setelah itu ia menyiapkan baju milik azzam dan sambil menunggu suaminya selesai dia membaca Al-qur'annya.


tak lama adzan subuh mulai terdengar mereka lalu sholat subuh berjamaah setelah itu hafida pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya sedang azzam ia jogging di sekitar rumahnya mumpung udara juga masih segar belum bercampur dengan polusi.


hafida sibuk berkutat dengan alat alat dapur membuatkan sarapan untuk suaminya setelah matang dia menata makanannya dimeja lalu dirinya menunggu suaminya pulang dari jogging ,setelah azzam pulang dan mengganti bajunya mereka lalu sarapan berdua seusai itu hafida membawa piring piring kotor ke wastafel untuk dicuci.


" mas nanti aku ke rumah mama ya ". izin hafida


" iya nanti biar mas antar kamu kesana ". ucap azzam


setelah itu hafida mengambil tasnya lalu mereka berangkat ke rumah mama ranty karena dia juga bosan kalau hanya dirumah saja ,15 menit kemudian mereka telah sampai hafida mencium punggung tangan suaminya terlebih dahulu dan azzam mencium keningnya setelah itu hafida turun dari mobil.


dirinya menatap mobil milik suaminya mulai menjauh setelah tak terlihat lagi dia masuk ke rumah rasya dia langsung memeluk hafida dan menariknya ke ruang tengah.


" padahal kemarin kita ketemu loh sya masa udah kangen aja ". ucap hafida sambil tertawa kecil


" loh, fi sendiri aja suami kamu mana ". tanya papa hendra


" mas azzam tadi habis nganterin aku ke sini langsung pergi ke cafe pa, soalnya dia juga udah lama gak nengokin cafe ". jelas hafida


" fi bisa kita bicara sebentar ". ucap papa Hendra


" bicara apa ,pah". tanya hafida


" Gini, papa ini sudah tua nak jadi siapa yang akan meneruskan perusahaan peninggalan ayah kamu kalau bukan kamu sendiri nak ". ucap papa hendra

__ADS_1


" hmm nanti biar aku bicarain sama suamiku dulu ya pah ". ucap hafida


" iya nak papa tunggu jawaban kamu ". ucap papa hendra


setelah itu papa hendra langsung bergegas pergi ke kantor sedangkan rasya ia langsung mengajak hafida ke dapur untuk membuat kue dia tiba tiba pengen bikin kue, untuk kali ini mereka serius tak membuat dapur mama ranty jadi berantakan lagi karena sudah kapok mendengar teriakan mamanya yang membahana jadi lebih baik mereka cari aman saja.


akhirnya kue yang mereka buat jadi juga mereka lalu langsung mencicipinya dan rasanya juga enak padahal tadi mereka sudah takut kalau gagal kuenya.


dicafe


sesampainya azzam langsung pergi keruangannya ia duduk dikursinya sambil menopang kepalanya dengan tangannya memikirkan apa yang tengah dilakukan oleh hafida, dia menjadi rindu dengannya ingin segera pulang dirinya lalu menggelengkan kepalanya dan mulai memeriksa laporan yang telah dibuat oleh pegawainya hingga tiba tiba suara ketukan pintu menghentikan kegiatannya dia menyuruh pegawainya itu langsung masuk saja dan memberikan laporannya setelah itu pegawainya keluar.


dirinya lalu mengambil ponselnya dan menelpon istrinya itu setidaknya mendengar suaranya bisa mengobati rasa rindu yang memupuk dalam dadanya itu berkurang sedikit, suara ponsel berdering menghentikan kegiatannya bersama rasya tertera nama suaminya dia lalu menggesernya ke tombol warna hijau .


" assalamualaikum sayang ". ucap azzam


" Wa'alaikumsalam ada apa mas ". ucap hafida


" gpp kok aku cuma Rindu aja sama kamu, rasanya aku pengen cepet cepet pulang dan meluk kamu ". ucap azzam


" kan tadi kita udah ketemu loh mas masa udah rindu aja ". heran hafida


" yaudah nanti aku ke cafe deh nganterin makan siang ". ucap hafida


" oke aku tunggu,aku tutup dulu ya telponnya assalamualaikum". ucap azzam


" Wa'alaikumsalam ". ucap hafida

__ADS_1


__ADS_2