
" vinnn!! gu gue gue.... ". ucap rasya terbata bata karena gugup
" iyaaa!! gue apa rasya ". geram alvin dari seberang telponnya
" gue cinta sama lu vin, huaaa maafin gue yang gak pernah peka sama lu huhuhu sekarang udah terlambat karena lu mau nikah ". ucap rasya malah menangis
sedangkan alvin dibalik telponnya ia tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai rasya tapi dia belum puas sekarang dia tersenyum penuh arti.
" hahh? kamu cinta sama aku sya wahh tapi sayang banget sya lu terlambat aku sekarang udah jadi suami orang pernikahan aku dipercepat ". ucap alvin membuat rasya semakin kencang menangis
" hiks hiks huaaa fida huhuhu gue harus gimana sekarang ". ucap rasya sambil menangis sesenggukan
" hahaha udah sya jangan nangis lagi aku gak nikah sama siapa pun kok kemarin aku cuma ngerjain kamu aja ternyata rencana aku berhasil, hehe udah hapus tuh air mata seminggu lagi aku ke rumah ngelamar kamu ". ucap alvin
" tega banget sih lu vin bikin gue nangis kejer kek begini ". ucap rasya dengan suara yang terdengar parau
" ya abis aku gemes sya kalau gak kek begini kamu tetap aja kekeh ngelak padahal kan udah jelas kamu itu suka sama aku ". ucap alvin
" yaudah aku tutup telponnya assalamualaikum ". ucap alvin
" iya vin Wa'alaikumsalam ". ucap rasya
tut tut tut
suara sambungan telpon terputus rasya menghapus sisa sisa air matanya yang ada dipipinya sedangkan hafida ia hanya tersenyum melihatnya setelah itu mereka berdua langsung pulang mereka berpisah diparkiran.
hafida lalu mulai melajukan mobilnya menuju ke minimarket untuk membeli bahan bahan makanan yang sudah habis setelah mendapat semua yang dicari hafida lalu membawa barang barang belanjaannya ke kasir dan membayarnya setelah itu dirinya langsung bergegas pulang.
__ADS_1
sesampainya dirumah dia langsung menata bahan bahan yang dia beli tadi di kulkas dan pergi ke kamarnya untuk bersih bersih dan sholat dzuhur.
setelah bersih bersih ia lalu mengambil mukenanya dan mulai mengenakannya lalu dia mulai membaca niat sholat dzuhur setelah selesai sholat ia membereskan kembali mukenanya.
dan pergi ke ruang tengah untuk menonton tv sambil membaca buku buku koleksinya sambil menunggu suaminya pulang ke rumah dia sampai lupa waktu karena terlalu asik membaca buku.
dirinya lalu bangkit dari tempat duduknya dan beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan malam dia memasak yang simple saja karena takut nanti waktunya tidak cukup karena ini juga sudah sore.
setelah semuanya siap dia menatanya dimeja makan lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap siap menyambut suaminya, terdengar suara mobil memasuki halaman rumahnya dia lalu langsung bergegas turun dia mencium punggung tangan suaminya sedang azzam ia mencium lembut kening hafida.
azzam lalu pergi ke kamarnya untuk bersih bersih dengan diikuti oleh hafida yang membawakan tas kerjanya hafida lalu beralih membuka lemari pakaian dan mengambil baju untuk azzam dan meletakkannya ditepi ranjang.
setelah itu mereka turun untuk makan malam bersama mereka berdua memakan makan malamnya dengan tenang setelah makanan yang ada dipiringnya habis hafida lalu beranjak membereskan piring piring kotornya dan membawanya ke wastafel untuk dicuci.
selesai itu ia langsung meletakkannya ditempat semula sedangkan azzam dia ada diruang tengah sedang menonton tv hafida lalu menyusul suaminya dan duduk disamping azzam.
hafida menyenderkan kepalanya dibahu sang suami azzam tersenyum dan membelai lembut kepala sang istri yang terbalut dengan Khimar panjangnya sesekali dirinya mencium pipi chubby milik hafida yang membuat si empunya kesal dirinya hanya tertawa melihatnya karena menjahili istrinya adalah pekerjaan sampingannya selain mengelola cafe .
sepulangnya dari bertemu hafida tadi senyuman diwajah rasya tak pernah luntur hingga membuat mama dan papanya menatapnya aneh sampai sampai saat makan malam pun dia masih terlihat sangat ceria padahal tadi pagi dia murung terus.
" nak kamu waras kan ". tanya papa hendra
" hah? ya waraslah pa, papa ngatain anaknya sendiri gila ". ucap rasya mengerucutkan bibirnya
" lah abis kamu senyum senyum sendiri sya, ya papa pikir kamu agak miring hehe ". jelas papanya
" ihh papa kayak gak pernah jatuh cinta aja ". ucap rasya
__ADS_1
" kamu pasti jatuh cinta sama alvin kan ? ". tebak mama ranty
" hehe iya ma, eumm tadi alvin bilang kalau seminggu lagi akan kesini buat ngelamar aku ". ucap rasya sambil menundukkan kepalanya karena malu
" wahh kita bakal dapat mantu lagi pa ". goda mama ranty
" Iyaa papa juga udah gak sabar ". ucap papa hendra ikut menggoda putrinya sedang si empunya pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus
selesai makan malam rasya langsung pergi ke kamarnya dengan hati yang berbunga bunga ia merebahkan tubuhnya dikasurnya yang nyaman sesekali ia tersenyum bahagia .
dia berguling guling dikasurnya seperti anak kecil sambil menutup wajahnya yang memerah karena malu padahal tidak ada siapapun dikamarnya hanya ada dirinya seorang diri.
sedangkan papa hendra dan mama ranty mereka tengah bermesraan didapur ia memeluk pinggang istrinya itu gemas membuat mama ranty mengomelinya karena mengganggu pekerjaannya untung saja mbok minah sudah beristirahat ke kamar sedang mang ujang ia sedang minum kopi di teras rumah.
akhirnya papa hendra pun melepas pelukannya dari pinggang istrinya dan melenggang pergi ke teras depan mengajak mang ujang bermain catur bersama sedang mama ranty ia hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu pergi ke kamarnya.
di rumah alvin
dia menuruni tangga dengan perasaan bahagia karena rasya mau mengakui perasaannya bahkan dirinya memutar mutar tubuhnya sendiri di depan mami juga papinya karena saking bahagianya.
mami dan papi elvan menatap putranya aneh tak biasanya putranya itu bertingkah seperti itu dan juga dari wajahnya dia seperti orang yang habis menang lotre saja.
" vin kamu kenapa sih nak ". tanya mami alvin heran
" mami tau gak? anak mami ini bentar lagi gak jomblo lagi mi ". heboh alvin
" wahh rasya udah nerima kamu vin? bagus deh, pa minggu depan kita lamar rasya ya mami udah gak sabar mau dapet mantu ". ucap mami alvin
__ADS_1
" iya mi tenang aja biar papi yang atur ". ucap papi alvin
alvin jangan tanya dia sedang apa yang pasti membayangkan momen momen dimana dia menikah dengan rasya sampai sampi orang tuanya ikut tersenyum melihatnya ,dia lalu pergi ke kamarnya untuk tidur dengan senyum mengembang tak lama dirinya sudah tertidur menuju mimpi indahnya.