Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 50


__ADS_3

mereka berdua pun langsung bergegas untuk pergi ke butik mencari gaun pengantin juga mempersiapkan yang lainnya.


sesampainya dikampus hafida sudah ditunggu oleh rasya disana dia pun langsung berjalan menghampiri rasya sang sahabat yang sebentar lagi akan menjadi saudaranya.


mereka berdua lalu berjalan beriringan menuju ke kelas sembari berbincang bincang sambil berjalan melewati koridor koridor sesampainya dikelas mereka langsung mengambil tempat duduk yang berdampingan.


sepulangnya kuliah hafida dan rasya pergi ke taman yang ada didekat kampus mereka berdua ingin santai sejenak melepas penat .


dan entah itu kebetulan atau apa azzam juga sedang berada ditaman mungkin memang mereka ditakdirkan untuk bersama saat ia tahu jika hafida juga ada disini ia nampak sangat bahagia rasanya ia pun berjalan untuk menghampiri hafida.


" permisi, maaf jika mengganggu bisakah saya meminjam temanmu sebentar ". ujar azzam pada rasya


" oh, boleh boleh dibawa pulang juga gpp ". ucap rasya sedang hafida yang mendengarnya langsung menyenggol lengan rasya sedangkan rasya ia menunjukkan deretan giginya yang rapi


rasya pun pergi ke tempat yang tak jauh dari situ sedang ditempat itu hanya ada hafida dan azzam mereka nampak canggung tak ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulut mereka berdua.


" fi, bolehkan aku jujur ". tanya azzam serius


" aku mencintaimu, entah sejak kapan rasa ini muncul tapi setiap aku bertemu denganmu jantungku berdetak kencang dan aku ingin sekali untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupku ". ucap azzam


" apa kamu mau fi, menikah denganku ". tanya azzam dengan berlutut dihadapan hafida


" aku tak tau harus menjawab apa aku juga masih ingin menyelesaikan kuliahku dulu beri waktu aku untuk berfikir ". ucap hafida


" aku akan menunggu jawabanmu aku harap kau mau menerima lamaranku ". ucap azzam


" 3 hari lagi kita bertemu disini ". ucap azzam lalu beranjak pergi


setelah kepergian azzam rasya pun datang mengagetkan hafida karena dia sibuk melamun jadi tak tau jika rasya datang kemari .


" apa yang laki laki tadi bilang fi ". tanya rasya kepo


" dia melamarku ". jawab hafida


" APAA? MELAMARMU!! ". teriak rasya kaget


" ish jangan teriak teriak dong sya ". kesal hafida

__ADS_1


" ya ,maaf kan aku kaget trus gimana kamu nerima lamarannya".tanya rasya


" aku belum menjawabnya aku bingung harus bagaimana ". ucap hafida bingung


" yaudah nanti kamu pikirin mateng mateng sekarang kita pulang ". ajak rasya


mereka pun lalu beranjak untuk pulang sesampainya dirumah hafida langsung membersihkan tubuhnya dan berniat untuk menemui mamanya ia ingin meminta nasehat mengenai lamaran azzam tadi.


setelah mandi hafida langsung menemui mamanya yang ada diruang tengah ia pun langsung duduk disamping mamanya dia menghela napasnya panjang lalu mulai menceritakan semuanya.


" mah, hafida boleh cerita gak " tanya hafida


" boleh dong, memangnya apa yang bikin kamu gelisah ". tanya mama ranty seolah tahu apa yang dirasakan oleh hafida


" jadi gini tadi siang ada laki laki yang datang melamarku mah aku gak tau harus apa aku bingung ". ucap hafida


" oh, mending kamu sholat istikharah minta petunjuk sama allah". ucap mamanya


setelah menceritakan pada mamanya rasanya beban yang ada dihatinya itu hilang lega itu yang dirasakan oleh hafida setelah sholat istikharah hafida sudah yakin dengan jawaban yang akan ia berikan pada azzam.


sesampainya ditaman disana sudah ada azzam yang tengah menunggu kedatangan hafida azzam pun tersenyum saat melihat hafida berjalan kearahnya.


" eumm maaf jika kamu harus menunggu lama ". ucap hafida tak enak


" tak apa aku juga baru saja datang " . ucap azzam tak mempermasalahkan


" jadi bagaimana jawabanmu ". tanya azzam


" bismillah aku menerima lamaranmu ". ucap hafida


azzam mendengar jawaban hafida ia sangat senang karena hafida menerima lamarannya dia tadi sempat berpikir jika hafida akan menolaknya tapi untung saja tidak.


" terimakasih sudah menerima lamaranku dan nanti malam aku dan orang tuaku akan melamarmu secara resmi didepan orang tuamu ". ucap azzam


" baiklah, aku akan menunggu kedatanganmu ". ucap hafida


sepulangnya dirumah azzam langsung pergi menemui abinya ia benar benar tak sabar untuk membicarakan rencananya itu dan mengenai hantaran yang akan dibawa dia bahkan sudah menyiapkannya jauh jauh hari.

__ADS_1


" bi, aku mau ngomong sesuatu sama abi ". ucap azzam


" katakanlah ". ujar abi


" aku ingin melamar hafida nanti malam bi ". ucap azzam


" apa? kamu tidak bercanda kan zam? nanti malam ? bahkan apa yang akan kita belum mempersiapkan apa yang akan kita bawa ". ucap abi


" tenang saja bi, azzam sudah menyiapkan semuanya ". ucap azzam


" baiklah nanti abi akan mengatakan pada umimu ". ucap abi


sedangkan hafida sesampainya dirumah langsung mengatakan jika azzam akan datang kemari nanti malam mama ranty dan mbok minah langsung heboh menyiapkan untuk nanti malam.


malam harinya azzam benar benar memenuhi ucapannya dia datang dengan keluarganya ke rumah hafida sedang mama ranty ia langsung menyambut calon besannya dengan ramah ".


abi pun langsung mengutarakan kedatangannya kemari pada mama ranty sedangkan mama ranty ia hanya manggut manggut .


" jadi begini bu, kedatangan saya sekeluarga kemari untuk melamar hafida untuk putra saya ". ucap abi


" oh baiklah saya panggil hafida dulu ". ucap mama ranty


tak lama hafida datang azzam nampak terpesona dengan hafida yang nampak sangat cantik malam ini azzam pun langsung mengutarakan keinginannya untuk melamar hafida .


" zam cepat katakan ". pinta abinya tak sabaran


" iya bi " . ucap azzam


" fi sesuai janji padamu tadi aku kemari untuk melamarmu menjadi pendamping hidupku apa kamu mau menerima lamaranku " . ucap azzam


" bagaimana nak fida ". tanya abi


" bismillah saya terima lamaran kamu " . ucap hafida


semua orang yang ada diruangan itu mengucap syukur dan mereka mulai membahas tentang kapan hafida dan azzam akan menikah dan hafida ia meminta agar mereka berdua tunangan terlebih dahulu karena dia harus menyelesaikan kuliahnya setelah itu mereka akan menikah.


abi dan umi juga tak mempermasalahkan permintaan hafida jafi mereka berdua bisa mengenal satu sama lain terlebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2