Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 39


__ADS_3

setelah itu dia pun langsung merebahkan tubuhnya diranjang lalu memejamkan matanya tak lama ia sudah terlelap menuju alam mimpinya


tak terasa adzan subuh mulai terdengar hafida pun terbangun dari tidurnya lalu bergegas untuk pergi ke kamar mandi lalu mengerjakan sholat


seusainya ia pergi ke belakang rumah untuk melihat bunga bunga yang mekar dengan sangat indah itu


" loh, sayang mama cariin ternyata disini " ucap mama ranty


" eumm kenapa ma, nyariin fida " tanya hafida


" kamu siap siap gih terus kita pergi ke kantor polisi " ucap mamanya


" udah kamu siap siap sana " ucap mamanya seakan tau jika ia ingin bertanya


tak lama hafida turun dengan mengenakan gamis yang nampak cantik ditubuhnya dia merapikan khimarnya kembali dan bergegas pergi ke kantor polisi


sesampainya disana mereka sudah ditunggu oleh rasya beserta papanya juga om farhan selaku pengacara pribadi


" assalamualaikum apa sudah lama " ucap mama ranty


" Wa'alaikumsalam belum lama kok bu, mari masuk pihak kepolisian sudah menunggu " ucap pak hendra diangguki oleh mama ranty


didalam hafida dan rasya diberi beberapa pertanyaan untuk penyelidikan setelah selesai mereka langsung pulang dan juga berhubung hari ini hari libur hafida berniat untuk pergi ke panti asuhan


ia meminta mamanya untuk berhenti ditoko mainan setelah membeli apa yang dibutuhkan mamanya melajukan mobilnya ke panti


dipanti


" assalamualaikum adik adik " ucap hafida dengan senyum merekah


" Wa'alaikumsalam kak fida " ucap mereka


" lihat kakak bawa apa " ucap hafida sambil mangatungkan plastik berisi mainan


" wahhh " binar mereka


" jangan berebutan ya " ucap hafida


" terimakasih kak " ucap mereka

__ADS_1


hafida pun langsung pergi ke dapur untuk membantu menyiapkan makan siang disana sudah ada mamanya dan bu siti yang tengah merasuk bumbu bumbu


hafida pun langsung bergabung dengan mereka dan mulai memasak beberapa menu makanan setelah selesai memasak hafida lalu memanggil para anak anak panti


mereka pun memakan masakan hafida dengan lahap dia senang melihatnya jika mereka menyukai masakannya


setelah makan siang hafida dan mamanya pamit pulang dikerjakan pulang hafida meminta mamanya untuk berhenti ditoko buku


dia ingin membeli beberapa buku referensi untuk tugas kampusnya setelah mendapatkan bukunya dia langsung membayarnya dikasir


setelah itu mamanya lalu melajukan mobilnya kembali sesampainya dirumah hafida langsung beristirahat


dipesantren


" apa yang harus ku lakukan agar mas azzam mau menyentuhku " gumam mira lirih


" sepertinya itu bukan ide buruk " ucap mira dengan senyum smirk nya


dia pun lalu mengambil tasnya dan melenggang pergi tanpa mengucap pamit pada suami atau mertuanya


setelah mendapat apa yang dia mau mira lalu bergegas pulang sesampainya dirumah dia ditatap tajam oleh suaminya


" dari mana saja itu urusanku dan memangnya kau peduli denganku " ucap mira membuat azzam meradang


" kauuu " ucap azzam menggantung lalu pergi dari pada harus bertengkar


sedang mira ia tersenyum sinis lalu melenggang pergi ke kamarnya dia akan melakukan aksinya malam ini rasanya dia sudah tak sabar


sedang azzam ia pergi menemui uminya menceritakan semua sikap mira yang tak menghargainya dia melimpahkan semua keluh kesahnya setelah menceritakan semuanya rasanya begitu lega


malam harinya mira pergi ke dapur lalu membuatkan kopi untuk suaminya ia tak lupa mencampurkan obat perangsang di kopi suaminya


dia pun membawa cangkir kopi itu daj memberikannya pada azzam mira tersenyum kemenangan saat azzam mulai meminum kopinya dan dia yakin obat itu sebentar lagi akan bereaksi dan benar saja obat itu bereaksi


mira lalu membawa azzam ke kamarnya lalu dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sedang azzam saat melihat mira berjalan kearahnya dengan menggoda


sedang azzam yang melihat mira menggodanya entah mengapa ia seperti kehilangan kesadarannya dan terjadilah itu


azzam terbangun dengan kepala yang terasa berat dia benar benar kaget karena ia terbangun tanpa sehelai kain begitupun dengan mira ia mencoba untuk mengingat ingat apa yang sebenarnya terjadi dan memori yang ada dikepalanya mulai berputar dia menutup mulutnya tak percaya

__ADS_1


dia pun lalu memakai pakaiannya dan bergegas pergi ke kamar mandi sedangkan mira ia terbangun dengan perasaan senang akhirnya rencananya berhasil


seusai sholat azzam langsung menghampiri mira dan menatapnya tajam sedang mira ia hanya diam saja


" apa yang telah kau lakukan " tanya azzam


" hmm menurutmu " ucap mira balik bertanya


" kau sangat licik " ucap azzam


" ya,,aku memang licik dan aku seperti ini karenamu dan perlu kau ingat jika aku tak akan pernah melepaskanmu " ucap mira lalu pergi beranjak ke kamar mandi


sedang pihak kepolisian sudah menangkap tersangka yang ingin mencelakakan hafida namun saat diinterogasi dia tak mau mengaku mulutnya seakan akan terkunci dan setelah berjam jam diruang pemeriksaan akhirnya orang tersebut mau mengaku


pihak kepolisian lalu segera bertindak cepat untuk menangkap bos dari orang tadi tak lama pihak kepolisian sudah meringkus bos dari orang tersebut


" apa kau mengenal laki laki itu " tanya polisi pada wanita yang terduga sebagai bos laki laki itu


" aku tak mengenalnya sungguh " elaknya


" sudah,, cepat mengaku laki laki itu mengatakan jika kau bosnya " paksa polisi dan akhirnya setelah ber jam jam memaksa wanita itu mau mengaku juga


" hufft baiklah aku mengaku ya aku bosnya tapi aku hanya disuruh oleh temanku " ucapnya


" siapa nama temanmu " tanya polisi


" mira " jawabnya singkat


" baiklah kalian masukkan mereka ke dalam sel " ucap polisi


umi yang melihat polisi datang ia mengerutkan dahinya bingung ada apa sebenarnya


" selamat siang bu " ucap polisi


" siang ada apa ya pak " tanya umi


" kami disini akan menangkap saudari mira atas rencana pembunuhan terhadap saudari hafida ini surat penangkapannya " ucap polisi


sedang umi ia menutup mulutnya kaget dia benar benar tak percaya jika menantunya berbuat kriminal

__ADS_1


__ADS_2