
Mereka . ia percaya setelah semua kesedihan dilalui akan ada kebahagiaaan diakhirnya sekarang dia harus bersabar dalam menghadapi ujian yang diberikan kepadanya dan mungkin saja kedepannya akan lebih berat hafida percaya bahwa allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi kemampuannya.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَـــــــا
artinya :
Allah tak membebani hamba kecuali menurut kemampuannya. [QS Al-Baqarah: 286]
pasti hidup itu ada ujiannya tidak mungkin bila hidup itu selalu berjalan mulus pasti ada rintangannya disitu dilatihlah kesabaran dalam menghadapi ujian yang allah berikan.
itulah nasehat yang diberikan mendiang ayahnya dulu saat ini ia hanya perlu bersabar
Mereka telah sampai dirumah, hafida langsung membereskan baju bajunya ia akan tinggal bersama tantenya dirinya tak mungkin tinggal sendirian disini.
Dia sendiri memiliki rencana untuk menjadikan rumah peninggalan orang tuanya ini menjadi sebuah panti asuhan ia prihatin melihat banyak anak anak yang tinggal dijalanan apalagi mereka masih sangat kecil namun harus mencari uang untuk sesuap nasi sungguh miris sekali padahal seharusnya anak seusia mereka harusnya sekolah bukan bekerja.
"Tante" panggil hafida pada sang tante.
"Iya ada apa? kamu butuh sesuatu?" tanya tante Ranty
"Apa boleh fida punya menjadikan rumah peninggalan ayah dan ibu menjadi panti asuhan?" tanyanya.
"Apa pun keputusan kamu tante akan selalu mendukung" ucap tante Ranty.
Hafida tersenyum senang setelah mendapatkan izin dari tantenya.
__ADS_1
Seusainya mereka bergegas menuju ke rumah tantenya,tak butuh waktu lama untuk sampai suasana rumah tantenya sangatlah asri dia akan betah disini.
Hafida diantar tantenya menuju kamarnya ya memang tak seluas kamarnya dulu namun setidaknya ada tempat untuknya beristirahat apapun keadaannya ia harus tetap bersyukur ada banyak diluaran sana yang tidak memiliki rumah mereka tinggal dikolong kolong jembatan.
Sementara dia beruntung bisa memiliki rumah dan dapat beristirahat dengan nyaman, ia mulai merapikan barang barangnya setelah selesai dia bergegas untuk mandi apalagi hari sudah hampir petang.
Setelah selesai ia membantu tantenya menyiapkan makan malam tak butuh waktu yang lama semuanya telah siap.
Tak lama adzan mulai terdengar berkumandang dia segera merapikan khimarnya dan bergegas untuk sholat.
Setelah selesai hafida langsung menuju ke mushola yang ada dirumah tantenya.
Dirumah tantenya memang ada mushola kecil untuk melaksanakan sholat.
Seusai melaksanakan kewajiban,mereka pun segera bersiap untuk makan malam.
Air matanya seakan akan ingin menetes saat mengingat kenangan indah itu,namun dia menahannya agar air matanya tak jatuh.
Seusai makan malam hafida menuju kamarnya untuk bersiap sholat isya dan tidur untuk menyambut hari esok.
Hafida terbangun saat mendengar suara adzan, ia segera mengambil air wudhu dan menunaikan kewajibannya seusai itu ia bergegas menemui sang tante yang ada didapur.
"Tan"panggil hafida.
"Iya ada apa?" tanya tante Ranty.
__ADS_1
"Tante bisakah nanti nemenin aku ke rumah lama untuk beres beres dan menyiapkan semua keperluan untuk panti" jelasnya.
Tante ranty hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis pada sang keponakan.
Seusai itu mereka bergegas menuju rumah lamanya dia sudah mengirim beberapa orang untuk membantunya membereskan rumahnya.
Saat sampai di rumah tetangganya tiba tiba datang menghampirinya,dia menyapa mereka dengan ramah.
"Eh,Fida itu rumah kamu mau dibuat apa?kelihatannya mau dijadikan panti ya?" tanya salah seorang tetangganya.
"Iya bu" ucap Hafida sambil tersenyum tipis.
"Kalau saya jadi kamu sudah saya jual itu rumah daripada dibuat panti harus ngeluarin uang apa untungnya coba" ucap tetangganya itu terdengar sewot.
Hafida hanya tersenyum kikuk dan memilih untuk pergi.
"Eumm kalau begitu saya permisi dulu bu" ucap Hafida tersenyum tipis.
Dirinya lalu menghampiri sang tante yang tengah sibuk menata barang barang untuk panti.
"Kamu dari mana Fi, tante cariin gak ada?" tanya Tante Ranty.
"Aku dari depan tadi tante" ucapnya.
"Ohh, ya sudah tolong kamu tata ya tante mau ngambil barang dulu" ucap Tantenya.
__ADS_1
Hafida mengangguk dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh sang Tante.