
mama ranty lega karena rasya dan hafida tak menolak rencana pernikahannya padahal tadi dia sudah dag dig dug saat om hendra meminta persetujuan pada mereka berdua.
sedang rasya dan hafida mereka gencar menggoda om hendra dan mama ranty bagi mereka menggoda kedua orang yang saling mencintai ini sangatlah asik.
sedangkan mama ranty hanya mendengus kesal karena terus terusan digoda oleh kedua gadis ini dia benar benar sangat malu apalagi ada om hendra itu membuatnya tambah malu saja.
di lain tempat
azzam tengah memantau proses pembangunan cafenya dia berharap cafenya ini akan cepat jadi setelah itu dia langsung kembali ke pesantren karena harus mengajar para santri.
sesampainya dia langsung mengganti bajunya dan pergi ke pesantren dengan membawa buku ditangannya azzam melangkahkan kakinya menuju ke kelas.
tap tap tap
suara langkah kaki azzam yang terdengar sampai dalam kelas para santri pun seketika langsung diam dan tak lama setelah itu azzam sudah sampai didepan pintu.
" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ". ucap azzam
" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ". ucap para santri dengan serentak
" baiklah sebelum pelajaran saya mulai silahkan kumpulkan tugas kalian minggu lalu ". tegas azzam
" emang ada tugas ya ". tanya laila
" ada emang kamu gak tahu ". tanya balik teman sebangkunya sedang laila ia hanya diam
" apa ada yang belum mengumpulkan ". tanya azzam
" saya ustadz ". ucap laila sambil mengangkat tangannya
__ADS_1
" keluar ". ucap azzam tegas
laila pun langsung keluar dari kelas dan minggu lalu dia sama sekali tak mendengarkan apa yang disampaikan oleh azzam dia sibuk mengagumi ketampanan sang ustadz.
malam harinya
mama ranty dan om hendra tengah membicarakan tentang kapan mereka berdua akan menikah sedang rasya dan hafida mereka memilih untuk diam mendengarkan pembahasan para orang tua.
dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah dua minggu lagi ya walaupun tadi sempat ada perdebatan kecil dalam membahasnya karena menurut mama ranty itu terlalu cepat sedang om hendra ia sudah ngebet untuk menghalalkan sang pujaan hati.
setelah semuanya sepakat om hendra pamit untuk pulang karena memang sudah malam sepulangnya om hendra mama ranty langsung pergi ke kamarnya begitupun dengan hafida.
hafida langsung merebahkan tubuhnya diranjang dan mulai memejamkan matanya namun entah kenapa matanya seolah menolak untuk terpejam.
dia tiba tiba teringat dimana kejadian ia bertemu dengan azzam kata kata azzam berputar diotaknya hafida menghela napasnya panjang dan menggeleng gelengkan kepalanya berharap jika apa yang dikatakan oleh azzam menghilang dari otaknya.
"ya allah, kenapa aku jadi inget sama laki laki itu sih masa iya secepat itu aku memiliki rasa kepadanya dan apa maksud ucapannya itu " batin hafida
setelah berusaha untuk tidur akhirnya matanya terpejam juga ia membenarkan posisi tidurnya lalu mulai terlelap menuju ke alam mimpinya.
dilain tempat
nampaknya azzam juga merasakan hal yang sama dirasakan oleh hafida dia nampak kesulitan untuk tidur karena wajah hafida berkeliaran dikepalanya.
dia memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri berharap agar dia bisa segera terlelap namun malam wajah hafida malah terus berkeliaran dikepalanya jika begini ingin rasanya azzam menikahi hafida esok juga.
" ayo mata terpejamlah dan kau ku mohon jangan berkeliaran dikepalaku ayo terpejamlah " batin azzam
dan pada saat hampir tengah malam mata azzam baru mau untuk terpejam ia pun lalu mulai memasuki alam mimpinya .
__ADS_1
tak terasa waktu sudah subuh saja padahal seperti baru saja di memejamkan matanya azzam lalu bangun dari tidurnya dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.
dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah wudhu ia nampak lebih segar dari pada tadi.
azzam lalu pergi ke masjid dengan baju kok dan sarung yang sudah melekat di tubuhnya dia nampak jauh lebih tampan saat memakai ini.
sesampainya dimasjid azzam langsung mengambil saf yang ada didepan tepat disamping sang kakak setelah iqomah sholat subuh pun dimulai.
sedangkan hafida seusainya ia sholat subuh dia langsung membuka al qur'annya dan mulai membacanya dengan suara merdunya setelah membaca sebentar ia langsung melepas mukenanya dan meletakkannya ditempatnya.
lalu ia membereskan kamarnya terlebih dahulu dan bersiap siap untuk pergi ke kampusnya hari ini setelah mengganti pakaiannya dengan gamis hafida lalu turun ke bawah untuk sarapan.
" pagi mah ". sapa hafida dengan senyum manisnya
" pagi juga sayang, ayo cepet sarapan nanti kamu telat". ucap mama ranty
hafida pun memulai memakan sarapannya dengan tenang setelah selesai sarapan ia langsung berpamitan untuk pergi ke kampus.
" mama, hari ini pergi ke kantor ". tanya hafida
" gak, mama hari ini mau mengurus persiapan pernikahan mama dengan om hendra ". jelas mamanya
" oh, yaudah kalau gitu aku berangkat dulu assalamualaikum ". ucap hafida
" iya, Wa'alaikumsalam ". ucap mama ranty
hari ini hafida diantar oleh mang ujang karena rasya tak bisa menjemputnya jadi mereka akan bertemu dikampus nanti selang beberapa menit hafida pergi om hendra datang menjemput mama ranty.
mereka berdua pun langsung bergegas untuk pergi ke butik mencari gaun pengantin juga mempersiapkan yang lainnya.
__ADS_1
sesampainya dikampus hafida sudah ditunggu oleh rasya disana dia pun langsung berjalan menghampiri rasya sang sahabat yang sebentar lagi akan menjadi saudaranya.
mereka berdua lalu berjalan beriringan menuju ke kelas sembari berbincang bincang sambil berjalan melewati koridor koridor sesampainya dikelas mereka langsung mengambil tempat duduk yang berdampingan.