Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 81


__ADS_3

seusai sarapan dirinya lalu pamit kepada hafida dia mencium kening dan pipi juga bibir milik istrinya lalu berangkat menuju ke cafenya .


azzam mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang tak lama dirinya sampai dia langsung bergegas masuk ke cafe sampainya dia sudah disambut oleh para karyawannya dengan ramah dia hanya membalasnya dengan tersenyum lalu pergi ke ruangannya .


tok tok tok


" masuk ". saut azzam dari dalam ruangannya


" pagi pak, ini laporan keuangan cafe minggu yang lalu ". ucap karyawannya


" baik, kamu taruh saja disitu nanti saya akan cek laporannya kamu bisa kembali ". ucap azzam


" baik pak, kalau begitu saya permisi dulu ". ucap karyawannya


dirinya lalu mulai mengecek buku laporan yang diserahkan oleh karyawannya sesekali ia menganggukkan kepalanya setelah itu ia membawa buku laporan itu dan menyerahkannya pada karyawan tadi.


setelah itu ia kembali ke ruangannya karena masih ada beberapa laporan dari cafe cabang yang belum dirinya cek dia lalu duduk dikursi kerjanya sambil tetap fokus menatap layar laptopnya.


dirumah mama ranty


seperti biasanya kegiatan pagi mama ranty membersihkan rumahnya lalu memasak makanan untuk suami juga putrinya dengan papa hendra yang gencar mengrecoki kegiatan memasak sang istri.


" masss!! jangan ganggu mulu malu di liat mbok minah ". ucap mama ranty


" udah gpp lagian mbok minah juga ngerti kok ". kekeh papa hendra


" iya bu lagian wajar kalian kan sepasang suami istri ". saut mbok minah


" hehe iya mbok ". ucap mama ranty sambil melanjutkan kegiatan masaknya


dikamarnya rasya sudah bangun dari tadi sebenarnya namun dia enggan untuk turun karena masih memikirkan kata kata alvin semalam dia lalu mengambil ponselnya dan mencari nama hafida dan menekan tombol telpon.


suara dering ponsel miliknya menghentikan kegiatannya hafida lalu beranjak mengangkat ponselnya ia menggesernya ke tombol warna hijau.

__ADS_1


" assalamualaikum fi nanti kita bisa ketemu gak ditempat biasa aku pengen curhat sama kamu ". ucap rasya


" Wa'alaikumsalam, iya sya nanti aku izin mas azzam buat ketemu kamu ". ucap hafida


" iya fi, yaudah aku tutup dulu telponnya ". ucap rasya sembari menutup ponselnya


hafida lalu melanjutkan kembali kegiatannya yang sempat tertunda tadi setelah selesai membuat kue dia lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap siap menemui rasya ditempat biasa mereka bertemu.


setelah selesai bersiap dia lalu mengambil ponselnya yang berada di atas nakas lalu mulai mencari kontak milik suaminya setelah ketemu ia lalu langsung menekan tombol telpon tak lama telponnya sudah di angkat oleh azzam.


" assalamualaikum sayang ada apa ". ucap azzam


" Wa'alaikumsalam, mas aku izin mau keluar ketemu sama rasya boleh ". ucap hafida


" iya boleh sayang kamu hati hati ya perginya ". ucap azzam


" makasih mas, kalau gitu aku tutup telponnya assalamualaikum ". ucap hafida


tut tut tut


suara sambungan telpon terputus setelah itu hafida lalu memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lalu beranjak pergi tak lupa dirinya mengunci pintunya terlebih dahulu.


setelah itu ia mulai mengendarai mobil miliknya yang tadi pagi diantar oleh mang ujang kemari ,namun sebelum itu dia ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang setelah itu baru dia menemui rasya .


15 menit kemudian dirinya pun sampai dia memparkirkan mobilnya terlebih dahulu .


dia langsung masuk ke cafe tempat mereka janjian dia mengedarkan matanya mencari cari dimana rasya duduk setelah ketemu dia langsung menghampiri rasya yang tengah menunggu kedatangannya.


" maaf ya sya kalau nunggu lama tadi aku nganterin makan siang dulu buat mas azzam ". ucap hafida sembari mendudukkan dirinya dikursi


" iya gpp kok fi ". ucap rasya sembari menyeruput minumannya


" ada apa sya ngajak aku ketemu? ". tanya hafida sambil menatap kearah rasya

__ADS_1


" hmmm,, aku bingung fi sama perasaanku ke alvin ". ucap rasya sambil menarik napasnya dalam dalam


" kemarin, dia nelpon aku dan bilang kalau dia mau nikah sama wanita lain entah mengapa aku dengernya gak suka fi, aku gak rela kalau alvin nikah sama wanita lain ". lanjut rasya sedangkan hafida ia fokus mendengarkan cerita rasya


" aku harus gimana fi, aku bingung aku gak rela ngeliat alvin nikah sama wanita lain aku gak rela fi aku bingung ". ucap rasya putus asa


" Fiks kamu itu cinta sama alvin sya gak mungkin kalau kamu gak ada rasa sama dia aku yakin banget ". tutur hafida


" tapi aku gak yakin fi ". ucap rasya sambil menunduk


" haahhh mending kamu bilang jujur aja deh sya sama alvin soalnya aku gak yakin secepat itukah alvin nemu pengganti karena gimana dulunya dia ngejar ngejar kamu sya ". ucap hafida seraya membuang napasnya kasar dia ikut bingung memikirkan permasalahan cinta rasya


" eumm tapi masa aku bilang cinta sama alvin sih fi ". ucap rasya ragu


" ya terserah sih sya tapi yakin ya jangan nyesel kalau alvin sama wanita lain ". ucap hafida


" hmm yaudah deh aku telpon dulu alvin ". ucap rasya


dirinya lalu mencari cari ponselnya didalam tasnya setelah ketemu dia langsung mencari kontak nama alvin setelah ketemu dia langsung memencet tombol telpon cukup lama alvin mengangkatnya .


dikamar alvin


dia baru saja selesai mandi dengan handuk yang masih melilit dipinggangnya dia lalu mengambil ponsel miliknya yang sudah sedari tadi berbunyi tertera nama rasya dilayar ponselnya dengan senyum mengembang dirinya mengangkatnya.


" halo assalamualaikum vin gue pengen bicarain hal penting sama lu ". ucap rasya


" Wa'alaikumsalam iya sya ngomong aja ". ucap alvin


" vinnn!! gu gue gue.... ". ucap rasya terbata bata karena gugup


" iyaaa!! gue apa rasya ". geram alvin dari seberang telponnya


" gue cinta sama lu vin, huaaa maafin gue yang gak pernah peka sama lu huhuhu sekarang udah terlambat karena lu mau nikah ". ucap rasya malah menangis

__ADS_1


__ADS_2