Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 34


__ADS_3

hafida pun langsung bergabung dengan mama juga mbok minah untuk membuat sarapan sedangkan mang ujang ia tengah menyiapkan mobil untuk majikannya bekerja


setelah berkutat dengan peralatan dapur akhirnya makanannya telah siap hafida lalu menatanya dimeja dan bergegas untuk memanggil mang ujang untuk sarapan bersama


" mang sarapan dulu gih nanti dilanjutkan kerjaannya " panggil hafida


" iya neng " saut mang ujang sembari mencuci tangannya


mereka pun memakan sarapannya dengan tenang setelah selesai hafida lalu membawa semua piring piring kotornya ke wastafel lalu mencucinya


sedang mamanya langsung bersiap siap untuk pergi ke kantor sementara dia bingung harus berbuat apa rasanya seperti apa yang hilang ia menarik napasnya panjang


" sayang mama berangkat kerja dulu ya assalamualaikum " ucap mamanya


" iya hati hati ma,, Wa'alaikumsalam " ucap hafida


hafida pun pergi ke belakang rumahnya disana ada banyak bunga bunga yang bermekaran dan dia juga sangat menyukai bunga dia pun lalu menyirami bunganya sembari bershalawat


sedang mbok minah ia memandang hafida dengan rasa takjub rasanya adem saat mendengar hafida bershalawat


" masyaallah merdu sekali suara neng fida adem gitu mbok dengernya " ucap mbok minah


" ah mbok ngagetin aja " ucap hafida kaget


" ada apa mbok " tanya hafida


" gpp kok neng oh iya mbok mau ke pasar apa neng mau ikut " tanya mbok minah


" eumm boleh deh dari pada dirumah " ujar hafida


sedang lia ia merasa kesepian saat hafida dipecat rasanya seperti ada yang hilang sedangkan Mela ia tampak sangat senang karena hafida sudah tak menampakkan batang hidungnya


dan dia bahagia karena semua orang percaya jika hafida lah yang mencuri uang itu


sedangkan dipesantren mira selalu mengekor kemana pun azzam pergi dia seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya


sementara azzam ia sangat risih karena selalu diikuti oleh mira akhirnya dia pun menegurnya

__ADS_1


" mir saya mau ngajar bukan mau liburan jadi tolong jangan mengikuti terus " ucap azzam lembut


" kamu bohong kan! pasti mau ketemu sama hafida hafida itu " ucap mira yang membuat azzam terdiam dari mana dia tau namanya


" dari mana kamu tau namanya " tanya azzam heran


" karena kemarin umi menolong wanita itu dan membawanya kerumah " ucap mira sedang azzam ia hanya ber oh ria saja lalu pergi ke pesantren


" saya pergi dulu assalamualaikum " pamit azzam


" aku gak ngizinin kamu pergi mas " teriak mira kesal dan dia pun tak menjawab salam dari sang suami padahal menjawab salam itu wajib


sedang umi yang mendengar teriakan mira pun langsung menghampirinya dan menegurnya agar tak berteriak teriak


" mir ada apa sih teriak teriak " tanya umi


" itu mi mas azzam keluar menemui hafida gadis itu selingkuhannya mas azzam " ucap mira


" astagfirullah mir suami kamu itu pergi ke pesantren untuk ngajar dan jangan asal fitnah seperti itu " tegur umi


mira lalu mengambil tasnya dan pergi ke rumah ibunya setelah beberapa menit berlalu dia pun akhirnya sampai


" assalamualaikum bu " ucap mira


" Wa'alaikumsalam eh kamu nak ibu kangen sama kamu, oh iya suami kamu kemana kok gak ikut " ucap bu hana


" hmm mas azzam pergi nemuin selingkuhannya bu " ucap mira sedang bu hana ia kaget mendengar penuturan putrinya


" apa itu benar " tanya bu hana


" tentu saja itu benar bu bahkan dia sama sekali belum menyentuhku apa si kurangnya aku bu " ucap mira kesal


" apa jadi azzam belum menyentuhmu " kaget bu hana sedang mira ia hanya mengangguk anggukkan kepalanya


" kamu sabar ya sayang " ucap ibunya


tap tap tap

__ADS_1


suara langkah kaki mulai terdengar mendekat para santri pun seketika terdiam kelas pun mendadak menjadi sunyi


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap azzam lalu membuka buku yang ia bawa


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap seluruh santri


sedang laila ia nampaknya tak terlalu bersemangat biasanya saat azzam mengajar ia akan nampak heboh namun ini tidak mungkin dia sudah tak mengidolakan sang ustadz semenjak ustadznya menikah


setelah selesai mengajar azzam langsung pergi ke kantor guru untuk meletakkan buku buku milik para anak didiknya dan mengoreksinya setelah selesai mengoreksinya azzam langsung bergegas pulang namun tiba tiba abinya memanggilnya


" zam tunggu dulu nak " panggil abinya dari kejauhan


" iya bi ada apa " tanya azzam saat abinya sudah mendekat


" begini kamu tolong bilang sama umi abi hari ini pulangnya agak telat karena ada yang harus abi selesaikan " ucap abi yang diangguki oleh azzam


sesampainya dirumah ia tak melihat tanda tanda adanya mira kemana sebenarnya mira pergi dan lagi dia juga tak meminta izin pada dirinya


azzam pun langsung menanyakannya pada uminya siapa tau mira sudah meminta izin pada uminya ya dan azzam dia perlahan sudah mau menerima pernikahannya namun dia belum bisa mencintai mira


" assalamualaikum mi " ucap azzam


" Wa'alaikumsalam eh udah pulang gimana ngajarnya " ucap umi


" alhamdulillah lancar kok mi oh iya abi tadi bilang kalau pulang agak telat karena ada sesuatu yang harus diselesaikan " ucap azzam


" oh iya " ucap umi


" emm mi tadi mira ada izin pergi keluar gak " tanya azzam


" hmm umi rasa gak deh tadi mira di kamarnya coba deh dicek siapa tau ada dikamar " ucap umi


azzam pun langsung bergegas menuju kamarnya namun saat ia membuka pintunya tak ada siapa pun dikamarnya


_________________________


oh iya jangan lupa mampir di karya author yang lainnya ya terimakasih

__ADS_1


__ADS_2