
berkali kali ia mencoba untuk mengetuk pintunya namun berkali kali pula ia urungkan entah kenapa mungkin saja dia grogi
tok tok tok
" bi boleh azzam masuk " izin azzam
" hmm iya masuklah nak " ujar abi memberi izin
ceklek
suara pintu terbuka
" bi azzam mau ngomong " ucap azzam
" ngomong apa " tanya abi
" soal tadi " ucap azzam
" oh yang tadi " ujar abi yang sudah menduganya sejak awal
" maaf " ucap azzam menunduk
" untuk " tanya abi
" maaf karena bikin abi kecewa " ucap azzam
abi tersenyum mendengarnya dia memang kecewa namun dia juga tak mampu untuk memaksanya
" iya tidak apa apa abi ngerti perasaan kamu " ucap abi tersenyum
seketika senyumnya terpancar diwajah tampannya sesuatu yang mengganjal dihatinya tadi sekarang telah hilang ia lega jika abinya tak marah kepadanya
disisi lain amirah semenjak pulang dari rumah azzam dia tak keluar dari kamarnya sama sekali untuk makan pun tidak dia hanya menangis dan menangis
__ADS_1
ribuan kali ketukan pintu terdengar suara orang tuanya yang memanggil manggil dirinya juga tak dihiraukan keadaannya sungguh kacau
apa mencintai seseorang sesakit ini? apa kurang dari dirinya? kenapa azzam menolaknya apa dia tak pantas untuk bersanding dengan azzam
dia belum pernah jatuh cinta selama ini padahal banyak lelaki yang ingin menjadikannya istri namun dia hanya tertarik kepada azzam
" hiks hiks kurang apa aku zam hiks " racau amirah
" apa wanita yang kau cintai itu lebih cantik hingga kau menolak diriku " racauan amirah
PRANG PRANG
terdengar suara bantingan barang barang yang ada dikamar amirah seiring suara lemparan itu tak lama suara tangisan sudah tak terdengar lagi
hal itu membuat kedua orang tua amirah khawatir mereka berdua memutuskan untuk mengecek ke kamar amirah namun saat mereka memanggil manggil namanya tak ada sautan sama sekali
mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamarnya saat sudah terbuka kamar yang semulanya rapi berubah seperti kapal pecah dengan amirah yang tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dipergelangan tangannya
" ya allah amirah pak ayo kita bawa mira ke rumah sakit ibu khawatir " ucap bu hana dengan mata yang mulai berkaca kaca
mereka pun membawa amirah ke rumah sakit sesampainya disana amirah segera mendapatkan pertolongan medis
bu hana sedari tadi mondar mandir didepan ruang UGD putrinya dia sangat cemas dengan keadaan amirah tak lama pintu ruang UGD terbuka
" dok gimana keadaan putri saya " tanya bu hana
" keadaan pasien sudah stabil pasien sudah dipindahkan ke ruang perawatan " ujar dokter
bu hana dan pak hamzah segera masuk ke dalam ruang perawatan
tatapan mata amirah kosong saat kedua orang tuanya membuka pintu ruang perawatan dia menoleh ke arah mereka saat ditanya dia juga tak menjawabnya
ia memilih untuk melamun dengan menahan hatinya yang nyeri atas tolakan azzam yang masih terngiang ngiang ditelinganya sampai saat ini
__ADS_1
kedua orang tuanya hanya menatapnya sendu mereka juga tak tau harus berbuat apa mereka mengerti bagaimana rasanya putrinya saat ini
back to hafida
dia sedang menangis di atas sajadahnya dengan tangan mengadah keatas memohon kesembuhan mamanya kepada sang ilahi
harapan terbesarnya mamanya bisa segera bangun dari tidurnya ya memang dokter mengatakan kemungkinan kecil untuk bisa selamat namun takdir allah yang menentukan
setelah itu ia melipat mukenanya dan berjalan kearah mamanya ia genggam tangannya karena kelelahan ia tertidur dikursi dengan kepala bersandar pada ranjang rumah sakit
amirah? dia dirawat dirumah sakit yang sama dengan mamanya hafida abi dan umi segera bergegas ke rumah sakit begitupun dengan azzam setelah mendapat kabar dari pak hamzah
flashback on
bu hana mendekat ke ranjang perawatan amirah ia belai lembut kepala putrinya dia nampak pucat dengan tangan yang diperban mulutnya juga tak henti hentinya memanggil manggil azzam
" sayang mana yang sakit hmm " tanya bu hana dengan lembut
" hiks hiks azzam hiks hiks " racau amirah dengan air mata yang mengalir deras
" ya allah istigfar sayang " ucap bu hana dengan tatapan sendu
karena tak tega pak hamzah mengabari azzam tepatnya abi ia merasa sakit saat putrinya meracau tak sadar seperti orang gila
flashback of
tak lama azzam beserta abi isinya sampai dirumah sakit jika saja abinya tadi tak memaksa sudah dipastikan jika ia tak akan ikut kemari
dia malas sekali jika harus berhubungan dengan amirah entah mengapa sejak awal bertemu ia langsung tidak suka dia merasa tidak sreg dengan pribadi amirah
hafida terbangun dari tidurnya karena merasa lapar dia pun keluar untuk mencari makan entah karena dia melamun atau apa tanpa sengaja ia menabrak seorang lelaki
dan sudah pasti jika itu adalah azzam sudah sering kali ia bertemu dengan azzam ( mungkin jodoh kali ya 😂) dia segera mendongak keatas karena dia tadi menunduk
__ADS_1
azzam pun tak kaget dengan siapa yang menabraknya dia hafal dengan hafida walaupun jaraknya lumayan jauh