Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 21


__ADS_3

berkali kali ia mencoba untuk mengetuk pintunya namun berkali kali pula ia urungkan entah kenapa mungkin saja dia grogi


tok tok tok


" bi boleh azzam masuk " izin azzam


" hmm iya masuklah nak " ujar abi memberi izin


ceklek


suara pintu terbuka


" bi azzam mau ngomong " ucap azzam


" ngomong apa " tanya abi


" soal tadi " ucap azzam


" oh yang tadi " ujar abi yang sudah menduganya sejak awal


" maaf " ucap azzam menunduk


" untuk " tanya abi


" maaf karena bikin abi kecewa " ucap azzam


abi tersenyum mendengarnya dia memang kecewa namun dia juga tak mampu untuk memaksanya


" iya tidak apa apa abi ngerti perasaan kamu " ucap abi tersenyum


seketika senyumnya terpancar diwajah tampannya sesuatu yang mengganjal dihatinya tadi sekarang telah hilang ia lega jika abinya tak marah kepadanya


disisi lain amirah semenjak pulang dari rumah azzam dia tak keluar dari kamarnya sama sekali untuk makan pun tidak dia hanya menangis dan menangis

__ADS_1


ribuan kali ketukan pintu terdengar suara orang tuanya yang memanggil manggil dirinya juga tak dihiraukan keadaannya sungguh kacau


apa mencintai seseorang sesakit ini? apa kurang dari dirinya? kenapa azzam menolaknya apa dia tak pantas untuk bersanding dengan azzam


dia belum pernah jatuh cinta selama ini padahal banyak lelaki yang ingin menjadikannya istri namun dia hanya tertarik kepada azzam


" hiks hiks kurang apa aku zam hiks " racau amirah


" apa wanita yang kau cintai itu lebih cantik hingga kau menolak diriku " racauan amirah


PRANG PRANG


terdengar suara bantingan barang barang yang ada dikamar amirah seiring suara lemparan itu tak lama suara tangisan sudah tak terdengar lagi


hal itu membuat kedua orang tua amirah khawatir mereka berdua memutuskan untuk mengecek ke kamar amirah namun saat mereka memanggil manggil namanya tak ada sautan sama sekali


mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamarnya saat sudah terbuka kamar yang semulanya rapi berubah seperti kapal pecah dengan amirah yang tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dipergelangan tangannya


" ya allah amirah pak ayo kita bawa mira ke rumah sakit ibu khawatir " ucap bu hana dengan mata yang mulai berkaca kaca


mereka pun membawa amirah ke rumah sakit sesampainya disana amirah segera mendapatkan pertolongan medis


bu hana sedari tadi mondar mandir didepan ruang UGD putrinya dia sangat cemas dengan keadaan amirah tak lama pintu ruang UGD terbuka


" dok gimana keadaan putri saya " tanya bu hana


" keadaan pasien sudah stabil pasien sudah dipindahkan ke ruang perawatan " ujar dokter


bu hana dan pak hamzah segera masuk ke dalam ruang perawatan


tatapan mata amirah kosong saat kedua orang tuanya membuka pintu ruang perawatan dia menoleh ke arah mereka saat ditanya dia juga tak menjawabnya


ia memilih untuk melamun dengan menahan hatinya yang nyeri atas tolakan azzam yang masih terngiang ngiang ditelinganya sampai saat ini

__ADS_1


kedua orang tuanya hanya menatapnya sendu mereka juga tak tau harus berbuat apa mereka mengerti bagaimana rasanya putrinya saat ini


back to hafida


dia sedang menangis di atas sajadahnya dengan tangan mengadah keatas memohon kesembuhan mamanya kepada sang ilahi


harapan terbesarnya mamanya bisa segera bangun dari tidurnya ya memang dokter mengatakan kemungkinan kecil untuk bisa selamat namun takdir allah yang menentukan


setelah itu ia melipat mukenanya dan berjalan kearah mamanya ia genggam tangannya karena kelelahan ia tertidur dikursi dengan kepala bersandar pada ranjang rumah sakit


amirah? dia dirawat dirumah sakit yang sama dengan mamanya hafida abi dan umi segera bergegas ke rumah sakit begitupun dengan azzam setelah mendapat kabar dari pak hamzah


flashback on


bu hana mendekat ke ranjang perawatan amirah ia belai lembut kepala putrinya dia nampak pucat dengan tangan yang diperban mulutnya juga tak henti hentinya memanggil manggil azzam


" sayang mana yang sakit hmm " tanya bu hana dengan lembut


" hiks hiks azzam hiks hiks " racau amirah dengan air mata yang mengalir deras


" ya allah istigfar sayang " ucap bu hana dengan tatapan sendu


karena tak tega pak hamzah mengabari azzam tepatnya abi ia merasa sakit saat putrinya meracau tak sadar seperti orang gila


flashback of


tak lama azzam beserta abi isinya sampai dirumah sakit jika saja abinya tadi tak memaksa sudah dipastikan jika ia tak akan ikut kemari


dia malas sekali jika harus berhubungan dengan amirah entah mengapa sejak awal bertemu ia langsung tidak suka dia merasa tidak sreg dengan pribadi amirah


hafida terbangun dari tidurnya karena merasa lapar dia pun keluar untuk mencari makan entah karena dia melamun atau apa tanpa sengaja ia menabrak seorang lelaki


dan sudah pasti jika itu adalah azzam sudah sering kali ia bertemu dengan azzam ( mungkin jodoh kali ya 😂) dia segera mendongak keatas karena dia tadi menunduk

__ADS_1


azzam pun tak kaget dengan siapa yang menabraknya dia hafal dengan hafida walaupun jaraknya lumayan jauh


__ADS_2