
lalu dia pun mematikan ponselnya dan kembali meminum minumannya dia pun langsung menghubungi mira sedang mira ia sangat senang mendengar penuturan temannya itu
akhirnya mata kuliah hafida sudah selesai dia berjalan beriringan dengan rasya teman barunya mereka nampak berbincang bincang sembari berjalan
" lo bawa mobil atau gak " tanya rasya
" gak, tadi aku sama mama jadi aku mau nyusulin dia di kantor depan " ucap hafida
" jadi mama lu, kerja dikantornya mendiang om ahmad " kaget rasya
" kebetulan papa gue juga kerja disitu yaudah yuk barengan " lanjut rasya diangguki oleh hafida
namun tiba tiba saat mereka akan menyebrang tiba tiba dari arah berlawanan muncul mobil yang melaju kencang kearah hafida rasya yang menyadari itu dia langsung mendorong hafida
" fi, lo gpp kan " tanya rasya sembari berlari kearah hafida
" gpp kok cuma lecet aja dan makasih ya udah motongin aku kalo gak mungkin aku udah Nyusul ayah ibu di surga " ucap hafida
" huss ngomong apa si udah yuk kita samperin mama lu biar lukanya diobati takutnya infeksi " ujar rasya lalu menuntun hafida
dan pas sekali mereka bertemu dengan mama ranty jadi tak perlu mereka mencarinya sedang mama ranty yang melihat putrinya dipapah oleh rasya dia langsung berlari menghampiri
ya mama ranty sudah mengenal rasya karena dia anak dari Hendra orang kepercayaan kakaknya
" Ra, anak tante kenapa " khawatir mama ranty
" loh hafida anak tante " tanya rasya bingung karena setau dia tante ranty tak mempunyai anak
" sudah nanti tante jelasin kita duduk disana aja biar tante obatin fida dulu " ajak mama ranty
" kamu tadi kenapa sayang " tanya mama ranty disela sela mengobati luka hafida
" tadi fida hampir ketabrak mobil ma, tapi untung aja ada rasya yang menyelamatkan fida " ujar hafida menjelaskan
" Ra, bisa tolong jelasin kejadiannya " tanya mama ranty sembari menatap rasya
" gini tan,kan tadi kita mau kemari nah pas nyebrang tuh tiba tiba ada mobil yang melaju kencang kearah hafida yaudah langsung aku dorong minggir aja hafidanya " ujar rasya
__ADS_1
" apa kamu inget no polisinya " tanya mama ranty
" inget tan " ucap rasya
" yaudah mending kita bicarain diruangan tante " ajak mama ranty
sedang orang yang mencoba menabrak hafida tadi memukul stir nya kesal bisa bisa dia nanti dipecat oleh bosnya
" halo bos, maaf target selamat karena ada yang mendorong dia ke pinggiran jalan " ucapnya
" lo itu gimana sih gue bayar mahal mahal tapi ngurusin masalah kek gini aja gak bisa " hardik orang yang ada diseberang telfon lalu langsung mematikan panggilannya
dia pun langsung menghubungi mira jika rencananya gagal karena ada orang yang menolong target mira pun sangat kesal
ia menghancurkan barang barang yang ada dikamarnya untuk meluapkan emosinya
" ARGGHH KENAPA SIH LO PAKE SELAMAT HARUSNYA LO MATI " teriak mira penuh
amarah
umi yang mendengar suara ribut dikamar azzam pun langsung pergi untuk mengeceknya
" PERGII!!! " bentak mira pada ibu mertuanya
sedang umi yang mendengar teriakan mira langsung bergegas untuk mencari azzam karena takutnya nanti mira akan menyakiti dirinya sendiri
umi lalu berlari dengan tergopoh gopoh kepesantren dia benar benar khawatir juga takut
" assalamualaikum ustadz " ucap umi
" Wa'alaikumsalam mi ada apa " tanya ustadz syakur
" apa ustadz melihat azzam " tanya umi
" oh azzam sebentar saya panggilkan " ucap ustadz syakur dibalas anggukan oleh umi
tak lama azzam datang bersama ustadz syakur umi lalu mengucap terimakasih dan langsung mengajak putranya pulang kerumah
__ADS_1
" ada apa sih mi " tanya azzam penasaran
" itu istri kamu ngamuk umi takut zam kamu telpon gih orang tuanya " ujar umi terlihat ketakutan sehabis dibentuk oleh mira menantunya sendiri
" apa ngamuk " kaget azzam
" udah ayok kamu lihat sendiri biar umi yang hubungi mertuamu " ucap umi menarik tangan azzam tak sabaran
sesampainya dirumah azzam langsung pergi ke kamarnya ia mengetuk ngetuk kamar mira namun mira malah mengusirnya dia masih mencoba untuk membuka pintu kamarnya karena sepertinya dikunci oleh mira
selang beberapa menit ayah juga ibu mira datang dengan khawatir karena takut jika kejadian yang lalu terulang lagi
akhirnya azzam berhasil mendobrak pintu kamarnya
" mir... apa yang kau lakukan " tanya azzam mendekat sembari melihat sekeliling kamarnya yang berantakan
" GUE BENCI SAMA LO HAFIDA GUE BENCI LO HARUS MATI HAHAHA " teriak mira lalu tertawa sendiri
bu hana yang melihat putrinya seperti itu ia hanya bisa menangis dipelukan sang suami sedang azzam ia masih berusaha untuk mendekat ke arah mira namun mira malah menodongkan pecahan kaca kearahnya otomatis ia pun mundur
" apa yang kau lakukan " tanya azzam sembari berjalan mundur
" membunuhmu agar suamiku tak lagi mengejar ngejar dirimu " ucap mira dengan penuh amarah
" sayang dia suamimu bukan orang lain " ucap bu hana
mira yang mendengar ucapan sang ibu langsung menjatuhkan pecahan kacanya lalu ia terduduk lemas dilantai
bu hana pun langsung mendekat dan memeluk putrinya itu tak lama mira tertidur dipelukan sang ibu mungkin ia kelelahan sehabis berteriak teriak tak jelas
azzam lalu mengangkat mira ke ranjang dan menidurkannya
sesampainya diruangan mama ranty hafida dan rasya langsung duduk disofa sedang mama ranty ia memanggil pak Hendra keruangannya melalui sekretarisnya
" ada apa bu " tanya pak Hendra
" kamu bisa mengecek cctv didepan kantor " tanya mama ranty
__ADS_1
" bisa bu,sebentar saya cek dulu " ucap pak hendra