
Rasya dan Alvin menjadi sorotan para tamu undangan mereka berjalan dengan anggun menuju ke singgasana yang telah disiapkan bak raja dan ratu.
lontaran kalimat pujian untuk pasangan baru itu mulai terdengar dari para tamu mereka memuji jika mereka itu sangatlah serasi dan juga pujian pujian yang lain.
senyum bahagia nampak jelas diwajah kedua pasangan pengantin baru itu.
sedangkan dengan pasangan kita Azzam dan juga Hafida mereka duduk dikursi dengan tenang menikmati acara sesekali Azzam mengusap perut datar istrinya itu.
namun tiba tiba Zahra dan orang tuanya menghampiri mereka berdua, Zahra langsung bergelayut manja dilengan Azzam.
orang tua Zahra memang salah satu dari rekan bisnis dari papi Alvin jadi pantas saja mereka ada diacara ini.
dengan perasaan kesal Azzam menghempaskan lengan tangan Zahra dengan kasar dia menatap wanita dengan pakaian minim itu tajam seolah mengatakan jangan mengganggu dirinya juga istrinya.
" Zam! kamu jahat banget sih sama aku ". Ucap Zahra
" saya tidak peduli lebih baik kamu pergi dari sini saya tidak mau membuat para tamu beramsusi yang tidak tidak ". Ucap Azzam
" bagus dong kalau gitu, jadi nanti kita bisa nikah ". Ucap Zahra sambil mengibaskan rambutnya
Azzam menggeram marah dengan Zahra dia sudah sangat muak dengan wanita itu, dia berusaha untuk merusak rumah tangga yang baru saja dia bina itu.
sedangkan Zahra dia tiba tiba terpikirkan ide untuk menuduh Hafida menjadi orang ketiga diantara dirinya dan Azzam jadi citra Hafida akan jelek .
__ADS_1
dan juga pasti orang orang akan mendukungnya,ini benar benar ide yang sangat bagus.
" kamu dasar wanita tak tau diri tega sekali merebut calon suamiku dengan menyerahkan tubuhmu kepada calon suamiku dasar wanita tak tau diri ". Maki Zahra dengan suara keras membuat para tamu mulai menatap kearah mereka
" dasar wanita jahat, gak tau diri ".
" jahat banget sih,penampilannya aja alim nyatanya hatinya busuk ".
" dasar wanita gak tau malu ".
" tega banget nyakitin hati wanita lain dasar jalang ".
mungkin begitulah bisik bisik dari tamu yang beramsumsi bawa apa yang dikatakan oleh Zahra itu adalah benar.
" dimana rasa malumu sebenarnya? apa sudah hilang digadaikan? ".
dia sudah tak bisa lagi menahan emosinya dia sudah cukup bersabar untuk masalah ini kurang sabar apa lagi dirinya.
" apa kamu pikir saya akan diam saja saat kamu mencoba menjatuhkan nama saya agar kamu bisa menikah dengan suami saya ".
" jangan kira saya ini tak tau dengan pikiranmu, karena saya bukanlah wanita yang bodoh yang akan diam saat harga diri saya di injak injak mungkin saya sudah cukup sabar dengan masalah ini tapi ingat kesabaran ada batasnya ".
" dan tolong berhentilah untuk tak mengejar suami saya lagi, carilah laki laki lain saya tau kamu hanya terobsesi dengan Azzam suami saya juga itu terjadi atas dorongan dari orang tua kamu ".
__ADS_1
sedangkan Zahra ia hanya diam sambil meremas ujung bajunya saat mendengar semua lontaran kata yang diucapkan oleh Hafida.
ya memang semua yang dikatakan oleh Hafida adalah benar, ini terjadi juga karena dorongan dari kedua orang tuanya untuk kembali merebut hati Azzam apalagi laki laki itu sekarang sudah sukses.
" jadi tolong, biarkan kami menjalani rumah tangga ini dengan damai carilah laki laki lain kamu itu cantik tapi sayang sekali jika kecantikannya ini kamu gunakan untuk menggoda suami wanita lain coba bayangkan jika kamu yang ada diposisi saya apa kamu terima? apa kamu terima jika suami kamu digoda oleh wanita lain? tidakkan? maka berhentilah masa depanmu itu masih panjang " Ucap Hafida sedang Zahra ia hanya menjawab semua pertanyaan dari Hafida dengan gelengan kepalanya
" dan kalian berdua sebagai orang tua, seharusnya tidak mendorong putri kalian untuk menjadi Penggoda suami orang dimana otak kalian sebenarnya ? bukankah kalian adalah seorang pengusaha? lantas kemana kepandaian kalian saat ini bukankah kalian sangat pandai saat menjalankan bisnis lalu mengapa menjadi sangat bodoh dengan hal ini? ".
bisik bisik para tamu yang beralih menghujat Zahra dan orang tuanya mereka nampak menyalahkan orang tua dari Zahra karena mendukung anaknya untuk menjadi penggoda suami orang.
sedangkan Azzam ia hanya diam membiarkan istrinya menyampaikan semua uneg unegnya itu.
" maaf,maafkan aku karena mencoba untuk menghancurkan rumah tangga kalian, ya aku memang tak tau malu datang kepada Azzam dan memintanya untuk menjadikanku istri keduanya aku memang sangat bodoh tak berfikir bagaimana jika aku yang berada dalam posisi itu ". Ucap Zahra berlutut dikaki Hafida
dirinya sekarang telah sadar dengan semua yang dia perbuat adalah salah dia menyesal membiarkan harga dirinya ini jatuh dengan terang terangannya menggoda suami wanita lain.
dia hanya bisa berandai andai jika seandainya dirinya tak melakukan hal gila ini pasti dirinya tak akan dipandang rendah oleh orang lain.
sekarang harga dirinya telah hancur karena ulahnya sendiri.
" bangunlah, saya sudah memaafkanmu saya tau kamu itu bukanlah orang jahat ". Ucap Hafida sambil membantu Zahra berdiri
" hiks hiks aku benar benar malu denganmu aku memang wanita tak tau malu aku sangat jahat padahal kamu itu wanita yang baik ". Tangis Zahra menyesal
__ADS_1