
Sementara dilain tempat
Hafida tengah bersiap untuk mencari pekerjaan sebelum berangkat ia pamit terlebih dulu kepada tantenya.
"Tan aku mau nyari kerjaan boleh gak?" tanyanya ragu takut tak diizinkan.
"Kerja?" tanya tantenya.
"Fi,kamu seharusnya melanjutkan pendidikannya bukan bekerja biarkan tante saja yang bekerja" ucap tantenya nampak tak setuju.
"Dan jika kamu memang ingin bekerja kamu bisa bekerja diperusahaan Kak Bhima" lanjut Tantenya.
"Tan aku mohon tolong izinin Fida kerja,aku akan melanjutkan pendidikanku kok" bujuknya.
"Tapi aku ingin bekerja ditempat lain bolehkan tan" lanjutnya.
"Hmm, ya sudah tapi ingat kamu harus melanjutkan pendidikanmu sayang" ucap tante Ranty.
"Dan kenapa tidak diperusahaan kak Bhima itu juga sekarang menjadi milik kamu" ucap tante Ranty.
"Eumm aku ingin bekerja dengan jerih payahku sendiri tan tanpa menggunakan kekuasaan ayah" ucapnya.
"Heumm baiklah tapi ingat suatu saat kamu akan memegang perusahaan itu" ucap tante Ranty
Hafida tersenyum senang lalu memeluk tantenya .
__ADS_1
Tak lama taxi yang ia pesan pun datang Hafida menarik nafasnya panjang seraya membuka pintu taxi dalam hati ia berdoa semoga hari ini ia segera mendapatkan pekerjaan.
Tak butuh waktu lama ia sampai hafida mencoba memasukkan surat lamarannya namun ditolak ia beralih ke tempat lain namun lagi lagi ditolak .
Rasanya ia sudah putus asa sudah banyak tempat ia datangi tapi juga tak ada yang mau menerimanya.
Dia membuang nafasnya kasar seraya menyeret kakinya menuju bangku yang ada di trotoar ia luruskan kakinya sambil sesekali memijatnya setelah ia rasa lelahnya sudah mulai menghilang dia pun melanjutkan mencari lowongan pekerjaan sambil berjalan ia terus berdoa.
Hafida kemudian mencoba untuk memasukkan surat lamarannya disebuah cafe ini adalah harapan terakhirnya hafida sangat berharap diterima bekerja disini walaupun gajinya kecil
"Assalamualaikum permisi maaf apa disini apakah masih ada lowongan?" tanyanya sopan.
"Wa'alaikumsalam iya disini memang sedang membutuhkan karyawan coba sini saya lihat surat lamarannya" ucap Bu dina.
"Ini bu" ucap Hafida seraya menyerahkan surat lamarannya sementara pemilik cafe itu hanya manggut manggut.
"Kenapa kamu tidak melanjutkan pendidikanmu saja daripada harus bekerja?"
"Iya bu saya baru saja lulus,dan saya akan bekerja sambil kuliah nanti" jawab Hafida.
"Oke kamu saya terima disini besok kamu sudah bisa mulai kerja sekarang kamu bisa mengambil seragam ke kepala pelayan" ucap bu Dina.
"Baik bu" ucap Hafida tersenyum.
"Assalamualaikum permisi maaf saya ingin bertemu dengan kepala pelayan disini" ucap Hafida sopan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam iya dengan saya sendiri kamu anak baru ya" Lia.
"Iya Kak" ucap Hafida tegang.
"Hahaha biasa saja gak perlu tegang saya gak akan makan orang kok" ucap Lia seraya memberikan seragam kepada hafida sementara Hafida hanya tersenyum kikuk.
"Ihh kamu manis sekali sihh kakak jadi ingat dengan adik kakak mungkin dia sudah sebesar kamu" ucap Lia.
"Emmm memangnya adik kak Lia kemana?"tanya Hafida hati hati.
"Adik kakak sudah meninggal" ucap Lia seraya menghapus air matanya yang mulai mengalir.
"Maaf kak saya tidak tau kak lia yg sabar ya"ucap Hafida.
"Oh iya sudah kak saya permisi pulang" lanjutnya.
"Iya gpp kok hmm hati hati ya" ucap Lia.
Sementara hafida hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya ia kemudian menuju ke supermarket untuk belanja kebutuhan.
Tiba tiba mobil yang dikendarai oleh Azzam mengalami pecah ban dan membuat mobil tersebut kehilangan kendali sementara dengan Hafida saat ia akan menyeberang tiba tiba saja ada mobil yang menuju kearahnya tentu saja ia panik hingga membuatnya terjatuh.
"Astagfirullah" ucap hafida sementara pemilik mobil yang merupakan Azzam langsung mengampiri Hafida.
"Astagfirullah, maaf bagaimana dengan kamu apa ada yang terluka" tanya Azzam.
__ADS_1
"Ehh nggak saya tidak apa apa" ucap Hafida seraya mencoba untuk berdiri namun karena kakinya terluka ia tak mampu menopang berat tubuhnya dan reflek Azzam menangkap tubuhnya.
"Eh astagfirullah maaf saya reflek sebentar saya penggilkan kakak saya" ucap Azzam sementara hafida hanya menganggukkan kepalanya sambil memegangi kakinya yang terasa nyeri akibat terjatuh tadi.