Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 87


__ADS_3

" tak perlu karena istri saya sudah membawakannya untuk saya ". ucap azzam sambil menunjuk ke arah hafida yang tengah berjalan ke arahnya


" mas ini aku bawakan kamu makan siang ". ucap hafida sambil menyerahkan kotak makanan tersebut


" terimakasih sayang ". ucap azzam sambil mencium kening istrinya membuat zahra meradang


" dengan pakaian seperti ini hah bahkan aku jauh lebih menggoda dari pada istrimu zam ". ucap zahra sambil menatap hafida rendah


" fi, kita keruangan saja jangan hiraukan dia ". ujar azzam sembari menarik lembut tangan hafida


zahra ia menghentak hentakkan kakinya dilantai karena kesal dirinya merasa diabaikan dengan rasa malu karena memang mereka sedari tadi dilihat oleh para pengunjung tak jarang pengunjung mencemohnya.


dia langsung berlari ke mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke rumahnya sesampainya dirumah dia langsung mengadukan apa yang terjadi tadi pada orang tuanya


wajah deri papa zahra memerah dia tak terima anaknya ditolak oleh azzam hanya demi wanita yang bernama hafida, tidak tidak pokoknya putrinya ini harus bisa mendapatkan azzam.


jika tidak bisa dengan cara halus makan dirinya akan menggunakan cara kasar dia tak peduli dengan itu yang penting azzam bisa menjadi milik zahra jika perlu dia akan meleyapkan istri azzam.


skip malam harinya


keluarga dari alvin sudah datang sambil menunggu rasya turun mereka saling mengobrol sedangkan alvin ia mengedarkan pandangan matanya menyapu ke seluruh ruangan dia tengah mencari cari keberadaan rasya.


tak lama rasya nampak menuruni anak tangga bersama hafida yang ada disampingnya dirinya nampak lebih cantik malam ini rasya lalu langsung duduk ditengah tengah mama ranty dan papa hendra sedang hafida tentunya disamping sang suami.


tanpa basa basi lagi papa alvin langsung mengatakan keperluannya kemari kepada papa hendra selaku ayah dari rasya.


" begini pak saya sekeluarga kemari untuk melamar putri bapak rasya menjadi calon istri putra saya alvin bagaimana apa bapak menerima lamaran putra saya ". ucap papa alvin


" kalau untuk itu saya serahkan pada putri saya, bagaimana nak? ". tanya papa hendra


" bismillah rasya terima lamarannya ". ucap rasya sambil menundukkan kepalanya karena malu

__ADS_1


" ya allah alhamdulillah setelah sekian lama aku diterima juga,akhirnya aku gak ditolak lagi mi pi aku diterima ya allah aku gak lagi mimpi kan ". heboh alvin


" mi, cubit lenganku mi cubit ". titah alvin mami alvin pun lalu mencubit lengan putranya itu kecil membuat si empunya menjerit karena sakit


" aduh duh sakit mi ". ucap alvin sambil mengusap lengan tangannya yang memerah akibat cubitan maminya


sedangkan papa alvin dia memelototi sang putra sedang alvin dia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


mereka lalu mulai membahas rencana pernikahannya dan disepakati jika pernikahannya akan digelar dua bulan lagi,untuk semua persiapan sudah beres tinggal menunggu acaranya saja.


setelah semuanya selesai alvin beserta orang tuanya lalu pamit pulang setelah kepergian tamunya hafida langsung dibawa azzam menuju kamar.


mereka lalu langsung terlelap dalam mimpi masing masing dengan posisi saling berpelukan sepanjang malam.


semuanya sudah kembali ke kamarnya masing masing sedangkan rasya dirinya masih berdiri ditangga sambil memegangi pipinya yang memerah .


dengan senyum yang masih terletak jelas diwajah ayunya rasya bersenandung merdu menuju ke kamarnya dia membuka knop pintunya pelan lalu melemparkan tubuhnya dikasurnya yang nyaman itu.


lalu menarik selimutnya sebatas dada dan mulai memejamkan matanya tak lama dia sudah terlelap dalam tidurnya menuju ke alam mimpi indahnya.


pagi hari yang nampak cerah langit biru yang nampak indah dengan pancaran sinar matahari yang mulai menampakkan dirinya dengan malu malu.


hafida rasya dan mama ranty sudah berkutat dengan alat alat dapur semenjak selepas subuh tadi sedangkan para lelaki mereka tengah jogging disekitaran komplek perumahan.


hingga akhirnya sarapan telah siap juga hafida lalu segera ke kamarnya untuk mandi lalu menyiapkan baju kerja untuk suaminya dia meletakkannya ditepi ranjang.


setelah itu dia segera mengambil Khimar miliknya yang dia taruh dimeja dan segera memakainya .


terdengar suara pintu terbuka hafida reflek menoleh ke arah pintu ternyata suaminya azzam lalu segera bersiap sedangkan hafida ia berlalu turun ke bawah.


tak lama azzam sudah nampak menuruni anak tangga sambil berbincang kecil dengan papa hendra, azzam lalu segera duduk disamping sang istri.

__ADS_1


hafida lalu mulai menyiapkan makanan untuk suaminya begitu pula dengan mama ranty sedang rasya ia hanya mampu melihatnya saja.


tenang saja dua bulan lagi dirinya akan melakukan hal sama pada alvin yang sebentar lagi akan menjadi suaminya rasya segera membuyarkan lamunannya dan mulai memakan sarapannya.


usainya sarapan azzam langsung pamit ke cafe sebelum berangkat ia mencium seluruh wajah sang istri lalu berlalu menuju ke cafenya.


sedangkan hafida dan rasya mereka akan pergi ke kantor karena mulai hari ini mereka bantu bantu dikantor mereka berangkat bersama.


perjalanan menuju ke kantor lumayan memakan waktu lama memang tapi untung jalanan belum terlalu ramai jadi tak memakan waktu yang panjang untuk sampai.


sesampainya disana mereka berdua langsung menuju ke ruangan papa hendra untuk memulai tugas tugas mereka.


para pegawai lain menundukkan kepalanya hormat mereka berdua hanya membalasnya dengan senyum ramah lalu berlalu menuju lift.


ting


pintu lift terbuka mereka lalu langsung keluar dan melangkahkan kaki mereka menuju keruangan papa hendra .


papa hendra lalu menyuruh kedua putrinya untuk duduk dan mulai menjelaskan apa tugas mereka berdua setelah paham hafida maupun rasya langsung pergi ke meja mereka masing masing dan mulai mengerjakan tugasnya.


di cafe azzam


suasana cafe sudah mulai ramai para pengunjung saat dirinya sampai para karyawanannya menyambutnya dengan hormat dia hanya membalasnya dengan senyum tipis dan berlalu menuju ruangannya.


dia tadi juga berpesan pada satpam untuk mencegah zahra jika wanita itu datang kembali dirinya tak mau ada kesalah pahaman nantinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


haii reader semua


aku balik lagi maaf kemarin aku gak bisa up karena harus fokus belajar nah untuk dua hari ke depan aku bakalan up lebih dari 2 bab karena aku harus ngebut buat namatin novel ini.

__ADS_1


karena aku bentar lagi harus fokus dengan ujian kelulusanku


salam hangat dari author ❤


__ADS_2