
" karena abi kalian tidak mau menerima permintaan saya agar adikmu menjadi menantu saya ". ucap ayah laila sinis
" tentu saja abi saya menolak mana mungkin dia mau menerimanya apalagi adik saya sudah memiliki calon istri yang sangat ia cintai ". ucap lukman
" tapi anak saya itu cantik, dan pasti lebih cantikkan anak saya dari pada calon istri adikmu ". ucap ayah laila
" cantik saja tidak cukup pak, akhlak itu juga penting percuma jika cantik namun akhlaknya buruk ". ucap lukman
" apa kamu menghina anak saya tidak berakhlak ". ucap ayah laila dengan nada marah
" apa saya menyinggung tentang anak bapak ". tanya lukman membuat ayah laila terdiam
mama ranty lalu memberikan semua bukti buktinya dia menceritakan bagaiman terjadinya pengeroyokan itu dan juga ada beberapa ustadz dan ustadzah yang ikut ke kantor polisi untuk memberikan saksi.
tadi lukman yang menelpon agar mereka datang ke kantor polisi setelah semuanya beres mereka pun langsung bergegas pulang.
azzam terlebih dulu untuk mengantar mama ranty pulang kan tak mungkin juga dia membawa serta mama ranty ke pesantren tak lama mereka sudah sampai didepan rumah mama ranty.
azzam dan lukman mengucapkan terimakasih pada mama ranty karena sudah sudi membantu mereka berdua setelah itu mereka pamit pulang.
azzam lalu melajukan mobilnya kearah pesantren dia dan lukman sekarang lega karena semuanya sudah beres sedangkan kakaknya maulida saat mendapat kabar itu sangat panik dan berniat untuk pulang namun abi melarangnya akhirnya maulida pun hanya bisa pasrah.
skip akad nikah
tak terasa hari berjalan begitu cepat hari ini adalah hari bahagia bagi mama ranty juga om hendra mereka akan menggelar acara pernikahan pada hari ini.
semua orang rumah nampak sibuk sekali untuk bersiap siap untuk acara nanti hafida lalu pergi ke kamar mamanya ia membuka knop pintu kamar mama ranty pelan lalu ia berjalan mendekat kearah sang mama.
ia lalu berhambur memeluknya erat mama ranty pun membalas pelukan hangat hafida sedangkan dirumah om hendra rasya nampak santai santai saja dia duduk disofa sambil memakan camilan namun berbeda dengan papanya om hendra dia bahkan belum juga keluar dari kamar padahal mereka sebentar lagi akan ke tempat mama ranty untuk acara akad nikah.
__ADS_1
rasya sampai bosan terus makan untuk menunggu papanya turun apa sih sebenarnya yang dilakukan rasya pun langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar papanya untuk memanggilnya.
" pa, papa ngapain sih lama banget ". panggil rasya
" bentar ,sya papa masih siap siap ". saut om hendra dari dalam kamar
" ya ...masa dari tadi ga selesai selesai siap siapnya ". ucap rasya
" papa gugup sya ". ucap om hendra seraya membuka pintu
" minum pa biar tenang dikit ". saran rasya
" tetep aja sya, papa gugup ". kekeh om hendra
" udah deh pa, ayok berangkat papa mau ga jadi nikah sama tante ranty ". tanya rasya sambil menaikkan alisnya
" ya... gak mau lah papa itu udah nungguin ranty dari dulu masa batal nikah sih ". kesal om hendra
sesampainya disana om hendra langsung duduk didepan penghulu yang sudah menunggu mereka acara pun dimulai om hendra mengucap ijab kabul dengan satu kali tarikan nafas.
kata sah menggema didalam ruangan om hendra lega karena berhasil mengucap ijab kabul dengan lancar dia benar benar lega sekarang.
sedangkan mama ranty ia benar benar bahagia dia pun lalu turun ke bawah untuk menemui om hendra yang sekarang sudah menjadi suaminya dengan ditemani oleh hafida.
ia pun langsung duduk disamping om hendra dan mencium punggung tangan suaminya dan om hendra mencium keningnya rasa bahagia menyelimuti hati mereka berdua.
ucapan selamat terus terucap dari tamu tamu undangan senyum mereka berdua tak pernah surut disepanjang acara berlangsung.
" selamat, ya ma semoga langgeng ya sampek kakek nenek ". ucap hafida seraya memeluk mamanya
__ADS_1
" terimakasih sayang ". ucap mama ranty
" fi.. kita jadi sodara huaa aku seneng banget ". heboh rasya seraya memeluk hafida dengan eratnya
" iya sya,, udah ya lepasin pelukannya engap nih ". ucap hafida seraya mencoba melepaskan pelukan rasya tapi bukannya lepas rasya malah mempererat pelukannya
" udah sya, kasian hafida sampe sesek itu ". tegur om hendra sedang rasya ia malah menunjukkan deretan giginya yang rapi seraya melepas pelukannya
" selamat, ya bu pak semoga langgeng sampai maut yang memisahkan ". ucap abi
" iya terimakasih ,pak ". ucap om hendra
" lalu kapan kalian berdua akan menikah ". tanya mama ranty pada azzam dan hafida
hafida yang mendengar pertanyaan mamanya itu hanya menunduk karena malu sedangkan azzam ia hanya tersenyum menanggapi itu.
" iya, papa pengen banget loh gendong cucu ". ucap om hendra ikut nimbrung
" papa buat aja sana sama mama ". ucap rasya
" papa dan mama sudah tua sayang " . elak om hendra
" fi, cepet nikah sana dan kasih aku ponakan yang lucu ". ucap rasya
" apaan sih sya ". ucap hafida tersipu
" udah udah jangan digoda terus liat tuh pipinya udah merah ". ucap umi
akhirnya semua rangkaian acara selesai hafida lalu pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diranjang dia benar benar lelah hari ini.
__ADS_1
setelah itu ia bangkit dari rebahannya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi tak lama setelah hafida masuk kamar mandi rasya datang ke kamar hafida ia langsung rebahan diranjang hafida sambil menunggu hafida selesai mandi .