Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 16


__ADS_3

Hafida berjalan mundur mencoba menghindar dari preman yang menghadangnya.


Hafida melihat sekitar tempat ini, sangat sepi bahkan nyaris tak ada orang lewat.


Tidak ada jalan keluar lagi dia terjebak, dirinya tak bisa lari preman itu mengepungnya.


"To-tolong jangan sakiti saya" ucapnya lirih.


"Hmmm jangan takut cantik, ayo ikut abang saja" ucap si preman seraya menoel dagunya.


Hafida menepis tangan nakal preman tersebut, matanya nampak memerah.


"Tolong!!!" teriaknya.


"Hahaha tidak ada yang mendengar teriakanmu cantik,lebih baik kamu temani abang saja" ucap si preman memegang lengannya.


"Arghh!! jangan sentuh saya" teriaknya ketakutan.


Samar Samar terdengar suara teriakan wanita yang meminta pertolongan, Azzam menajamkan telinganya seraya memperlambat laju mobilnya.


Matanya menatap sekitar jalanan yang nampak sepi ini, hingga dia mendapati sesosok wanita yang nampaknya sangat ketakutan.


Dia meminggirkan mobilnya ke tepi lalu turun dari mobilnya.


"Jangan takut cantik, ayo kita bersenang senang" ucap si preman menyentuh bahunya.


Hafida memejamkan matanya hingga terdengar suara seperti orang tengah berkelahi.


Bugh Bugh Bugh


Dia membuka matanya perlahan, dan melihat sesosok pria yang tengah menolongnya itu.


"Kamu tidak apa apa?" tanya Azzam.


"Saya tidak apa apa terimakasih" ucapnya lirih.


" mbak gak papa " tanya lelaki tersebut dan dia adalah azzam


" gak papa kok terima kasih sudah menolong saya " ucap hafida

__ADS_1


"Hmm, oh iya dimana rumah kamu? biar saya antar" tanya Azzam.


"Ah tidak perlu saya tidak mau merepotkan" tolak Hafida.


"Tidak apa apa, saya tidak merasa direpotkan" bujuk Azzam.


"Tidak baik wanita keluar sendiri malam malam" lanjutnya.


"Mari saya antar" ucap Azzam sekali lagi.


"Terimakasih" ucap Hafida.


Azzam tersenyum tipis lalu membukakan pintu untuk Hafida,setelah itu dia segera melajukan mobilnya.


Hening..


Hafida dan Azzam sama sama merasa canggung hingga akhirnya Azzam membuka suaranya.


"Emm, dimana rumah kamu? apa cukup jauh dari sini?" tanyanya.


"Sedikit" balas singkat Hafida.


"Apa masih jauh?" tanya Azzam.


"Tidak, rumah saya ada diujung depan" ucap Hafida.


Azzam menganggukkan kepalanya mengerti,mobilnya berhenti tepat didepan rumah Hafida.


"Terimakasih sudah menolong saya bahkan mengantar saya sampai rumah, maaf sudah merepotkan" ucap Hafida diiringi senyum manis.


"Sama sama dan saya tidak merasa direpotkan" balas Azzam.


" Saya permisi dulu assalamualaikum " lanjut Azzam tersenyum tipis lalu melajukan mobilnya menjauh dari area rumah Hafida.


"Wa'alaikumsalam" balas Hafida.


Entah mengapa saat Azzam tersenyum tiba tiba jantungnya berdetak dengan kencangnya .


Seklebat bayangan Azzam yang tengah tersenyum muncul di kepalanya.

__ADS_1


Dia menepuk pelan kepalanya dan berlalu masuk ke rumahnya.


"Assalamualaikum Ma" ucap Hafida mencium punggung tangan sang mama.


"Wa'alaikumsalam ya Allah sayang,kamu tadi kemana aja mama khawatir hmm" ucap mamanya.


"Maaf Ma, sudah buat mama khawatir tadi Fida mau pulang tapi di hadang oleh preman untungnya tadi ada orang yang menolong jika tidak mungkin Fida gak akan sampai rumah sekarang" ucap Hafida.


"Iya sayang gak papa yang penting kamu selamat lain kali kamu hati hati oke"


"Sekarang kamu bersih bersih terus sholat setelah itu makan ya" ucap mamanya lembut diiringi dengan senyum manis.


Hafida menganggukkan kepalanya lalu pergi menuju ke kamarnya,ia segera membersihkan tubuhnya kemudian melaksanakan sholat seusainya ia langsung turun untuk makan malam bersama sang mama.


"Senyumnya sangat manis" gumamnya dalam hati seraya menyetir mobilnya.


Dia terpikat dengan senyuman manis yang diberikan oleh Hafida, wajah cantik sang gadis muncul diotaknya mengganggu konsentrasinya.


Azzam menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali fokus pada jalanan.


Dipesantren


"Abi kok azzam gak pulang pulang ya umi khawatir, bagaimana jika terjadi sesuatu pada putra kita " ucap Umi Rohimah khawatir.


"Sabar Umi,mungkin masih dijalan doakan saja semoga tidak terjadi apa apa" ucap Abi menenangkan istrinya.


"Tapi Umi khawatir Bi" ucap Umi Rohimah.


"Umi duduk lalu minum tenanglah diri Umi" ucap Abi lembut.


Tak lama terdengar ketukan pintu.


"Assalamualaikum" ucap Azzam .


"Wa'alaikumsalam ya Allah, Zam kamu tadi kemana aja Umimu sampai khawatir?" tanya Abi.


"Maaf Abi,tadi azzam menolong seseorang dulu" ucap Azzam menjelaskan.


"Oh iya gakpapa ya sudah kamu belum sholat kan segera sholat sana sebelum waktunya habis" ucap Abinya.

__ADS_1


Azzam pun segera menuju ke kamarnya kemudian ia melaksanakan sholat setelah itu ia turun ke bawah untuk menemui Uminya.


__ADS_2