
dan saat ia turun dari mobilnya ia menyadari jika hafida juga berjalan masuk menuju toko kelontong itu ia pun tersenyum melihatnya entahlah saat melihat hafida dari kejauhan saja rasanya sangat bahagia apalagi saat nanti sudah menikah.
haiss jika begini terus rasanya ia ingin cepat cepat untuk menikahi hafida namun ia harus bersabar menunggu hafida menyelesaikan pendidikannya.
" fida ". sapa azzam dengan senyumnya
" oh mas azzam ". saut hafida
" mas? ". tanya azzam
" iya lalu aku harus memanggilmu apa ". ucap hafida berbalik tanya
" sayang mungkin ". ucap azzam membuat pipi hafida memerah karena malu
" ciee fida pipinya merah kek tomat". ledek rasya
" apaan sih sya ". ucap hafida malu
" lihatlah pipimu sangat merah ". ucap azzam ikut ikutan menggoda
" ya udah mas aku sama rasya pergi dulu ". ucap hafida sembari menarik tangan rasya menjauh sedangkan azzam ia hanya tersenyum melihatnya
setelah mendapat apa yang ia mau hafida dan rasya langsung bergegas untuk ke panti sesampainya mereka langsung membawa sembako yang mereka beli tadi.
setelah menyerahkan sembakonya pada bu siti mereka berdua langsung menemui anak anak dan mengajak mereka semua bermain bersama.
" assalamualaikum adik adik ". ucap hafida dan rasya
" Wa'alaikumsalam kakak cantik ". ucap para anak anak
" wah kakak cantik kesini lagi ratu pikir gak kesini lagi ". ucap ratu
" pasti kakak kesini lagi dong ". ucap rasya sembaru membelai rambut ratu
mereka pun bermain bersama dengan anak anak baik rasya maupun hafida sampai lupa waktu gara gara bermain bersama anak anak jika mereka tak ditelpon pasti mereka tak akan pulang.
__ADS_1
" bu saya dan rasya pamit ya ". ucap hafida
" iya nak hati hati dijalan ". ucap bu siti
" iya bu assalamualaikum ". ucap mereka berdua
saat akan masuk ke mobil tiba tiba tetangga hafida dulu memanggilnya ia pun berjalan mendekati tetangganya itu dengan diikuti oleh rasya yang selalu mengintilinya kemanapun dia pergi.
" eh fida ". panggil tetangganya
" iya bu ada apa ". tanya hafida dengan senyum manisnya
" udah enak ya hidupnya dulu aja kesini naik taksi loh sekarang bawa mobil saya pikir kamu jadi gelandangan loh saat itu eh ternyata tidak ". ucap tetangganya itu
" iya bener tuh bu, saya juga ngiranya begitu kan si hafida sombong banget pakek ngediriin panti asuhan segala ". saut ibu yang ada disebelahnya
" heh bu, kalo ngomong tuh dijaga jangan asal ceplos dan bagus dong kalo fida ngediriin panti asuhan jadi dia bisa menolong anak anak yang malang itu ". ucap rasya tak terima sang sahabat dihina seperti itu
" emang apa bagusnya sih, sok banget deh dari pada miskin mending juga tu rumah dijual aja dari pada buat nampung anak anak yang gak jelas ". ucap ibu ibu itu semakin menjadi
tidak kan? ". ucap hafida sudah kehilangan kesabarannya
" bu sebaiknya ibu itu menjaga lisannya lebih baik ibu diam daripada ucapan ibu itu menyakiti orang lain ". lanjut hafida mengingatkan
" heh suka suka saya dong, orang mulut mulut saya gak usah sok suci deh ". ucap ibu tersebut nampak tak suka
" aduh ibu, sudah bagus ya kita tuh ngingetin ibu tapi ibu malah nyolot ". ucap rasya geram
" kamu ini nggak sopan sekali sama orang tua apa kedua orang tuamu tak mengajarimu tata krama ". ucap ibu ibu tersebut
" heh bukannya ibu dulu yah, yang gak sopan ". ucap rasya geram
" udah sya kita pulang yuk gak enak diliatin orang ". ajak hafida
" tapi fi ". tolak rasya
__ADS_1
" udah ayo ". ucap hafida menarik tangan rasya
" kalau begitu saya permisi dulu bu dan maafkan teman saya ya assalamualaikum ". ucap hafida
" Wa'alaikumsalam ". ucap ibu ibu tersebut dengan ketus
didalam mobil rasya menggerutu atas kejadian tadi ia benar benar kesal dengan ucapan tetangga lama sahabatnya itu dan bisa bisanya hafida yang meminta maaf seharusnya kan ibu ibu itu.
kalau tadi ia tak dibawa pergi oleh hafida sudah pasti ia akan menyumpal mulut ibu ibu itu karena tak bisa menjaga lisannya dia benat benar kesal bahkan diperjalanan dia nampak belum puas menyumpah serapahi ibu ibu itu.
sedang hafida ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sang sahabat dia senang mendapatkan seorang sahabat yang tulus kepada dirinya.
sesampainya dirumah hafida mereka berdua disambut dengan tatapan tajam kedua orang tua mereka karena sudah membuat mereka khawatir.
" kalian ini tadi kemana aja si mama sama om hendra khawatir loh ". ucap mama ranty tak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya
" maaf mah tadi aku sama rasya pergi ke panti trus karena keasikan main sama anak anak jadi lupa waktu deh ". ucap hafida menjelaskan
" Hmm iya gpp, lain kali jangan ulangi lagi ". ucap mama ranty
sedang dilain tempat
setelah selesai berbelanja azzam lalu melajukan mobilnya kearah pesantren sesampainya disana azzam langsung membawa sembako yang sudah dia beli ke dapur pesantren.
azzam mengerutkan keningnya karena melihat laila sedang ada dirumah sedang apa anak itu ia pun lalu menghampiri laila dan bertanya ada gerangan apa datang kemari.
" laila ". panggil azzam
" eh ustadz udah pulang ya ". tanya laila
" ada apa kamu kemari ". tanya azzam to the point
" nemuin ustadz soalnya aku kangen loh sama ustadz azzam ". ucap laila dengan centilnya
" sudahlah kamu kembali saja ke asrama dan perlu saya tegaskan jangan pernah mencoba coba untuk menggoda saya karena saya sudah memiliki tunangan ". ucap azzam tegas
__ADS_1
" ba ba baik ustadz ". ucap laila gugup