
" bangunlah, saya sudah memaafkanmu saya tau kamu itu bukanlah orang jahat ". Ucap Hafida sambil membantu Zahra berdiri
" hiks hiks aku benar benar malu denganmu aku memang wanita tak tau malu aku sangat jahat padahal kamu itu wanita yang baik ". Tangis Zahra menyesal
" iya ayo bangun, saya sudah memaafkanmu ". Ucap Hafida seraya menampilkan senyumnya
" terimakasih, pantas jika Azzam jatuh cinta denganmu yang begitu baik ini berbeda dengan diriku yang jahat ini hiks hiks ". Ucap Zahra
" Zam, maafkan aku karena telah berusaha menggodamu hiks hiks ". Lanjut Zahra dengan matanya yang sembab karena menangis menyesali perbuatannya
" iya saya sudah memaafkanmu lupakan semua ini anggap tak pernah terjadi dan perbaikilah hidupmu ". Ujar Azzam
sedang Deri dia langsung menarik lengan tangan Zahra dengan kasar dia benar benar sangat kesal dengan putrinya itu yang semudah itu menyerah.
Sefa juga langsung pergi dari acara itu mengikuti suaminya dirinya juga sangat kesal dengan putrinya itu.
Zahra merintih menahan sakit memohon kepada ayahnya agar tak menyakiti dirinya,namun Deri tak memperdulikan itu dia terus menarik anaknya itu ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" dasar anak tak berguna, seharusnya kau tak melakukan itu kau bodoh bodoh gara gara dirimu aku menjadi gagal mendapat tambang uang ". Maki Deri sedangkan Zahra ia hanya bisa menangis
plak plak plak
tamparan demi tamparan dia terima baik dari Sefa juga Deri yang melakukannya sampai tubuhnya lebam lebam karena tamparan juga pukulan itu.
karena asik melampiaskan emosinya Deri sampai tak fokus dalam mengendarakan mobilnya hingga dari arah berlawanan melaju mobil teruk bermuatan berat ke arah mereka
bruakkk
__ADS_1
kecelakaanpun tak terelakkan, mobil mereka tonggek dan Deri juga Sefa meninggal ditempat sedangkan Zahra hanya dia yang masih selamat dirinya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Hafida dan Azzam langsung meminta maaf atas kejadian tadi mereka benar benar meminta maaf karena mengganggu kenyamanan para tamu.
acara pun kembali dilanjutkan setelah tadi sempat tertunda karena masalah kecil tadi tapi itu tak menghalangi kelangsungan acara.
acara pun dapat berlangsung kembali sampai acara ini selesai seusai dengan semestinya.
usai acara resepsi selesai Hafida dan Azzam langsung menemui Rasya juga Alvin mereka ingin meminta maaf atas kejadian tadi.
mereka berdua merasa tidak enak dengan kedua pasangan pengantin baru itu.
" Sya aku sama suamiku minta maaf ya karena gara gara kami berdua acaranya jadi sedikit terganggu ". Ucap Hafida
" iya benar kami berdua minta maaf atas kejadian tadi ". Ucap Azzam
" iya gpp kok tenang aja itu gak masalah bagiku kok ". Ucap Alvin sambil menepuk bahu Azzam
" iya sama sama ". Ucap Rasya sambil tersenyum hangat
setelah itu Hafida dan Azzam langsung pulang ke rumahnya karena juga ini sudah malam,Papa Hendra juga mama ranty ikut serta dengan Hafida karena jarak antara rumah mereka dengan gedung resepsi lumayan memakan waktu lama.
jadi mereka mengisap dirumah Hafida saja karena kebetulan juga jaraknya cukup dekat.
perjalanan menuju rumah mereka tak terlalu lama, sesampainya Hafida langsung membuka pintu rumahnya dan menunjukkan kamar tamu untuk Mama Papanya setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk mengganti baju lalu tidur karena ini sudah malam.
**
__ADS_1
pagi hari yang cerah, langit berwarna biru dengan angin sepoi sepoi juga sinar matahari yang mulai menampakkan dirinya ke bumi.
pagi hari ini Hafida awali dengan memasak sarapan dengan Mamanya didapur rumahnya mereka memasak makanan yang sederhana saja karena juga dikulkas Hafida tak terlalu banyak stok makanan.
dia belum membeli stok baru untuk isi kulkasnya karena sibuk dengan acara pernikahan Rasya.
sarapan sederhana mereka pun telah siap Hafida lalu memanggil suami juga papanya untuk sarapan pagi bersama.
" Pa, gimana dengan keadaan perusahaan ". Tanya Hafida disela makannya
" alhamdulillah, perusahaan lancar kok nak juga papa mungkin sebentar lagi akan menyerahkan semua urusan perusahaan kepada asisten pribadi papa ". Ucap Papa Hendra
" Papa sudah lelah nak, dan juga Rasya ikut berhenti dari kantor karena dia ingin fokus menjadi istri ". Lanjut Papa Hendra
" dan juga nanti untuk masalah meeting atau apa itu kamu yang harus hadir nak, karena juga kamulah pewaris dari perusahaan mendiang ayahmu itu ". Jelas Papa Hendra
" iya pa, berarti nanti asisten pribadi papa kesini kalau ada berkas yang perlu ditanda tangani juga untuk laporan keuangan begitu? ". Tanya Hafida
" iya nak jadi kamu gak perlu repot datang ke kantor, apalagi dengan kondisimu yang hamil begini papa gak mau kamu dan calon cucu papa kecapekan ". Ujar Papa Hendra sedang hafida ia hanya tersenyum lalu melanjutkan makannya
dihotel
Rasya tengah membereskan semua barang barangnya juga barang milik suaminya setelah itu mereka berdua langsung sarapan sebelum pulang kembali ke rumah.
mereka nanti akan langsung ke rumah Alvin dan untuk barang barang milik Rasya sendiri sudah dibawa kesana kemarin.
setelah selesai sarapan mereka berdua langsung menuju ke rumah Alvin ,perjalanan mungkin hanya sekitar 15 menit.
__ADS_1
sampainya disana mereka sudah disambut oleh Mami dan Papi Alvin.
" akhirnya kalian sampai juga langsung ke kamar aja ya istirahat kalau perlu jugs buat baby boleh kok, iya kan pi ". Ucap Mami Alvin