
"Sudah kak gak papa kok" ucap Hafida pada Lia kemudian ia pamit ke belakang dan diikuti oleh Mela entah apa yang akan dilakukan Mela pada Hafida.
"Heh!! gue udah peringatin sama lu jangan sok didepan bos apalagi karyawan lain,gak usah nyari muka didepan mereka ngertii!!" ucap Mela penuh dengan penekanan.
" Salah saya apa sih?sampai kamu segitunya membenci saya?" tanyanya seraya menarik napasnya panjang.
"Ckk, lu masih gak sadar? sini gue kasih tau salah lu itu apa" ucap Mela tersenyum sinis.
"Salah lu itu kenapa semua orang suka sama lu? kenapa hahh?!!" tanya Mela sambil mendorong pelan Hafida.
Hafida terhuyung ke belakang karena tak mampu menyeimbangkan tubuhnya sehingga ia terjatuh.
Mela tersenyum penuh kemenangan lalu menginjak tangan Hafida dengan sengaja.
Hafida hanya meringis menahan sakit, lalu dia bangkit dari jatuhnya.
"Aaaa!!Ustadz Azzam ganteng banget" teriak para santri wati histeris.
"Ehh calon imamku" sahut yang lain.
"Masyaallah nikmat mana lagi yang kau dustakan" ucap yang lainnya.
Begitulah kira kira teriakan para santriwati namun Azzam tak memperdulikannya.
Di dalam kelas
"Eh nanti yang ngajar siapa?" tanya salah seorang santri putra.
"Ustadz Azzam" jawab salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Apa? ustadz Azzam hari ini ngajar? aahh calon suami kuu" saut Laila dengan senyum mengembang senang.
" Mimpi ya? mana mungkin ustadz Azzam mau sama kamu" ledek temannya.
"Ihh, kata siapa? ustadz Azzam mau kok sama aku" ucap Laila.
"Ayahku kan penjabat pasti ustadz Azzam suka sama aku" sombongnya.
Teman teman sekelasnya hanya memutar bola matanya malas.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Azzam.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap seluruh santri serentak.
Azzam pun memulai pelajarannya namun baru setengah pelajaran Laila kembali berulah.
"Laila tolong kamu jangan membuat keributan kamu bisa menghormati saya sebagai guru kamu jika tidak keluar dari kelas saya dan berdiri hormat bendera dilapangan" tegas Azzam dengan tatapan dinginnya.
"Ihh, masa ustadz tega si ngeliat calon istrinya kepanasan" ucap Laila dengan manja.
"Cukup Laila jangan pernah kamu mengada ngada jika kamu calon istri saya, silahkan kamu keluar dari kelas saya sekarang!!" ucap Azzam yang nampaknya mulai marah.
Namun Laila malah semakin melonjak hal ini membuat Azzam menjadi semakin geram ia pun segera mengucap salam dan meninggalkan kelas padahal bel istirahat masih lama lagi ia sudah tidak tahan menghadapi tingkah Laila yang terus mencoba menarik perhatiannya.
"Eh ngapain disini Zam bukannya waktunya ngajar" tanya ustadz Syakur yang membuat Azzam kaget.
"Eh ustadz ngagetin aja, ini kesel tadz ngadepin tingkah Laila yang makin lama makin
ngelunjak" ucap Azzam pada ustadz Syakur
__ADS_1
"Oh itu sabar aja Zam, ya sudah saya permisi dulu masih ada urusan" ucap ustadz Syakur.
"Oh iya silahkan tadz" ucap Azzam sambil tersenyum.
Azzam tak kembali ke rumah melainkan ia pergi ke kantor guru untuk menenangkan dirinya.
Tiba tiba ia dalam pikirannya muncul sosok gadis yang telah membuat hatinya porak poranda, ingin sekali untuk menikahi gadis pujaannya itu.
Tak terasa hari sudah sore saja Hafida segera menyelesaikan pekerjaannya kemudian ia bersiap untuk pulang.
Sesampainya dirumah
"Assalamualaikum Ma, Fida pulang" ucap Hafida mencium punggung tangan sang mama.
"Wa'alaikumsalam, eh anak mama udah pulang kamu mandi sana gih abis itu makan" ucap mamanya tersenyum lembut.
"Iya mah" ucapnya lalu pergi ke kamar.
"Eh sayang sudah solatnya" tanya mamanya saat melihatnya menuruni anak tangga.
"Sudah kok Ma" ucap Hafida lalu duduk.
"Oh iya sayang mama sudah masakin makanan kesukaan kamu, gimana enak gak?" tanya Mamanya dengan tersenyum.
"Enak kok Ma, emm jadi kangen sama ibu" ucap Hafida nampak sedih.
"Besok kita ziarah ke makam ayah dan ibu kamu ya sekarang Fida makan ga boleh sedih oke kan masih ada mama disini" ucap Mamanya mengusap lembut rambutnya.
Hafida hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis kearah mamanya setelah selesai makan ia membantu mamanya membereskan meja makan.
__ADS_1