Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 46


__ADS_3

pemilik toko pun juga menanyakan mira mungkin heran tak pergi bersama wanita itu karena dulu saat mereka masih bersama mira sering mengintili dirinya saat keluar


azzam pun mengatakan jika dia sudah bercerai dari mira sedang pemilik toko itu hanya mengangguk anggukkan kepalanya


sedang hafida dan rasya setelah mendapat buku yang dibutuhkan mereka langsung bergegas untuk pulang


sepulang dari kampus hafida langsung menuju ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya lalu beristirahat sebentar karena bosan ia pun pergi mencari mbok minah


" mbok " panggil hafida


" iya ada apa neng " ucap mbok minah


" gpp kok mbok " ucap hafida


" mbok mau masak apa " tanya hafida


" ini mau masak sayur asem sambel terasi sama ikan goreng " ucap mbok minah


" wahh pasti enak " ucap hafida


dia pun beranjak dari duduknya dan membantu mbok minah membersihkan ikannya tak lama mamanya datang


setelah semuanya siap mereka pun makan siang bersama sesuai itu mama ranty langsung kembali ke kantor karena memang masih banyak yang harus dikerjakan


sedangkan hafida ia memilih untuk bersantai diruang tengah saja sembari membaca buku dari pada dia hanya berdiam diri saja lebih baik membaca buku


sedang dilain tempat


setelah membeli buku azzam langsung pergi ke supermarket yang ada diseberang toko buku untuk membeli susu keponakannya setelah mendapat yang dicari dia langsung membayarnya dikasir


namun kasirnya hanya diam mematung melihatnya azzam pun melambai lambaikan tangannya didepan mata kasir tersebut


" mbak,mbak gpp kan " tanya azzam membuyarkan lamunan kasir tersebut


" eh iya gpp kok mas " ucap kasir tersebut sembari menyerahkan belanjaannya


" ya Allah ganteng banget mana tinggi putih aduhh idaman " ucap kasir tersebut setelah kepergian azzam


sesampainya dipesantren


" assalamualaikum, bang nih susunya " ucap azzam sembari menyodorkan susu milik keponakannya

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam ,iya makasih " ucap lukman diangguki oleh azzam


" bang aku mau ngomong nih " ucap azzam


" ngomonglah " ucap lukman


" aku pengen gitu buat usaha " ucap azzam


" heh serius ? " kaget lukman sampai melotot


" iya, nanti kalau usahanya udah maju aku pengen cepet cepet ngehalalin hafida " ucap azzam dengan senyum mengembang


" ciee, kayaknya udah gak sabar aja mau ngehalalin pujaan hati " kedek lukman


" apasih bang " kesal azzam


" hahaha, ya kalau kamu memang mau buat usaha ya monggo aku sebagai kakak kamu ya dukung aja " ucap lukman


" trus mau buat usaha apa " tanya lukman


" hmm cafe bang " ucap azzam


malam harinya


" bi,azzam mau ngomong boleh " ucap azzam


" iya ngomong aja atuh " ucap abi pada azzam


" jadi gini, aku pengen buka usaha cafe untuk bekal masa depan nanti " ucap azzam


" oh, kalau memang itu sudah keputusan kamu abi hanya bisa mendukung " ucap abinya


" alhamdulillah terimakasih bi " ucap azzam senang


dia pun besok berencana untuk melihat lokasi yang rencananya akan ia bangun sebuah cafe karena sudah malam ia pun bergegas untuk tidur


adzan subuh mulai berkumandang hafida pun menghentikan bacaan Al-qur'annya lalu segera sholat shubuh karena memang ia sudah bangun sedari tadi


setelah itu ia langsung mandi dan bersiap siap untuk pergi kuliah seperti biasa rasya datang menjemputnya sebenarnya dia tak enak jika rasya setiap hari harus menjemputnya tapi mau bagaimana lagi rasya memaksa


setelah sarapan ia dan rasya langsung bergegas ke kampus takutnya nanti tepat lagi sesampainya dikampus mereka langsung bergegas ke ruang fakultasnya karena sebentar lagi kelas akan dimulai

__ADS_1


setelah berjam jam mendengar ocehan dosen yang luar biasa panjangnya akhirnya jam kelas mereka berakhir hafida dan rasya pun langsung keluar dari ruangannya kali ini rasya tak menarik naik hafida lagi


" sya nanti kita ke cafe yang pernah kita datengin dulu yuk " ajak hafida


" oh boleh deh gue juga pengen kesana " ucap rasya


" oke deh " ucap hafida


" oh iya sya bisa nggak kata lo gue nya diganti pakek aku kamu " pinta hafida


" oke deh gue usahain eh maksudnya aku " ucap rasya


mereka pun langsung bergegas ke cafe yang beberapa hari yang lalu mereka datangi sesampainya rasya langsung memesan makanan untunya juga hafida


tak lama pesanan mereka datang setelah selesai makan mereka langsung bergegas untuk pulang namun sebelum itu hafida mampir ke kantor sebentar untuk mengantar makan siang yang dia beli tadi


sesampainya dikantor hafida langsung pergi menuju ke ruangan mamanya dengan diikuti oleh rasya dibelakangnya


" assalamualaikum mah,tante " ucap hafida dan rasya


" Wa'alaikumsalam eh udah pulang tumben " ucap mama ranty


" iya tante soalnya hari ini cuma ada satu kelas makannya cepet " ucap rasya


" oh iya mah, ini tadi aku beliin makan siang biar mama nggak bolak balik ke kantor " ucap hafida


" makasih ya sayang " ucap mamanya sedang hafida ia hanya tersenyum


dan kebetulan sekali om hendra datang ke ruangan mamanya untuk mengantar berkas jadi dia bisa memberikan makan siang yang dia beli tadi tanpa harus pergi ke ruangan ok hendra


" kebetulan om ke ruangan mama,nih om tadi aku beliin makan siang buat om " ucap hafida


" ya ampun pakek repot repot segala makasih ya " ucap om hendra


" sama sama om " ucap hafida


" pah, papa suka ya sama tante ranty kok Ngeliatinnya sampe segitunya " ucap rasya sambil tertawa kecil


" apaan sih sya " ucap om hendra terlihat salah tingkah


" ciee mama, pipinya merah udah kayak tomat" goda hafida

__ADS_1


" apaan sih fi mama ini udah tua " ucap mama ranty kesal karena digoda


__ADS_2