
rasya langsung ngacir menyusul hafida dibelakang rumah ia langsung mengambil selang yang satu lagi dan membantu hafida menyiraminya agar lebih cepat selesai karena dia ingin membuat kue bersama hafida dia kan mulai hari ini tak bisa mengajak hafida keluar karena harus dipingit.
dan nanti mereka akan pergi ke makam kedua orang tua hafida untuk berziarah karena mereka juga sudah lama tak mengunjungi makam orang tua hafida.
setelah selesai menyirami bunga rasya langsung mengajak hafida ke dapur untuk membuat kue agar dirinya nanti bisa memakan camilan,hafida menerima ajakan rasya dengan senang hati dia juga sudah lama tak membuat kue dulunya dirinya dan ibunya sering sekali membuat kue.
hafida sangat menyukai cake coklat dan kebetulan sekali rasya juga mempunyai selera yang sama dengan hafida jadi mereka memutuskan untuk membuat cake coklat rasya nampak sangat bersemangat saat membuatnya sesekali ia menjahili saudarinya itu dengan mengoleskan cream pada wajah hafida dan terjadilah perang cream dapur menjadi berantakan karena ulah dua orang gadis tersebut.
hingga teriakan mama ranty membuat kegiatan dua gadis itu terhenti mereka menundukkan kepalanya karena takut melihat wajah mama ranty yang menurutnya sangat menyeramkan saat marah.
" ya allah, kalian ini lihat wajah kalian penuh dengan cream kalian ini apa tidak bisa tak berbuat ulah dan lihat dapur mama jadi berantakan seperti ini padahal baru saja mama tinggal sebentar membeli sayur didepan". omel mama ranty
" hehe soalnya seru ma, maaf deh rasya sama fida janji gak ngulangin lagi tapi kalau gak lupa ". ucap rasya
" iya ma maafin fida ya ". ucap hafida
" ya sudah kalian mandi sana biar buat kuenya mama sama mbok minah yang nerusin ". ucap mama ranty diangguki oleh mereka berdua
setelah dua gadisnya itu pergi tak lama papa hendra datang bertanya ada apa sebenarnya pagi pagi sudah teriak teriak dirinya yang sedang main catur didepan dengan mang ujang saja sampai kaget.
__ADS_1
tapi papa hendra juga sudah menduga kalau itu adalah ulah dua anak gadisnya mereka berdua memang selalu membuat maman ranty berteriak teriak saat pagi hari karena ada saja kejahilan dua gadis itu setelah selesai mandi hafida dan rasya turun ke bawah dan pergi ke dapur untuk melihat cakenya tadi .
setelah sarapan mereka langsung berangkat ke makam kedua orang tua hafida mumpung masih pagi tak lama mereka sudah sampai dimakam hafida lalu membersihkan makam kedua orang tuanya dari rumput rumput liar lalu menaburkan bunga dan berdoa.
" assalamualaikum ayah ibu fids datang maafin fida ya karena sudah lama tak mengunjungi ayah dan ibu,kalian tau fida sekarang sudah lulus kuliah fida sudah menjadi sarjana dan fida juga akan segera menikah maaf ya fida gak bisa ajak calon suami fida kemari tapi fida janji nanti fida akan membawa suami fida ke makam ayah dan ibu ". ucap hafida dengan air mata yang tanpa sadar mengalir membasahi pipinya
" mas, mbak maafin ranty ya karena aku sudah lama gak mengunjungi kalian dan kenalkan ini suamiku juga putriku rasya aku janji akan menjaga harta berharga kalian dengan baik aku sudah menganggap hafida seperti putriku sendiri ". ucap mama ranty
" mas mbak kenalin saya hendra suami ranty saya berjanji akan menjaga ranty juga putri kalian saya sudah menganggap hafida anak saya sendiri seperti saya menyayangi rasya ". ucap papa hendra
" om tante kenalin saya rasya sahabat juga saudari hafida saya janji bakalan jagain hafida karena saya sudah menganggapnua seperti saudari saya ". ucap rasya
dipesantren
azzam nampak urung iringan karena harus dipingit karena dia tak bisa bertemu dengan hafida jangankan bertemu ke cafe saja dia tak diizinkan oleh abi dan umi dia dikurung didalam rumah tidak boleh keluar kemana mana .
dia sedari tadi mondar mandir didepan umi abinya sampai sampai umi juga abinya merasa pusing melihatnya bolak balik melewati mereka apa tidak lelah bolak balik seperti itu.
" zam kamu ini kenapa sih mondar mandir aja dari tadi abi sampai pusing loh ngeliatnya ". ucap abi
__ADS_1
" ayolah bi masa, azzam ngajar gak boleh azzam janji kok gak bakalan kabur ". ucap azzam mencoba merayu abinya
" gak boleh kamu dirumah saja nanti kamu kabur lagi kan abi yang repot nantinya kalau kabur ". ucap abi menolak sedang azzam ia mencebikkan bibirnya dan pergi ke kamarnya
dirinya sangatlah bosan jika hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukan apa pun rasanya seperti ada yang kurang apalagi dia harus dipingit selama seminggu dan itu sangatlah lama,mengapa sih harus ada pingit pingitan .
kenapa hari pernikahannya menjadi seperti sangat lama rasanya ia ingin sekali cepat cepat menikahi hafida jadi kalau rindu ya tinggal peluk aja kan sudah satu rumah .
dia hanya berdiam diri dikamarnya dengan fokus mengatak atik laptopnya untuk mencari kesibukan namun ya tetap saja dia merasa bosan, ayolah kenapa lama sekali sih hari pernikahannya ini dia sudah tak kuat dipingit seperti ini.
namun berbeda dengan hafida ia nampak bahagia bahagia saja karena ada rasya yang selalu mengajaknya untuk membuat camilan jadi mungkin beberapa hari ke depan dirinya dan rasya akan menghabiskan waktunya didapur.
mereka berdua menikmati apa yang telah dibuat tadi sambil menonton tv diruang tengah sedang kedua orang tua mereka sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan umi dan abi hafida memang nampak biasa biasa saja namun itu tak berlaku bagi azzam ia akan merana sampai hari pernikahannya.
azzam tak sabar untuk segera menikahi hafida ya sama dengan hafida sendiri dia juga tak sabar menanti hari itu tiba namun dari pada dia uring uringan memikirkan itu mending ikut rasya makan saja.
hari berganti hari dan tibalah hari dimana hafida akan segera melepas masa lajangnya pagi hari dirumah mereka nampak sangat sibuk untuk acara akad nikah nanti dan hafida ia sedang bersiap siap untuk di make up oleh mua.
sedangkan azzam ia memang kemarin kemarin sangat tidak sabar menunggu hari itu tiba namun sekarang dia malah merasa sangat gugup dia dari tadi tak keluar keluar kamar juga itu membuat lukman merasa kesal karena perjalanan kerumah hafida itu memakan waktu yang lumayan lama lah si pengantinnya saja tak segera keluar kamar juga.
__ADS_1