
" ahh untuk masalah itu lebih baik lupakan saja lah pak, anggap saja kejadian itu tak pernah terjadi bagaimana? ". ucap deri mencoba membujuk abi
" apa kamu bilang menganggap kejadian itu tak pernah terjadi apa kalian pikir semudah itu kami melupakan hinaan kalian ". ucap abi
" jangan munafik deh pak lihat putri saya udah cantik kaya lagi cocok sama anak bapak ". ucap sefa membangga banggakan sang anak
" ada apa ini sebenarnya? ". tanya azzam akhirnya membuka mulutnya setelah sekian lama diam mendengarkan apa yang mereka perdebatkan
" sayang kamu udah pulang ". ucap zahra seraya bangkit dari duduknya dan bergelayut mesra dilengan azzam
" lepas jangan pernah sentuh saya kita bukan mahram ". ucap azzam kesal
" cihh gak usah munafik deh zam aku tahu kok kamu itu masih sayang sama aku ". ucap zahra sambil memperlihatkan tubuh moleknya
" apa kamu tak punya malu memperlihatkan tubuhmu didepan laki laki yang bukan mahram kamu seharusnya kamu menutupnya bukan malah mengumbarnya ". ujar hafida
" heh emang lu siapa ngatur ngatur gue, sodara juga bukan mending lu jauh jauh deh dari azzam karena dia itu milik gue ". ucap zahra mendorong hafida
" cukup ra mending kamu dan keluargamu pergi dari sini ". usir azzam tak mau membuat keributan
" lihat aja zam aku bakalan bikin kamu bertekuk lutut ". ucap zahra lalu beranjak pergi dengan diikuti oleh orang tuanya
azzam dia lalu mengajak Istrinya ke kamar jujur dia merasa tak enak pada sang istri karena melihat kejadian seperti tadi apalagi dengan terang terangannya ayah zahra membujuk abi agar mau menikahkan dirinya dengan zahra.
" sayang maaf ya, semuanya jadi kacau begini ". ucap azzam
__ADS_1
" iya mas gpp kok anggap aja ini ujian pernikahan kita ". ucap hafida sambil beralih memeluk sang suami
azzam tersenyum lega mendengar penuturan hafida yang sangat pengertian kepada dirinya dia lalu membalas pelukan sang istri ,dia tak akan membiarkan orang ketiga mencoba menganggu bahtera rumah tangga yang baru saja dirinya bangun dengan hafida mereka berdua yakin bisa melewati kerikil tajam yang mencoba menghadang perjalanan mereka.
sedangkan dibawah abi masih berusaha menetralkan emosinya bayang bayang penghinaan itu muncul kembali dirinya mampu merasakan apa yang dirasakan putranya kala itu dan sekarang dengan tanpa tahu malu mereka datang memaksanya untuk memberikan putranya kepada putrinya azzam bukanlah barang yang bisa dioper operkan.
umi mengusap pelan punggung suaminya dia tahu apa yang sedang dirasakannya sebagai seorang ibu dirinya benar benar merasa sakit atas cacian juga penghinaannya pada putranya.
pagi harinya
semua nampak seperti baik baik saja mereka seperti sudah melupakan kejadian tak mengenakkan kembali mereka nampak hangat senyum bahagia terpancar dari keluarga ini.
" zam kalian jangan pulang dulu ya, umi masih kangen dengan kalian ". ucap umi
" iya mi, tapi mungkin lusa kami sudah kembali karena hafida pasti akan membantu mempersiapkan acara lamarannya rasya ".terang azzam
mereka lalu mulai melanjutkan kegiatan sarapannya setelah selesai sarapan azzam lalu langsung pamit untuk pergi mengajar dan setelah selesai mengajar nanti dirinya akan pergi ke cafe sedangkan dengan hafida ia tengah sibuk membuat kue dengan sang mertua dengan dibantu juga oleh kakak iparnya.
disela sela mereka membuat kue mereka bertiga juga harus dibuat sabar dengan kelakuan putra alesha yang merevisi kegiatan membuat kuenya mereka hanya mengelus dada saat balita gemuk itu mencoba untuk memainkan adonan yang telah dibuat.
" ya allah lutfi, nak kenapa wajah kamu jadi cemong begini sih ". ujar alesha sambil menggeleng gelengkan kepalanya sedangkan balita itu malah tertawa kesenangan
" cucu nenek jangan nakal ya kasian loh bundanya ". ucap umi
" ya sudah kamu bersihkan dulu aja sha, lutfi lihat itu bajunya sudah putih terkena tepung apalagi wajahnya itu ada colekan adonan kue ". ucap umi diangguki oleh alesha
__ADS_1
mereka lalu membereskan tumpahan tepung yang digunakan oleh lutfi tadi lalu setelah membersihkannya mereka melanjutkan kegiatannya kembali .
akhirnya setelah berjam jam membuat kue dan juga gangguan si kecil lutfi kue yang mereka buat matang juga umi lalu mengangkatnya dari dalam oven dan mediamkannya sejenak agar dingin.
setelah itu umi menyuruh para menantunya untuk menyiapkan makan siang karena pasti para suami akan segera pulang setelau dari masjid sholat dzuhur, mereka memasak sambil bersenda gurau hingga tak terasa masakannya sudah matang hafida lalu beranjak untuk menatanya dan pergi ke kamarnya untuk bersih bersih lalu sholat.
azzam setelah selesai sholat dari masjid ia langsung bergegas ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan kaos oblong dia menatap istrinya yang tengah duduk didepan meja rias dia tersenyum menatap sang istri senang.
" mas kamu sudah pulang ". ucap hafida seraya mencium punggung tangan sang suami
" iya, ya sudah ayo kita makan siang abis ini mas mau langsung ke cafe ". ucap azzam sambil mencium kening sang istri
hafida hanya membalasnya dengan senyuman mereka turun dari kamar bersama sama lalu mulai makan siang bersama setelah itu azzam langsung pamit bergegas untuk berangkat ke cafe sebelum berangkat dirinya terlebih dulu memeluk cium sang istri.
lalu dirinya langsung melajukan mobilnya menuju ke cafe tanpa dirinya sadari semenjak dari pesantren dirinya sudah diikuti oleh mobil zahra ya dia memang sengaja mengikuti azzam dia akan berusaha untuk mendapatkan kembali laki laki itu.
dirinya begitu berambisi, setelah laila yang sudah pasrah berhenti dan tak mengejar azzam karena sudah cukup dirinya dipermalukan kini datanglah zahra yang berusaha menggoda azzam.
dia menghentikan mobilnya agak jauh dari lokasi cafe agar azzam tak merasa curiga dalam mobilnya ia tersenyum penuh arti lalu mulai melajukan mobilnya ke cafe azzam kita lihat seberapa terkejutnya laki laki itu saat tahu dirinya datang menemuinya dan dia juga sudah berdandan cantik hanya demi azzam.
dan juga pakaian seksinya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya ya zahra memang sudah berubah dulu dia memang gadis yang berhijab namun entah alasan apa yang menyebabkannya untuk memilih melepaskannya bisa jadi untuk menggoda azzam apalagi laki laki itu sudah sukses tak seperti dulu saat dirinya menolaknya dengan kata kata yang menyakitkan hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari ini author up satu bab saja ya dan mungkin untuk beberapa hari kedipan author cuma bisa up satu bab karena sekarang author sedang sibuk sibuknya mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan
__ADS_1
dan jangan lupa buat kepoin karya author yang lain
Dibalik Pernikahanku