
" oh iya pa,soal tawaran papa kemarin aku sama rasya udah sepakat untuk ngelanjutin perusahaan ayah tapi aku cuma bantu aja loh pa ". ucap hafida
" hmm kamu sudah izin dengan suamimu kan fi ". tanya papa hendra
" saya sudah mengizinkan kok pa, yang penting fida gak melupakan tugasnya ". ucap azzam
" ya sudah mulai minggu depan kalian bantu bantu papa juga capek ngurus perusahaan sendiri ". terang papa hendra diangguki oleh khedua putrinya
obrolan mereka terus berlanjut hingga adzan magrib mulai terdengar mereka lalu beranjak untuk sholat, setelah sholat hafida dan azzam pamit pulang karena mereka ingin makan berdua diluar,azzam lalu melajukan mobilnyasekitar 15 menit mereka telah sampai.
sebelum mereka turun dari mobil azzam tiba tiba mencium pipi sang istri dia memang suka sekali mencium pipi chubby milik sang istri, hafida terlonjak kaget dia menatap suaminya tajam sedang si empunya malah tertawa sambil menoel noel pipi chubbynya.
" ayo sayang jangan cemberut terus senyum dong ". ucap azzam
" hmm iya iya mas ". ucap hafida seraya keluar dari mobil
mereka langsung duduk dan memesan makanan sambil menunggu makanannya tiba mereka mengobrol sebentar tak lama pesanan mereka sampai.
sesekali mereka saling menyuapkan makanan dari piring mereka masing masing kepada pasangannya hingga tak terasa makanan yang ada dipiring mereka habis tak tersisa setelah itu mereka langsung bergegas pulang hafida pergi ke mobil duluan sedangkan azzam ia ke kasir untuk membayar makanannya.
tak lama azzam datang dia langsung melajukan mobilnya ke rumah karena juga sudah malam dia juga tahu jika istrinya ini sudah lelah.
dilain tempat
rasya tengah galau memikirkan perasaannya kepada alvin jujur saja dia memang merasa nyaman dengan kehadiran laki laki itu namun dia masih mencoba untuk menyangkal perasaannya pada alvin dirinya belum yakin jika jatuh cinta dengan laki laki yang setiap hari mengrecokinya.
__ADS_1
dia menatap langit langit kamarnya termenung sesekali ia berguling guling diatas kasurnya cukup lama dia terdiam hingga suara ringtone ponselnya membuyarkan semua lamunannya.
dengan malas rasya mengangkat telpon dari alvin apa tidak bisa laki laki itu tak mengrecoki kegiatannya dia benar benar kesal tapi jika boleh jujur dirinya sedikit terhibur dengan apa yang dilakukan oleh alvin.
" lama banget sih sya ngangkatnya ". ucap alvin terdengar kesal
" ya maap dong gitu doang ngambek kek anak cewek aja ". ketus rasya
" jangan ketus ketus dong sama aku nanti aku diambil cewek lain nangis ". ucap alvin tertawa kecil
" bodo amat gak peduli ". ucap rasya kesal
" oke deh berarti nanti kamu gak bakalan nangisin aku kan kalau nikahin orang lain ". ucap alvin
" emang lu udah punya calon vin ". tanya rasya
sejujurnya dia hanya mengerjai rasya dia ingin tahu bagaimana reaksi wanita itu karena dia sangat yakin kalau rasya juga ada rasa dengan dirinya .
rasya terdiam sesaat saat alvin mengatakan akan menikah dengan wanita lain hingga suara alvin yang memanggil dirinya mengagetkannya.
" sya!! udah dulu ya gue mau tidur soalnya besok aku sama calon istri aku mau fitting baju ". ucap alvin
" iya vin gue tutup telponnya ya ". ucap rasya lalu menutup telponnya
di dalam kamar alvin tertawa terbahak bahak membayangkan wajah terkejut rasya puas tertawa dirinya lalu bersiap untuk tidur.
__ADS_1
sedangkan rasya setelah mematikan telponnya ia termenung memikirkan ucapan alvin yang mengatakan jika akan menikah entah mengapa hatinya tak rela jika alvin menikahi wanita lain.
dia menghembuskan napasnya kasar lalu menarik selimutnya sebatas dada dan mulai memejamkan matanya tak lama dia sudah terlelap menuju ke alam mimpinya.
dirumah
mereka langsung bersih bersih sholat terlebih dahulu lalu bersiap untuk tidur azzam membaringkan tubuhnya disamping sang istri lalu ia menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya tak lama dia sudah mulai terlelap menyusul hafida ke alam mimpi.
disepertiga malam kedua insan itu terbangun dari tidurnya hafida lalu bangkit dan melangkahkan kakinya yang masih terasa berat ke kamar mandi dia membasuh wajahnya terlebih dahulu lalu mengambil wudhu setelah itu ia memakai mukenanya tak lupa menyiapkan baju koko milik sang suami.
mereka lalu sholat tahajud berjamaah setelah selesai mereka lalu membaca Al-qur'annya masing masing sambil menunggu adzan subuh yang sebentar lagi akan berkumandang.
seusai sholat subuh hafida langsung bergegas beres beres rumah setelah itu Memasak sarapan untuk suaminya sedangkan azzam ia pergi jogging disekitar rumah mereka.
setelah masak hafida langsung bersih bersih sehabis dari dapur lalu menyiapkan baju kerja sang suami dan meletakkannya ditepi ranjang tak lama dari itu azzam pulang ia beristirahat sebentar lalu bersih bersih.
dia keluar kamar mandi dengan sudah memakai pakaian kerjanya dia lalu turun untuk sarapan bersama istrinya.
" pagi sayang ". sapa azzam sambil mencium kening sang istri
" pagi juga mas, kamu duduk ya biar aku siapin dulu makanannya ". ucap hafida
" iya sayang ". ucap azzam sambil tersenyum manis
mereka lalu memakan sarapannya dengan tenang tanpa ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka hanya ada suara garpu dan sendok yang saling beradu.
__ADS_1
seusai sarapan dirinya lalu pamit kepada hafida dia mencium kening dan pipi juga bibir milik istrinya lalu berangkat menuju ke cafenya .
azzam mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang tak lama dirinya sampai dia langsung bergegas masuk ke cafe sampainya dia sudah disambut oleh para karyawannya dengan ramah dia hanya membalasnya dengan tersenyum lalu pergi ke ruangannya .