Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 9


__ADS_3

Sedang dengan umi dan abi dari Azzam mereka tengah sibuk memikirkan kapan Azzam menikah ya memang usianya masih muda tapi mereka sangat ingin Azzam segera menikah mungkin saja allah belum mempertemukan Azzam dengan jodohnya ahh mereka harus sabar untuk menunggu namun sampai kapan? mereka benar benar ingin sekali Azzam segera menikah bila perlu mereka akan menjodohkannya.


Tepat di sepertiga malam hafida terbangun dari tidurnya kemudian ia bersiap untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat tahajud seperti biasanya ia tak pernah lupa melaksanakannya dia curahkan semua yang mengganjal dalam hatinya kepada allah setelah itu ia membaca alquran sembari menunggu adzan subuh.


Sedangkan dengan Azzam dia pun terbangun dari tidurnya kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan melaksanakan shalat tahajud dia sampaikan semua keluh kesah nya dalam doa-doanya.


"Ya allah hamba tidak tahu apakah ini rasa cinta ataupun bukan hamba serahkan semuanya kepada-mu ya allah apabila memang dia jodoh yang kau takdir kan untuk hamba maka permudah lah jalan kami untuk bersama dan apabila dia bukan jodoh yang kau takdir kan kuatkanlah hati ini dalam menerimanya dan gantilah dengan yang lebih baik darinya" ucap Azzam dalam doa doanya.


Setelah itu dia pun membaca alquran seperti biasanya waktu berjalan begitu cepat waktu subuh pun telah masuk adzan telah berkumandang hafida maupun Azzam menghentikan bacaan alquran nya dan segera melaksanakan sholat subuh .


Seusai nya Hafida pergi ke dapur untuk membantu sang mama membuat sarapan seperti biasanya.


Setelah berkutat dengan peralatan dapur makanan yang ia siapkan pun telah matang.


Hafida pergi ke kamarnya dan membersihkan badannya dan bersiap untuk bekerja seusai sarapan ia pun berpamitan untuk berangkat bekerja seperti biasa dia akan naik taxi tak butuh waktu lama untuk sampai dia langsung mengerjakan pekerjaannya.


"Pagi kak" sapa hafida pada Lia.


"Pagi juga Fi" balas Lia.


"Saya pamit ke belakang dulu kak " ucap Hafida sedang Lia hanya mengangguk kan kepalanya saja.


Hafida melakukan pekerjaannya dengan cekatan itulah yang membuat ibu pemilik kafe ini menyukainya sehingga membuat salah satu pegawai lain merasa iri kepadanya karena dia selalu dipuji oleh bosnya


"Eh lia apa si kelebihan si pelayan baru itu gak ada deh kayaknya cari muka tu iya sok alim lagi jijik gue ngeliatnya paling paling juga dia suka godain om om" ucap Mela kesal.

__ADS_1


"Mel kamu jangan menjugde seseorang itu jelek kita gak tau seperti apa mereka dan juga Fida bukan orang yang suka goda om om kamu paham kan" ucap Lia lalu beranjak pergi meninggalkan Mela.


Mendengar Lia lebih membela anak baru itu seketika rahang Mela mengeras wajahnya memerah menahan marah kenapa Lia lebih membela anak baru yang sok itu dari pada dia.


Ia sangatlah kesal dia pun berjalan menuju ke belakang dan menemui hafida ia tak suka jika perhatian yang dulu untuknya beralih ke anak baru itu ia harus mencari cara agar anak baru itu dibenci ya dia harus melakukan itu.


Tiba tiba muncul ide dikepalanya dia pun langsung berjalan ke arah hafida dan dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke Hafida agar nampan yang dibawa oleh Hafida jatuh.


prankk


"Eh astagfirullah" ucap Hafida sambil mengelus dadanya.


"Ehh maaf ya ga sengaja" ucap Mela kemudian ia mendekat ke Hafida dan berbisik.


"Ini belum seberapa jadi kamu jangan belagu jadi orang" bisik Mela pada Hafida setelah itu ia pergi meninggalkan Hafida yang tengah mematung.


Tapi kenapa Mela jahat kepadanya Hafida hanya mengucap istigfar kemudian melanjutkan pekerjaannya tak terasa waktu sudah hampir gelap ia pun bersiap untuk pulang ia kemudian berpamitan kepada Lia dan pegawai lainnya.


"Kak Fida pamit pulang dulu ya" ucap Hafida.


"Iya hati hati ya dijalan" ucap Lia.


"Eh tunggu enak aja lo pulang duluan sementara kita kita aja belum pulang heh emang lo disini siapa lo cuma anak baru jadi lo harus nurut sama gue" ucap Mela dengan senyuman sinisnya.


"Tapi tugas saya sudah selesai semua kak " ucap Hafida sopan.

__ADS_1


"Heh sapa yang bilang tugas lo udah selesai noh liat cucian piring masih banyak cepet lo kerjain cepett jangan cuma bengong aja" bentak Mela.


"I i iya kak" ucap Hafida dengan terbata bata.


Sementara Mela ia tersenyum senang hahh dia akan terus melakukan ini sampai Hafida tidak betah bekerja disini dan mengundurkan diri dia akan melakukan apa saja untuk menyingkirkan Hafida


"Eh tunggu dulu dong Mel, Fida kan tugasnya udah selesai jadi dia udah boleh pulang dong jangan seenaknya sendiri disini kita sama sama karyawan" ucap Lia membela Hafida.


"Sudah mbak saya gpp biar saya kerjakan" ucap Hafida seraya mencuci piring piring kotor itu.


"Nahh dia aja gpp jadi jangan protes" sewot Mela sambil beranjak pergi pulang padahal kerjaannya belum selesai.


Dia seenaknya menyuruh orang mengerjakan pekerjaannya ini tidak adil sedangkan Hafida ia hanya mengucap istigfar berkali kali setelah selesai ia pun pulang.


"Ahh akhirnya sampai rumah huhh badanku rasanya remuk sekali" gumam Hafida seraya membuka pintu.


"Assalamu'alaikum" ucap Hafida.


"Wa'alaikumsalam tumben kamu baru pulang sayang" tanya Mamanya.


"Iya maa pekerjaan fida baru aja selesai kalau gitu Fida ke kamar dulu ya mau bersih bersih badan Fida sudah lengket sekali" ucap Hafida dibalas anggukan oleh mamanya.


Setelah ia mandi dan sholat ia pun langsung tidur karena kelelahan setelah bekerja seharian penuh.


jangan lupa like dan coment ya

__ADS_1


dan terima kasih untuk yang sudah membaca karya author


__ADS_2