Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 45


__ADS_3

" dihh, ustadz azzam juga gak bakalan mau sama kamu kali " ucap salah satu dari mereka


" eh enak aja kalau ngomong gak mungkin ustadz azzam nolak " kekeh laila


" kalian bekerja bakti atau menggibah " tegur azzam


" bekerja bakti ustadz " ucap mereka menunduk


" kalau gitu jangan diulangi lagi " ucap azzam


" baik ustadz " ucap mereka


skip kembali pada hafida


setelah mendapat apa yang dicari mereka langsung bergegas untuk pergi ke panti tak lama mereka sudah sampai


" assalamualaikum " ucap hafida dan rasya berbarengan


" Wa'alaikumsalam " ucap bu siti


" eh nak fida mari masuk " timpal bu siti


" iya bu terimakasih oh iya kenalin ini temen saya rasya " ucap hafida mengenalkan rasya


" saya rasya bu " ucap rasya


" oh nak rasya panggil saya bu siti saja " ucap bu siti


setelah cipika cipiki sebentar hafida dan rasya pergi menemui anak anak yang sedang bermain diruang tengah mereka terlihat sangat antusias saat hafida dan rasya datang


hafida dan rasya pun langsung mengajak mereka bermain lalu memakan makanan yang sudah dibeli tadi bersama


siang harinya hafida dan rasya pamit pulang ya walaupun sebenarnya mereka masih ingin bermain main dengan anak anak tapi tidak apa apa minggu depan bisa kesini lagi


setelah mengantarnya hafida ke rumah ia langsung bergegas untuk pulang takut jika dicari oleh papanya


" assalamualaikum mah " ucap hafida

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam udah pulang " ucap mamanya


" udah mah, kalau gitu aku ke kamar dulu ya mau bersih bersih " ucap hafida


setelah itu hafida langsung membersihkan tubuhnya setelah itu ia langsung sholat karena memang sudah masuk waktunya setelah itu ia turun ke lantai dasar


dia pun pergi ke dapur untuk membuat Kue hafida tiba tiba pengen bikin Kue mungkin dia kangen karena dulu hafida dan ibunya sering membuat kue


dia terlihat sangat antusias dalam membuatnya setelah selesai membuat adonannya hafida langsung memasukkan loyang yang berisi asinan Kue itu ke dalam oven


setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya Kue buatannya jadi setelah kuenya dingin ia langsung memotongnya menjadi beberapa bagian lalu membawanya ke ruang tengah tak lupa kopi untuk mamanya juga dia membuatkan kopi untuk mbok minah dan mang ujang


mereka pun menikmati Kue buatan hafida sembari menonton tv dan sesekali bercanda agar suasana tak terjadi keheningan


skip pagi hari


seusainya sarapan dia langsung bergegas untuk berangkat kuliah karena dia ada kelas pagi ini dan kebetulan hafida tak bareng dengan mamanya Karena rasya menjemputnya untuk berangkat bareng


didalam mobil sesekali mereka mengobrol agar suasana sedikit mencair sesampainya dikampus hafida dan rasya langsung pergi ke ruang fakultasnya karena sebentar lagi dosen masuk


jam istirahat


sesampainya dikantin seperti biasanya rasya langsung memesan makanan tak lama rasya datang dengan membawa dua mangkok bakso tak lupa juga es teh


setelah menghabiskan makanannya mereka berdua langsung beranjak pergi ke kelas tak lupa membayar pesanannya terlebih dahulu karena setelah ini mereka ada kelas


dipesantren


setelah selesai mengajar azzam berniat untuk pergi mencari buku yang memang ingin dia beli sedari dulu namun emang belum sempat saja


namun baru saja ia mau pergi berangkat lukman malah menghadangnya sembari memberikan anaknya ke azzam


" dek tolong jagain anak ku dulu ya bentar kok" pinta lukman


" haiss cepet tapi ya bang " ucap azzam mau tak mau


namun nyatanya ia harus menunggu sekitar satu jam padahal tadi lukman berkata sebentar namun sampai satu jam belum kembali juga dia saja sampai lumutan harus menunggu kakaknya itu

__ADS_1


" lama banget sih bang lukman, tadi bilangnya cepet la ini udah hampir satu jam belum balik juga liat nih anaknya aja sampe ketiduran " gerutu azzam kesal


" eh maap nih zam lama tadi aku lupa kali nitipin bocah Ke kamu " ucap lukman dengan watadosnya


" hmm iya bang gak heran udah sering kok " ucap azzam lalu menyerahkan keponakannya yang tengah tertidur lelap itu pada lukman


setelah itu ia pun bersiap untuk pergi namun lagi lagi lukman menghadangnya ia pun menatap lukman kesal


" haiss apa lagi sih bang " tanya azzam


" hehe... nanti tolong beliin susu buat anak gue ya soalnya susunya kebetulan abis " ucap lukman


" oke deh " pasrah azzam


setelah itu ia benar benar pergi sesampainya ditoko buku ia langsung mencari buku yang ia cari namun sudah sedari tadi ia belum menemukannya juga


sepulangnya kuliah hafida dan rasya mampir ke toko buku dulu untuk mencari buku referensi tugas mereka berdua namun mungkin karena tak melihat jalan hafida menabrak seorang laki laki yang lebih tinggi dari pada dirinya itu


" maaf saya tidak melihat jalan " ucap hafida


" ah, iya tak apa " ucap azzam lalu melihat kearah orang yang menabraknya


" kita bertemu lagi " ucap azzam


" apa mungkin kita ditakdirkan untuk berjodoh" lanjut azzam


" bukankah kau sudah menikah " ucap hafida menyeritkan dahinya


" aku sudah bercerai " ucap azzam


" oh,maaf aku tak tau " ucap hafida merasa tak enak


" tak masalah " ucap azzam


obrolan mereka pun berhenti saat rasya menghampiri hafida sedetik setelah kepergian hafida azzam pun tersadar dari lamunannya


hanya karena hafida ia sampai lupa untuk mencari buku setelah mendapatkannya azzam langsung pergi ke kasir

__ADS_1


pemilik toko pun juga menanyakan mira mungkin heran tak pergi bersama wanita itu karena dulu saat mereka masih bersama mira sering mengintili dirinya saat keluar


azzam pun mengatakan jika dia sudah bercerai dari mira sedang pemilik toko itu hanya mengangguk anggukkan kepalanya


__ADS_2